Menu

Mode Gelap
PGN Siap Jalankan Kebijakan Pemerintah, Harga LNG Industri Turun Jadi US$13 per MMBTU DPC PDI Perjuangan Pemalang Kirim 54 Pelari ke Soekarno Run 2026, Raden Rasya O Finis Posisi 18 dan Masuk 50 Besar Ketua Umum IKMAL JAYA Prihatin Maraknya Peredaran Obat Terlarang di Pemalang, Dukung Penindakan Tegas Harun Abdul Khafizh Ajak HMI dan KAHMI Pemalang Ambil Peran Majukan Pariwisata Daerah Keadilan Tuhan Terhadap Perempun yang Hijrah 8 Peserta LBT PII Pemalang Dibekali Ilmu Jurnalistik, Content Creator dan AI oleh WartaNasional.com

Daerah

Grib Jaya Dukung Pemkab Pemalang Ubah Lahan Eks TPA Pesalakan Jadi Spot Center

badge-check


					Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Grib Jaya Pemalang, Mulyadi Perbesar

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Grib Jaya Pemalang, Mulyadi

WARTANASIONAL.COM –  Ormas Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya mendukung penuh terhadap langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang yang berencana mengubah lahan eks Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pesalakan menjadi ruang publik atau Spot Center.

Hal itu dikatakan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Grib Jaya Pemalang, Mulyadi kepada awak media pada Senin 7 April 2025.

Muliadi menyatakan komitmennya untuk turut mengawal program tersebut, demi mewujudkan ruang terbuka hijau yang dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya warga di sekitar lokasi bekas TPA.

Menurut Mulyadi, perubahan fungsi lahan eks TPA Pesalakan yang sebelumnya difungsikan sebagai tempat pembuangan akhir sejak tahun 1992, merupakan langkah strategis yang patut didukung. Ia menilai, pembangunan ruang publik hijau di atas lahan tersebut tidak hanya akan memperbaiki kondisi lingkungan, tetapi juga mampu memberikan ruang interaksi sosial yang sehat, menjaga ketersediaan lahan resapan air, menurunkan suhu, serta menghadirkan suasana yang sejuk dan nyaman bagi masyarakat.

Selain itu, pemanfaatan lahan ini juga diharapkan dapat menyerap karbon dioksida (CO₂), menghasilkan oksigen, dan mendorong pola hidup sehat serta kesadaran lingkungan bagi masyarakat luas.

“Tentu sebagai warga masyarakat, kita harus mendukung program Bupati dalam upaya membangun daerah. Terkait hal ini, GRIB Jaya siap mengawal penuh rencana Pemerintah Kabupaten Pemalang untuk mengubah eks TPA Pesalakan menjadi ruang publik hijau atau spot center, Kami berharap upaya Pemkab Pemalang ini dapat diterima oleh semua pihak,” ungkapnya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk turut serta berpartisipasi dalam mendukung kebijakan ini, agar pembangunan ruang terbuka hijau bisa segera terwujud dan memberikan dampak positif bagi keberlangsungan hidup yang lebih sehat dan berkelanjutan. Meski demikian, Mulyadi juga menyoroti persoalan darurat sampah yang hingga kini masih belum tertangani secara maksimal.

Menurutnya, program 100 hari kerja pemerintah daerah sampai sekarang belum menunjukkan hasil yang memuaskan, terutama dalam menangani masalah sampah yang semakin kompleks.

Mulyadi juga menyoroti kinerja TPST Surajaya yang selama ini digadang-gadang mampu mengolah sampah dalam jumlah besar.

Menurutnya, hingga kini TPST tersebut belum mampu memberikan solusi konkret atas persoalan darurat sampah yang tengah dihadapi masyarakat Pemalang. Ia berharap agar Pemkab lebih serius dalam mencari solusi jangka panjang terhadap persoalan pengelolaan sampah, seiring dengan rencana transformasi lahan eks TPA Pesalakan menjadi ruang terbuka hijau.

Sementara itu di sebelah TPST Surajaya, Pemerintah juga membuka lahan untuk penangan sampah dengan sistem Sanitary Landfiill yang waktunya sangat terbatas “Berdasarkan informasi dari masyarakat Tempat Pengolahan Akhir (TPA ) Surajaya, pada bulan ini (April) menjadi kesempatan terakhir bagi Pemkab untuk membuang sampah secara sanitary landfill di lokasi tersebut. Setelah batas waktu yang telah disepakati berakhir, lantas ke mana lagi sampah-sampah itu akan dibuang? Sementara warga setempat tentu akan dengan tegas menolak,” tegas Mulyadi.

Sebagai informasi tambahan, lahan eks TPA Pesalakan, yang terletak di Desa Pegongsoran, memiliki luas sekitar tujuh hektare dan telah digunakan sebagai tempat pembuangan akhir sejak 1992. Pada Mei 2023, lokasi ini sempat mengalami kebakaran hebat, dan pada akhir tahun 2024, warga sekitar mendesak agar pemerintah segera menutupnya ditambah dengan kondisi yang semakin memburuk dan tidak lagi dikelola dengan baik. Hingga saat ini, sekitar dua hektare lahan masih tersisa dan menjadi perhatian utama dalam program penataan lingkungan yang sedang dicanangkan.***

Baca Lainnya

DPC PDI Perjuangan Pemalang Kirim 54 Pelari ke Soekarno Run 2026, Raden Rasya O Finis Posisi 18 dan Masuk 50 Besar

28 Juni 2026 - 16:43 WIB

DPC PDI Perjuangan Pemalang Kirim 54 Pelari ke Soekarno Run 2026, Raden Rasya O Finis Posisi 18 dan Masuk 50 Besar

Ketua Umum IKMAL JAYA Prihatin Maraknya Peredaran Obat Terlarang di Pemalang, Dukung Penindakan Tegas

28 Juni 2026 - 09:17 WIB

Harun Abdul Khafizh Ajak HMI dan KAHMI Pemalang Ambil Peran Majukan Pariwisata Daerah

27 Juni 2026 - 21:40 WIB

Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah, Harun Abdul Khafidz, menggelar kegiatan reses bersama jajaran Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Korps Alumni HMI (KAHMI) Kabupaten Pemalang

8 Peserta LBT PII Pemalang Dibekali Ilmu Jurnalistik, Content Creator dan AI oleh WartaNasional.com

27 Juni 2026 - 17:48 WIB

delapan pelajar peserta Leadership Basic Training (LBT) Pelajar Islam Indonesia (PII) Kabupaten Pemalang mengikuti audiensi dan pelatihan jurnalistik yang digelar di Kantor Redaksi WartaNasional.com, pada Sabtu (27/6/2026).

PDM Pemalang Apresiasi Kemenag Gelar Nikah Massal, Sapto Suhendro: Semoga Membawa Berkah bagi Masyarakat

26 Juni 2026 - 13:42 WIB

PDM Pemalang Beri Apresiasi Kemenag atas Suksesnya Program Nikah Massal Bimas Islam Mantu, Diharapkan Membawa Barokah
Trending di Daerah