Menu

Mode Gelap
Aktivis IKAMI Sulsel Ini Minta Usut Tuntas Kasus Tindakan Kekerasan Penyiraman Air Keras kepada Andrie Yunus Pantau Langsung di Lapangan, Dandim 0711/Pemalang Pastikan KDKMP Comal Berjalan Optimal Sukses Digelar, 108 Pecatur Ramaikan Turnamen Catur Piala Bupati Pemalang Cup 2026 Konsumsi BBM dan LPG Meningkat Selama Mudik Lebaran 2026, Pertamina Pastikan Pasokan Aman Info Orang Hilang! Anak 5 Tahun di Pemalang Dilaporkan Hilang, Warga Diminta Bantu Pencarian Ribuan Warga Muhammadiyah Padati DPRD Pemalang, Halalbihalal Jadi Momentum Penguatan Ideologi

Daerah

Mohammad Saleh Sebut Pengawasan DPRD Harus Berbanding Lurus dengan Target Gubernur Jateng

badge-check


					Wakil Ketua DPRD Jateng, Mohammad Saleh Perbesar

Wakil Ketua DPRD Jateng, Mohammad Saleh

WARTA NASIONAL – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Tengah (Jateng) yang ikut mendorong dan menopang dari program serta target Gubernur Jateng yakni penyusunan rencana kerja dan rencana strategis Sekretariat (Renstra) DPRD Jateng perlu menyesuaikan dengan program serta target dari Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi.

“Sebagai lembaga yang punya fungsi pengawasan, maka pengawasan kita harus berbanding lurus dengan target Pak Gubernur. Contohnya, jika pada tahun pertama targetnya adalah soal insfrastruktur, maka kita juga harus fokus memberikan masukan kepada Gubernur soal infrastruktur,” ujar Wakil Ketua DPRD Jateng, Mohammad Saleh, saat berbicara dalam Forum Perangkat Daerah Renstra Setwan, belum lama ini.

Untuk fungsi membentuk peraturan daerah (perda), setwan juga diminta membuat skenario tentang rapeda-raperda yang harus diselesaikan pada tahun anggaran berjalan. Mengingat, saat ini DPRD Jateng mendapat rapor merah terkait penyelesaian raperda setiap tahunnya. Padahal, sebelum akhir tahun dewan sudah menyelesaikan soal perda tersebut.

“Jika kita sudah menyelesaikan perda pada Desember, trus dikirim ke Mendagri pada Januari, maka DPRD akan dianggap tidak bisa menyelesaikan perda pada tahun anggaran berjalan. Karena itu, kalau bisa ada skenario atau target yang dibuat untuk menghindari raport merah soal penyelesaian perda,” terang Mohammad Saleh.

Lebih lanjut soal aspirasi rakyat, Mohammad Saleh mengemukakan DPRD Jateng memiliki tugas penting dalam menyerap aspirasi dan permasalahan masyarakat, serta mencari solusi bersama-sama dengan eksekutif. Hal itu untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, termasuk melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi.

Karena itu, DPRD Jateng juga terus berinovasi untuk menjadi parlemen modern, dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan efektivitas kinerja dan transparansi. Salah satunya dengan adanya aplikasi pengaduan masyarakat melalui “Wadul Dewan” “DPRD itu bukan eksekutor.

Bukan seperti Gubernur yang bisa langsung memerintah dinas jika ada aduan dari masyarakat. Karena itu, dewan butuh laporan berkala agar eksekusi atau penyelesainnya cepat. Karena, kalau kita tidak tahu ada aduan dari masyarakat, maka tidak ada tidak lanjutnya,” tandas Mohammad Saleh.***

Baca Lainnya

Aktivis IKAMI Sulsel Ini Minta Usut Tuntas Kasus Tindakan Kekerasan Penyiraman Air Keras kepada Andrie Yunus

30 Maret 2026 - 15:19 WIB

Pantau Langsung di Lapangan, Dandim 0711/Pemalang Pastikan KDKMP Comal Berjalan Optimal

30 Maret 2026 - 09:51 WIB

Pantau Langsung di Lapangan, Dandim 0711/Pemalang Pastikan KDKMP Comal Berjalan Optimal

Sukses Digelar, 108 Pecatur Ramaikan Turnamen Catur Piala Bupati Pemalang Cup 2026

30 Maret 2026 - 07:28 WIB

Bupati Anom Buka Turnamen Catur Pemalang Cup 2026, Tekankan Pembinaan Atlet Muda

Ribuan Warga Muhammadiyah Padati DPRD Pemalang, Halalbihalal Jadi Momentum Penguatan Ideologi

29 Maret 2026 - 15:54 WIB

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, KH Tafsir,

Jelang Penetapan Sekda, Legislator PKB Soroti Masalah Pendidikan hingga Kemiskinan di Kabupaten Pemalang

29 Maret 2026 - 15:33 WIB

Anggota DPRD Kabupaten Pemalang, Dr. H. Noor Rosyadi, SE MM
Trending di Daerah