Menu

Mode Gelap
Info Loker! Lowongan Kerja Dapur SPPG di Kota Semarang, Butuh Chef dan Admin Medsos Sore Ini! Kode Redeem FF Terbaru Senin, 18 Mei 2026: Klaim Bundle Gintama hingga Emote Gratis Silaturahmi dan Nobar Film Dokumenter ‘Pesta Babi’ Akan Digelar di Pemalang, Catat Tanggalnya! Spesial Weekend! Kode Redeem Free Fire Terbaru Mei 2026, Klaim Bundle Gintoki hingga MP40 Cobra Gratis Info Kehilangan! Motor Honda Beat Deluxe Hilang Saat Jamaah Subuh di Masjid Darussalam Sugihwaras Jelang Idul Adha 2026, Mohammad Saleh Minta Pengawasan Hewan Kurban Diperketat

Opini

Menakar Kembali Arti Pemimpin yang Mendapat Naungan

badge-check


					dr. Darmanto, SH, M.Kes, SpPD, FINASIM, FISQua Perbesar

dr. Darmanto, SH, M.Kes, SpPD, FINASIM, FISQua

Oleh : dr. Darmanto, SH, M.Kes, SpPD, FINASIM, FISQua

WARTA NASIONAL – Apakah kita juga seorang pemimpin?

Pernahkah kita berhenti sejenak dan bertanya, “apakah aku seorang pemimpin?”
Banyak dari kita mungkin spontan menjawab,”BUKAN”.
Aku bukan kepala dinas, bukan direktur, bukan orang yang punya jabatan penting.”
Tapi benarkah kepemimpinan hanya dimiliki oleh mereka yang duduk di kursi tinggi?

Ada hadis Nabi yang menegaskan bahwa setiap kita adalah pemimpin, Kullukum Ra’in Wakullukum mas’ulun ‘an Ra’iyyatihi Sesungguhnya setiap kita adalah pemimpin yang akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.

Ada pepatah bijak dalam falsafah Jawa, Sapa mikul dhuwur, mendhem jero. Barangsiapa yang memikul kehormatan dan memendam aib sesamanya dialah pemimpin yang memuliakan. Artinya kepemimpinan tak diukur dari kewenangan, tetapi dari kehalusan budi dan kebesaran jiwa.

Seorang ibu rumah tangga yang sabar membesarkan anak-anaknya adalah pemimpin. Seorang staf yang bekerja dengan sungguh-sungguh dan menjaga semangat timnya, juga pemimpin. Teman yang menjadi pendengar yang baik dan penguat bagi yang mulai lelah, dia pun sedang menjalankan kepemimpinan sejati.

Kepemimpinan bukanlah cuma soal posisi melainkan tentang pengaruh yang menumbuhkan. Bukan tentang siapa yang harus tunduk pada kita tapi tentang siapa yang bisa tumbuh karena kehadiran kita.

Sahabat Nabi Ali bin Abi Thalib pernah berkata
“Nilai seseorang tergantung pada apa yang ia lakukan dengan ilmunya.”
Kepemimpinan adalah bagaimana kita menggunakan pengetahuan dan pengalaman kita untuk membimbing, menguatkan dan memanusiakan orang lain.

John C. Maxwell mengatakan dalam The 5 Levels of Leadership,
People follow you because of what you have done for them.
Artinya orang akan mengikuti bukan karena jabatan tetapi karena dampak nyata yang kita berikan dalam hidup mereka.

Peter Drucker juga pernah menyampaikan
The best way to predict the future is to create it
Menggapai masa depan bukan hanya dengan rencana besar semata tapi dengan tindakan kecil yang membangkitkan orang-orang di sekitar kita.

Mari kita mulai menjadi pemimpin dengan melakukan tindakan sederhana, mendengar dengan empati, memberi contoh yang baik, menyemangati yang lelah, dan menyatukan yang tercerai.

Karena pemimpin sejati tidak dilahirkan oleh struktur tapi oleh keberanian untuk bertanggung jawab dan kesediaan untuk mengangkat yang lain bersama dirinya.

Pepatah Jawa mengatakan Ajining dhiri ana ing lathi, ajining raga ana ing busana. Maka kepemimpinan sejati dibangun dari tutur yang meneduhkan dan laku yang memuliakan.

Dan jika kita menanamkan niat baik dalam memimpin walau dalam ruang kecil sekalipun insyaAllah ada tempat istimewa yang Allah janjikan yaitu naungan pada hari yang tidak ada naungan selain dari-Nya.

Semoga kita semua termasuk dalam golongan itu.

*) Dokter yang juga aktivis sosial kemasyarakatan serta pegiat dunia digital ***

Baca Lainnya

Saat Beras dan Doa Jadi Restu di Tanah Rencong

13 Mei 2026 - 08:25 WIB

Thaharah Mu’asyirah

Tradisi atau Adat Istiadat Daerah: Mekhadat di Aceh Tenggara

12 Mei 2026 - 14:35 WIB

Sopy Khadijah UIN Sultanah Nahrasiah Fakultas Tarbiah dan Ilmu Keguruan prodi Tadris Bahasa Indonesia

ASN Curang di Brebes: Bupati Jangan Hanya Bisa ‘Geram’

2 Mei 2026 - 15:28 WIB

Aristianto Zamzami

Merawat Identitas di Tanah Rantau: Filosofi “Temu Manten” Masyarakat Transmigran di Atu Lintang

28 April 2026 - 19:27 WIB

Temu Manten

GERD dan Psikosomatis: Keluhan Nyeri Nyata atau dibuat-buat?

24 April 2026 - 08:09 WIB

dr. Darmanto, SH, M.Kes, SpPD, FINASIM, FISQua
Trending di Opini