Menu

Mode Gelap
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Kanwil XI Semarang Khitan Massal 229 Anak Paripurna DPRD Pemalang Diwarnai Kejanggalan, Pandangan Umum Fraksi PKB Dibacakan Wakil Ketua DPRD Wakil Ketua DPRD Pemalang Aris Ismail Ucapkan Selamat HUT ke-80 Bhayangkara, Dukung Polri Semakin Dekat dengan Masyarakat Pegadaian Cabang Jogoyudan Gelar Program ‘Mengetuk Pintu Langit’, Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Pencarian Hari Kedua Lansia Hilang di Hutan Wanatirta Brebes Masih Nihil, Tim SAR Lanjutkan Operasi Momentum HUT ke-80 Bhayangkara, Fahmidh Dhuha Apresiasi Polres Pemalang Ungkap Jaringan Sabu dan Ajak Generasi Muda Jauhi Narkoba

Daerah

Mohammad Saleh Sebut Pengawasan DPRD Harus Berbanding Lurus dengan Target Gubernur Jateng

badge-check


					Wakil Ketua DPRD Jateng, Mohammad Saleh Perbesar

Wakil Ketua DPRD Jateng, Mohammad Saleh

WARTA NASIONAL – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Tengah (Jateng) yang ikut mendorong dan menopang dari program serta target Gubernur Jateng yakni penyusunan rencana kerja dan rencana strategis Sekretariat (Renstra) DPRD Jateng perlu menyesuaikan dengan program serta target dari Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi.

“Sebagai lembaga yang punya fungsi pengawasan, maka pengawasan kita harus berbanding lurus dengan target Pak Gubernur. Contohnya, jika pada tahun pertama targetnya adalah soal insfrastruktur, maka kita juga harus fokus memberikan masukan kepada Gubernur soal infrastruktur,” ujar Wakil Ketua DPRD Jateng, Mohammad Saleh, saat berbicara dalam Forum Perangkat Daerah Renstra Setwan, belum lama ini.

Untuk fungsi membentuk peraturan daerah (perda), setwan juga diminta membuat skenario tentang rapeda-raperda yang harus diselesaikan pada tahun anggaran berjalan. Mengingat, saat ini DPRD Jateng mendapat rapor merah terkait penyelesaian raperda setiap tahunnya. Padahal, sebelum akhir tahun dewan sudah menyelesaikan soal perda tersebut.

“Jika kita sudah menyelesaikan perda pada Desember, trus dikirim ke Mendagri pada Januari, maka DPRD akan dianggap tidak bisa menyelesaikan perda pada tahun anggaran berjalan. Karena itu, kalau bisa ada skenario atau target yang dibuat untuk menghindari raport merah soal penyelesaian perda,” terang Mohammad Saleh.

Lebih lanjut soal aspirasi rakyat, Mohammad Saleh mengemukakan DPRD Jateng memiliki tugas penting dalam menyerap aspirasi dan permasalahan masyarakat, serta mencari solusi bersama-sama dengan eksekutif. Hal itu untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, termasuk melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi.

Karena itu, DPRD Jateng juga terus berinovasi untuk menjadi parlemen modern, dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan efektivitas kinerja dan transparansi. Salah satunya dengan adanya aplikasi pengaduan masyarakat melalui “Wadul Dewan” “DPRD itu bukan eksekutor.

Bukan seperti Gubernur yang bisa langsung memerintah dinas jika ada aduan dari masyarakat. Karena itu, dewan butuh laporan berkala agar eksekusi atau penyelesainnya cepat. Karena, kalau kita tidak tahu ada aduan dari masyarakat, maka tidak ada tidak lanjutnya,” tandas Mohammad Saleh.***

Baca Lainnya

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Kanwil XI Semarang Khitan Massal 229 Anak

3 Juli 2026 - 21:13 WIB

Paripurna DPRD Pemalang Diwarnai Kejanggalan, Pandangan Umum Fraksi PKB Dibacakan Wakil Ketua DPRD

3 Juli 2026 - 19:16 WIB

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pemalang, Slamet Ramuji saat menyampaikan pandangan umum fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) di DPRD Pemalang

Wakil Ketua DPRD Pemalang Aris Ismail Ucapkan Selamat HUT ke-80 Bhayangkara, Dukung Polri Semakin Dekat dengan Masyarakat

1 Juli 2026 - 11:14 WIB

Pegadaian Cabang Jogoyudan Gelar Program ‘Mengetuk Pintu Langit’, Salurkan Bantuan untuk Masyarakat

1 Juli 2026 - 10:38 WIB

Pencarian Hari Kedua Lansia Hilang di Hutan Wanatirta Brebes Masih Nihil, Tim SAR Lanjutkan Operasi

30 Juni 2026 - 20:25 WIB

Pencarian Hari Kedua Lansia Hilang di Hutan Wanatirta Brebes Masih Nihil, Tim SAR Lanjutkan Operasi
Trending di Daerah