Menu

Mode Gelap
Karyawan BRI Cabang Pemalang Jaga Kebugaran Lewat Badminton di GOR Crystal Kompak dan Sehat, Teman-teman BRI Cabang Pemalang Gelar Sepak Bola di Lapangan Sragi Pekalongan Film Istimewa Hadir di Semarang, Ayah Mans: Jangan Lagi Lihat Disabilitas dari Kekurangannya Hakim Sejahtera, Peradilan Berintegritas: Menguatkan Komisi Yudisial dan Penghubung KY di Daerah Dr Imam Subiyanto Ambil Formulir Bakal Calon Ketua PTMSI Kabupaten Pemalang Periode 2026-2030 Dorong Kapasitas Pelaku UMKM dan Kemajuan Ekonomi Daerah, BRI Kantor Cabang Pemalang Salurkan KUR Rp 766 Miliar Hingga Juli 2026

Daerah

Grib Jaya Dukung Pemkab Pemalang Ubah Lahan Eks TPA Pesalakan Jadi Spot Center

badge-check


					Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Grib Jaya Pemalang, Mulyadi Perbesar

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Grib Jaya Pemalang, Mulyadi

WARTANASIONAL.COM –  Ormas Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya mendukung penuh terhadap langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang yang berencana mengubah lahan eks Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pesalakan menjadi ruang publik atau Spot Center.

Hal itu dikatakan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Grib Jaya Pemalang, Mulyadi kepada awak media pada Senin 7 April 2025.

Muliadi menyatakan komitmennya untuk turut mengawal program tersebut, demi mewujudkan ruang terbuka hijau yang dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya warga di sekitar lokasi bekas TPA.

Menurut Mulyadi, perubahan fungsi lahan eks TPA Pesalakan yang sebelumnya difungsikan sebagai tempat pembuangan akhir sejak tahun 1992, merupakan langkah strategis yang patut didukung. Ia menilai, pembangunan ruang publik hijau di atas lahan tersebut tidak hanya akan memperbaiki kondisi lingkungan, tetapi juga mampu memberikan ruang interaksi sosial yang sehat, menjaga ketersediaan lahan resapan air, menurunkan suhu, serta menghadirkan suasana yang sejuk dan nyaman bagi masyarakat.

Selain itu, pemanfaatan lahan ini juga diharapkan dapat menyerap karbon dioksida (CO₂), menghasilkan oksigen, dan mendorong pola hidup sehat serta kesadaran lingkungan bagi masyarakat luas.

“Tentu sebagai warga masyarakat, kita harus mendukung program Bupati dalam upaya membangun daerah. Terkait hal ini, GRIB Jaya siap mengawal penuh rencana Pemerintah Kabupaten Pemalang untuk mengubah eks TPA Pesalakan menjadi ruang publik hijau atau spot center, Kami berharap upaya Pemkab Pemalang ini dapat diterima oleh semua pihak,” ungkapnya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk turut serta berpartisipasi dalam mendukung kebijakan ini, agar pembangunan ruang terbuka hijau bisa segera terwujud dan memberikan dampak positif bagi keberlangsungan hidup yang lebih sehat dan berkelanjutan. Meski demikian, Mulyadi juga menyoroti persoalan darurat sampah yang hingga kini masih belum tertangani secara maksimal.

Menurutnya, program 100 hari kerja pemerintah daerah sampai sekarang belum menunjukkan hasil yang memuaskan, terutama dalam menangani masalah sampah yang semakin kompleks.

Mulyadi juga menyoroti kinerja TPST Surajaya yang selama ini digadang-gadang mampu mengolah sampah dalam jumlah besar.

Menurutnya, hingga kini TPST tersebut belum mampu memberikan solusi konkret atas persoalan darurat sampah yang tengah dihadapi masyarakat Pemalang. Ia berharap agar Pemkab lebih serius dalam mencari solusi jangka panjang terhadap persoalan pengelolaan sampah, seiring dengan rencana transformasi lahan eks TPA Pesalakan menjadi ruang terbuka hijau.

Sementara itu di sebelah TPST Surajaya, Pemerintah juga membuka lahan untuk penangan sampah dengan sistem Sanitary Landfiill yang waktunya sangat terbatas “Berdasarkan informasi dari masyarakat Tempat Pengolahan Akhir (TPA ) Surajaya, pada bulan ini (April) menjadi kesempatan terakhir bagi Pemkab untuk membuang sampah secara sanitary landfill di lokasi tersebut. Setelah batas waktu yang telah disepakati berakhir, lantas ke mana lagi sampah-sampah itu akan dibuang? Sementara warga setempat tentu akan dengan tegas menolak,” tegas Mulyadi.

Sebagai informasi tambahan, lahan eks TPA Pesalakan, yang terletak di Desa Pegongsoran, memiliki luas sekitar tujuh hektare dan telah digunakan sebagai tempat pembuangan akhir sejak 1992. Pada Mei 2023, lokasi ini sempat mengalami kebakaran hebat, dan pada akhir tahun 2024, warga sekitar mendesak agar pemerintah segera menutupnya ditambah dengan kondisi yang semakin memburuk dan tidak lagi dikelola dengan baik. Hingga saat ini, sekitar dua hektare lahan masih tersisa dan menjadi perhatian utama dalam program penataan lingkungan yang sedang dicanangkan.***

Baca Lainnya

Dorong Kapasitas Pelaku UMKM dan Kemajuan Ekonomi Daerah, BRI Kantor Cabang Pemalang Salurkan KUR Rp 766 Miliar Hingga Juli 2026

10 Agustus 2026 - 12:21 WIB

BRI Kantor Cabang Pemalang, Jawa Tengah

Aris Ismail Tegaskan Tak Ingin Maju sebagai Wakil Bupati Pemalang

8 Agustus 2026 - 12:08 WIB

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pemalang, H Aris Ismail, SAP

Fraksi Golkar DPRD Pemalang Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Pulosari

7 Agustus 2026 - 19:03 WIB

Fraksi Golkar DPRD Pemalang Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Pulosari

Kejari Pemalang Tahan Mantan Mantri Bank BUMN, Diduga Korupsi Dana Pelunasan KUR Rugikan Negara Rp749 Juta

7 Agustus 2026 - 16:34 WIB

GRIB Jaya Pemalang Akan Gelar Aksi, Desak KPK Tuntaskan Dugaan Korupsi di Pemalang

5 Agustus 2026 - 11:35 WIB

Trending di Daerah