WARTA NASIONAL – Pesantren Ramadan Rohis Indonesia 2026 resmi digelar di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Semarang, pada 4–7 Maret 2026. Kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia, Kamaruddin Amin, Kamis (5/3/2026).
Acara pembukaan yang berlangsung di ruang utama MAJT tersebut dihadiri sekitar 7.000 pelajar dari jenjang SD, SMP, hingga SMA/SMK di Kota Semarang. Rangkaian pembukaan diawali dengan khatmil Al-Qur’an dari Surat Ad-Dhuha hingga An-Nas.
Kegiatan Pesantren Ramadan Rohis Indonesia diselenggarakan oleh Direktorat Pendidikan Agama Islam Kemenag RI bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah serta pengurus Masjid Agung Jawa Tengah.
Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Direktur Pendidikan Agama Islam Kemenag RI Muhammad Munir, Kepala Kanwil Kemenag Jawa Tengah Saiful Mujab, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Jawa Tengah Ahmad Darodji, serta perwakilan pengurus MAJT Ahmad Izzuddin.

Pesantren Ramadan Rohis Indonesia tahun ini diikuti 178 perwakilan Rohis dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk 31 peserta dari Jawa Tengah.
Dalam sambutannya, Kamaruddin Amin mengaku bangga melihat antusiasme para pelajar yang mengikuti kegiatan tersebut.
“Saya ingin mengekspresikan rasa syukur, haru, dan bangga melihat ananda sekalian yang begitu bersemangat untuk berjejaring, berorganisasi, dan terus mencari versi terbaik dari dirinya masing-masing untuk menjadi pemimpin bangsa di masa depan,” ujarnya.
Ia juga berharap para peserta kelak menjadi pemimpin yang bermanfaat bagi umat, bangsa, dan negara.
Dalam kesempatan itu, Kamaruddin juga berbagi pengalaman saat melakukan penelitian di Jepang dan menyoroti pentingnya pendidikan moral dalam membentuk karakter masyarakat.
Menurutnya, pendidikan moral yang menekankan nilai mencintai diri sendiri dan menghargai orang lain menjadi faktor penting dalam membangun karakter generasi muda.
Sementara itu, Direktur Pendidikan Agama Islam Kemenag RI Muhammad Munir menjelaskan kegiatan ini bertujuan memperkuat pembinaan karakter pelajar Muslim di Indonesia.
Ia menyebutkan saat ini terdapat sekitar 8,7 juta siswa Muslim di tingkat SMA di Indonesia sehingga pembinaan melalui kegiatan keagamaan menjadi sangat penting.
“Selama empat hari ini kami melaksanakan Pesantren Rohis Indonesia yang diikuti 178 perwakilan Rohis dari seluruh Indonesia, termasuk 31 peserta dari Jawa Tengah,” katanya.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga diluncurkan program Wakaf Rohis Indonesia serta Animasi Murotal (Amur), yaitu video animasi Al-Qur’an yang dikembangkan oleh Universitas Dian Nuswantoro bekerja sama dengan Kementerian Agama.
Acara pembukaan ditutup dengan penanaman 70 pohon kelengkeng di lingkungan Masjid Agung Jawa Tengah. Program ini merupakan kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Kehutanan dan Dinas Lingkungan Hidup sebagai bagian dari pendekatan ekoteologi, yaitu integrasi kepedulian lingkungan dengan nilai-nilai keagamaan.
Para peserta juga akan membawa pulang bibit pohon untuk ditanam di lingkungan sekolah masing-masing.***















