WARTA NASIONAL — Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Pemalang Titien Soewastiningsih Soebari mengajak perempuan menjadikan kebaya bukan sekadar busana tradisional, tetapi sebagai simbol identitas, semangat berkarya dan pelestarian budaya.
Pesan tersebut disampaikan Titien saat membuka Parade Kebaya dalam rangka Hari Kebaya Nasional Kabupaten Pemalang 2026 di Pendopo Kabupaten Pemalang, Jumat (31/7/2026).
Menurut Titien, kebaya mencerminkan kelembutan yang berpadu dengan keteguhan, kesederhanaan serta martabat perempuan Indonesia. Nilai tersebut dinilai tetap relevan di tengah perkembangan zaman.
“Mari kita maknai kebaya bukan hanya sebagai warisan budaya yang dikenakan pada acara seremonial, tetapi sebagai simbol semangat untuk terus berkarya, melestarikan budaya, mengembangkan seni, memperkuat ekonomi kreatif, dan membangun karakter generasi muda,” ujarnya.
Ia menilai pelestarian kebaya dan berbagai budaya lokal seperti batik, tari tradisional, musik daerah serta kerajinan dapat memberikan dampak terhadap pembangunan daerah, pariwisata dan pengembangan UMKM.
GOW Kabupaten Pemalang, lanjut Titien, berkomitmen terus bersinergi dengan pemerintah daerah, organisasi wanita, komunitas seni, pelaku budaya dan masyarakat untuk memperkuat peran perempuan dalam pembangunan.
Sementara itu, Ketua Penyelenggara Anis Susiyati mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen Pemkab Pemalang dan GOW dalam menjaga eksistensi kebaya sebagai identitas budaya bangsa sekaligus mempererat silaturahmi antarorganisasi wanita.
Mengusung tema “Pesona Kebaya Indonesia untuk Dunia”, kegiatan diikuti sekitar 400 peserta, terdiri atas 330 perwakilan dari 33 organisasi wanita serta 70 peserta dari ILDI, Komunitas Mawar Biru, Unit Layanan Disabilitas (ULD), Victory, Yayasan Difabel Cemerlang (YDC) dan Yayasan Peduli Lansia (YPL).
Peringatan Hari Kebaya Nasional tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ajang mengenakan busana tradisional, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat kebanggaan terhadap budaya Indonesia serta mendorong perempuan terus berkarya dan berkontribusi bagi pembangunan Kabupaten













