Menu

Mode Gelap
Prajurit Yonzipur 4/TK Raih UN Medal dalam Misi Perdamaian PBB di Afrika Tengah Anggaran BKKBN 2027 Naik Jadi Rp4,099 Triliun, Muh Haris Minta Dampaknya Dirasakan Keluarga KPK Sita Mobil Milik Wanita yang Diamankan Bareng Anom Widiyantoro saat OTT di Jakarta Pilkades Danasari 2026: Pendataan Pemilih Dimulai 17 September 2026, Warga Diminta Siapkan KK dan KTP Komisi Yudisial Kawal Implementasi UU TPKS, Tiga Perkara di Jateng Jadi Atensi FDK UIN Walisongo Bahas Ketahanan Keluarga Menuju Indonesia Emas 2045

Daerah

Pemkab Pemalang dan Kemenag Luncurkan Program Pemberdayaan Ekonomi Umat

badge-check


					Pemkab Pemalang dan Kemenag Luncurkan Program Pemberdayaan Ekonomi Umat Perbesar

Pemkab Pemalang dan Kemenag Luncurkan Program Pemberdayaan Ekonomi Umat

WARTA NASIONAL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang bekerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pemalang dan PC Ansor melaunching Program Pemberdayaan Ekonomi Umat untuk mendorong perkembangan UMKM.

Kegiatan peresmian itu dilakukan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Jawa Tengah Saiful Mujab yang disaksikan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, Kepala Kemenag Kabupaten Pemalang Sarif Hidayat dan Ketua PCNU Pemalang Abu Joharudin Bahry di Desa Penakir Kecamatan Pulosari, Rabu (7/1/2026).

Saiful Mujab mengatakan, kerangka berfikir Kementerian Agama ke depan adalah membangun ekonomi keumatan, sehingga salah satu programnya adalah pemberdayaan ekonomi umat dengan bekerja sama dengan Baznas dan PWI.

Hal itu dalam rangka untuk mendorong agar para mustahik (penerima zakat) di Kabupaten Pemalang bisa menjadi muzakki (orang yang mengeluarkan zakat).

“Ini tentunya hal yang luar biasa yang patut kita apresiasi dan inilah kehadiran Menteri Agama di tengah-tengah masyarakat berkolaborasi bersama Pemerintah Daerah,” ucap Saiful.

Saiful menuturkan, melalui Kemenag Kabupaten Pemalang pihaknya berharap terus bisa berjalan mengawal perekonomian dan mengembangkan ekonomi umat melalui Baznas, wakaf produktif dan kegiatan-kegiatan lain yang sesuai dengan regulasi untuk mendorong agar umat yang beragama bisa hidup sejahtera, dan akhirnya menjadi muzakki.

Sebelumnya, Bupati Anom mengungkapkan bahwa program Kemenag ini memiliki semangat yang sama dengan yang dikembangkan di Pemerintah Kabupaten, yaitu dalam rangka mendorong perkembangan UMKM dan tentunya tujuan utamanya adalah pemberdayaan untuk kemandirian.

“Sangat-sangat ambisius, tapi kemandirian ini adalah mutlak supaya masyarakat keluar dari kemiskinan,” ujar Anom.

Ia menjelaskan bahwa angka kemiskinan di Kabupaten Pemalang masih cukup besar yaitu 13 persen dan masih jauh diatas provinsi dan nasional yang hanya 9 persen.

“Jadi, kita sangat antusias dengan program-program pemberdayaan ekonomi yang tujuannya untuk kemandirian,” katanya.

“Kemandirian umat ini tentunya tanggung jawab yang paling besar ada di semua yang hadir pada sore hari ini seperti rekan Ansor, pengurus NU dan kami di Pemerintah Kabupaten,” imbuhnya.

Anom berharap sinergi ini tidak berhenti di sini, tapi terus berkembang dan ia juga mengapresiasi pihaknya bisa menjadi bagian dari pemberdayaan ekonomi antara Kemenag dengan PC Ansor.

“Nanti kami akan kembangkan di wilayah lain di Kabupaten Pemalang yang angka kemiskinannya masih cukup tinggi,” tegas Anom.

Sementara itu Kepala Kemenag Kabupaten Pemalang Sarif Hidayat menyatakan komitmen pihaknya untuk mendorong agar kegiatan-kegiatan, baik keormasan maupun pada level yang paling bawah, adalah kegiatan dalam rangka upaya peningkatan ekonomi produktif.

“Sementara yang didorong kegiatan dari Baznas mulai dari pentasyarufannya (red-kegiatan penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dari amil (pengumpul) kepada mustahik (penerima yang berhak), sesuai dengan syariat Islam, dengan tujuan memastikan dana tersebut tepat sasaran, meringankan beban ekonomi, serta memperkuat solidaritas sosial)   adalah untuk kegiatan ekonomi produktif, harapannya yang tadinya mustahik nantinya menjadi muzakki,” harapnya.

Dia menyampaikan bahwa penyuluhnya di setiap KUA ada sekitar 5 – 10 orang, dan sekarang sudah mulai bergerak di pasar-pasar mencari pedagang-pedagang yang paling kecil.

“Di samping kita bantu dengan financial, tetapi kita berikan juga pencerahan untuk bagaimana bisa menjadi kaya dengan pesugihan yang bersyariat,” ucapnya.

Sarif menjelaskan, pesugihan bersyariat yaitu dengan cara diberikan tips-tips bagaimana untuk berdagang yang baik sesuai dengan tuntutan syariat.

“Semoga apa yang kami lakukan benar-benar menjadi keberkahan dan ikut membantu kemajuan Kabupaten Pemalang,” harapnya.

Dalam acara tersebut dilakukan penandatanganan MoU antara Bupati, Kemenag dan PC GP Ansor Pemalang dalam Program Pemberdayaan Ekonomi Umat dan penyerahan bantuan 100 ekor kambing dari Kemenag kepada PC GP Ansor, yang diserahkan oleh Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah serta bantuan secara simbolis oleh Bupati kepada PC GP Ansor.***

Baca Lainnya

Pilkades Danasari 2026: Pendataan Pemilih Dimulai 17 September 2026, Warga Diminta Siapkan KK dan KTP

17 September 2026 - 08:47 WIB

Komisi Yudisial Kawal Implementasi UU TPKS, Tiga Perkara di Jateng Jadi Atensi

17 September 2026 - 07:19 WIB

Sekda Pemalang Soroti Anggaran Perubahan 2026, OPD Diminta Utamakan Program Berdampak

7 September 2026 - 12:37 WIB

Semarak Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Unit Taman Hadirkan Pelayanan Bernuansa Budaya

4 September 2026 - 15:02 WIB

Semarak Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Unit Taman Hadirkan Pelayanan Bernuansa Budaya

Wakil Ketua DPRD Pemalang Aris Ismail Soroti Keluhan Atlet POPDA, Minta Hak Peserta Dipastikan

2 September 2026 - 14:44 WIB

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pemalang H. Aris Ismail, SAP
Trending di Daerah