Menu

Mode Gelap
Dr. Sudaryono Resmi Jadi Kepala BGN, Fahmidh Dhuha: Program MBG Harus Berlanjut Demi Generasi Emas Indonesia Budi Harsudiono Seto Aji Lolos Seleksi, Segera Dilantik Jadi Direktur Utama Perumda Tirta Mulia Pemalang Baliho ‘Sedulure Mas ADI7’ Bermunculan di Pemalang, Ada Apa? Anggota DPRD Pemalang Fahmidh Dhuha: Hari Anak Nasional 2026 Jadi Momentum Perkuat Peran Keluarga Fahmidh Dhuha Tinjau Pembangunan Bendungan Irigasi di Dusun Bungin Danasari, Solusi Atasi Air Laut Masuk Sawah Pegadaian Kanwil XI Semarang dan TP PKK Jateng Teken MoU, Dorong Literasi Keuangan dan Sampah Jadi Emas

Daerah

Mohammad Saleh Sebut Pengawasan DPRD Harus Berbanding Lurus dengan Target Gubernur Jateng

badge-check


					Wakil Ketua DPRD Jateng, Mohammad Saleh Perbesar

Wakil Ketua DPRD Jateng, Mohammad Saleh

WARTA NASIONAL – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Tengah (Jateng) yang ikut mendorong dan menopang dari program serta target Gubernur Jateng yakni penyusunan rencana kerja dan rencana strategis Sekretariat (Renstra) DPRD Jateng perlu menyesuaikan dengan program serta target dari Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi.

“Sebagai lembaga yang punya fungsi pengawasan, maka pengawasan kita harus berbanding lurus dengan target Pak Gubernur. Contohnya, jika pada tahun pertama targetnya adalah soal insfrastruktur, maka kita juga harus fokus memberikan masukan kepada Gubernur soal infrastruktur,” ujar Wakil Ketua DPRD Jateng, Mohammad Saleh, saat berbicara dalam Forum Perangkat Daerah Renstra Setwan, belum lama ini.

Untuk fungsi membentuk peraturan daerah (perda), setwan juga diminta membuat skenario tentang rapeda-raperda yang harus diselesaikan pada tahun anggaran berjalan. Mengingat, saat ini DPRD Jateng mendapat rapor merah terkait penyelesaian raperda setiap tahunnya. Padahal, sebelum akhir tahun dewan sudah menyelesaikan soal perda tersebut.

“Jika kita sudah menyelesaikan perda pada Desember, trus dikirim ke Mendagri pada Januari, maka DPRD akan dianggap tidak bisa menyelesaikan perda pada tahun anggaran berjalan. Karena itu, kalau bisa ada skenario atau target yang dibuat untuk menghindari raport merah soal penyelesaian perda,” terang Mohammad Saleh.

Lebih lanjut soal aspirasi rakyat, Mohammad Saleh mengemukakan DPRD Jateng memiliki tugas penting dalam menyerap aspirasi dan permasalahan masyarakat, serta mencari solusi bersama-sama dengan eksekutif. Hal itu untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, termasuk melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi.

Karena itu, DPRD Jateng juga terus berinovasi untuk menjadi parlemen modern, dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan efektivitas kinerja dan transparansi. Salah satunya dengan adanya aplikasi pengaduan masyarakat melalui “Wadul Dewan” “DPRD itu bukan eksekutor.

Bukan seperti Gubernur yang bisa langsung memerintah dinas jika ada aduan dari masyarakat. Karena itu, dewan butuh laporan berkala agar eksekusi atau penyelesainnya cepat. Karena, kalau kita tidak tahu ada aduan dari masyarakat, maka tidak ada tidak lanjutnya,” tandas Mohammad Saleh.***

Baca Lainnya

Dr. Sudaryono Resmi Jadi Kepala BGN, Fahmidh Dhuha: Program MBG Harus Berlanjut Demi Generasi Emas Indonesia

23 Juli 2026 - 16:47 WIB

Budi Harsudiono Seto Aji Lolos Seleksi, Segera Dilantik Jadi Direktur Utama Perumda Tirta Mulia Pemalang

23 Juli 2026 - 15:54 WIB

Baliho ‘Sedulure Mas ADI7’ Bermunculan di Pemalang, Ada Apa?

23 Juli 2026 - 13:24 WIB

Anggota DPRD Pemalang Fahmidh Dhuha: Hari Anak Nasional 2026 Jadi Momentum Perkuat Peran Keluarga

23 Juli 2026 - 10:27 WIB

Fahmidh Dhuha Tinjau Pembangunan Bendungan Irigasi di Dusun Bungin Danasari, Solusi Atasi Air Laut Masuk Sawah

20 Juli 2026 - 15:04 WIB

Anggota DPRD Kabupaten Pemalang, Fahmidh Dhuha, SM., MM., meninjau langsung pembangunan bendungan untuk irigasi di Dusun Bungin, Desa Danasari, Kabupaten Pemalang, pada Senin (20/7/2026).
Trending di Daerah