Menu

Mode Gelap
DA Peduli dan Golkar Pemalang Salurkan 318.500 Liter Air Bersih untuk Warga Pulosari, Bantarbolang dan Belik PTMSI Jateng dan Udinus Matangkan Persiapan POPDA, GOR Satria Siap Digunakan PTMSI Jateng Tiada Henti Perkuat Pembinaan Atlet Tenis Meja di Jawa Tengah HUT RI ke-81, Pertamina Patra Niaga Gelar Tebus Murah Sembako di 7 SPBU Jateng-DIY Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Muh Haris Ajak Masyarakat Siapkan Generasi Indonesia Emas 2045 600 Kader PDI Perjuangan Petarukan Dilantik Jadi Pengurus Ranting dan Anak Ranting

Daerah

Mohammad Saleh Apresiasi Setahun Kepemimpinan Luthfi–Yasin, Ingatkan Pemerataan Pembangunan

badge-check


					Mohammad Saleh Apresiasi Setahun Kepemimpinan Luthfi–Yasin, Ingatkan Pemerataan Pembangunan Perbesar

Mohammad Saleh Apresiasi Setahun Kepemimpinan Luthfi–Yasin, Ingatkan Pemerataan Pembangunan

WARTA NASIONAL – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Mohammad Saleh, mengapresiasi capaian kinerja pemerintahan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Maimoen, selama satu tahun terakhir masa kepemimpinan mereka.

Menurut Saleh, secara umum kinerja pemerintahan menunjukkan hasil positif jika mengacu pada indikator dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah. Meski demikian, ia menekankan pentingnya pemerataan pembangunan serta optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Secara indikator, mayoritas target terpenuhi. Tantangan berikutnya adalah memastikan pemerataan capaian pembangunan di seluruh wilayah. Ini yang akan kami dalami lewat rapat komisi bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD),” ujar Saleh saat menjadi pembicara dalam Forum Group Discussion (FGD) bertajuk Satu Tahun Kepemimpinan Luthfi–Yasin di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (23/2/2026).

Dalam forum tersebut, Saleh hadir bersama sejumlah narasumber lain, di antaranya Ketua Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TPPD) Jawa Tengah, Zulkifli, serta akademisi sekaligus Ketua Departemen Politik dan Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Diponegoro, Nur Hidayat Sardini.

Selain menyoroti pemerataan pembangunan, Saleh juga menekankan pentingnya kreativitas birokrasi dalam meningkatkan PAD. Menurutnya, strategi peningkatan pendapatan daerah tidak bisa hanya mengandalkan pajak daerah, melainkan juga harus memaksimalkan pemanfaatan aset pemerintah daerah dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

“Kita tidak bisa hanya bertumpu pada pajak. Aset daerah dan BUMD perlu dimaksimalkan agar bisa memberi kontribusi nyata terhadap pendapatan daerah,” katanya.

Ia juga menyinggung polemik penerapan opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang sempat menuai keberatan dari masyarakat. Saleh menilai respons Gubernur Ahmad Luthfi cukup cepat dengan menerbitkan kebijakan diskon pajak melalui surat keputusan gubernur.

Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan kepemimpinan yang responsif terhadap aspirasi masyarakat, meski di sisi lain berpotensi berdampak pada indikator pendapatan daerah dalam RPJMD.

“Artinya Pak Luthfi cukup demokratis terkait dengan aspirasi masyarakat yang muncul. Walaupun nanti itu berdampak terhadap indikator dalam RPJMD yaitu pendapatan asli daerah,” terangnya.

Dari perspektif kebijakan publik, lanjut Saleh, diskon pajak dapat menjadi strategi fiskal yang efektif. Selain meringankan beban masyarakat di tengah tekanan ekonomi, kebijakan itu juga berpotensi meningkatkan kepatuhan wajib pajak sehingga penerimaan daerah dapat tetap optimal.

“Bagi masyarakat, diskon memberikan rasa keuntungan. Ada pengurangan beban yang terasa signifikan, sehingga mendorong mereka untuk segera menyelesaikan kewajibannya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Saleh juga memberikan catatan terkait pentingnya penguatan komunikasi publik dari kepemimpinan Luthfi–Yasin. Ia mencontohkan kehadiran Gubernur saat meninjau perbaikan jalan maupun penanganan bencana sebagai bentuk kepemimpinan yang langsung dirasakan masyarakat.

“Kriteria dalam menilai kepemimpinan itu bukan hanya berbasis data, tapi juga ada aspek humanisme. Saya usul, aktivitas yang seperti itu walaupun tidak suka harus tetap disampaikan,” kata Saleh.

Menurutnya, publikasi kegiatan melalui media sosial penting agar masyarakat mengetahui berbagai upaya pemerintah yang telah dilakukan.

“Karena sesuatu yang baik jika disampaikan dengan baik akan menjadi baik. Tapi sesuatu yang baik karena tidak pernah disampaikan, orang tahunya tidak baik. Jadi menurut saya ini penting, media sosial itu suatu sunatullah,” pungkasnya.***

Baca Lainnya

DA Peduli dan Golkar Pemalang Salurkan 318.500 Liter Air Bersih untuk Warga Pulosari, Bantarbolang dan Belik

18 Agustus 2026 - 19:54 WIB

DA Peduli dan Golkar Pemalang Salurkan 318.500 Liter Air Bersih untuk Warga Pulosari, Bantarbolang, dan Belik

HUT RI ke-81, Pertamina Patra Niaga Gelar Tebus Murah Sembako di 7 SPBU Jateng-DIY

17 Agustus 2026 - 19:33 WIB

Tebus Murah Sembako Pertamina di 7 SPBU Jateng-DIY, Sekaligus Bantu Korban Gempa NTT

Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Muh Haris Ajak Masyarakat Siapkan Generasi Indonesia Emas 2045

17 Agustus 2026 - 12:38 WIB

Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Muh Haris Ajak Masyarakat Siapkan Generasi Indonesia Emas 2045

600 Kader PDI Perjuangan Petarukan Dilantik Jadi Pengurus Ranting dan Anak Ranting

16 Agustus 2026 - 18:39 WIB

BRI Unit Mulyoharjo Kembalikan Dokumen Agunan Nasabah, Permasalahan Telah Diselesaikan

15 Agustus 2026 - 10:47 WIB

BRI Kantor Cabang Pemalang, Jawa Tengah
Trending di Daerah