Menu

Mode Gelap
Dr. Sudaryono Resmi Jadi Kepala BGN, Fahmidh Dhuha: Program MBG Harus Berlanjut Demi Generasi Emas Indonesia Budi Harsudiono Seto Aji Lolos Seleksi, Segera Dilantik Jadi Direktur Utama Perumda Tirta Mulia Pemalang Baliho ‘Sedulure Mas ADI7’ Bermunculan di Pemalang, Ada Apa? Anggota DPRD Pemalang Fahmidh Dhuha: Hari Anak Nasional 2026 Jadi Momentum Perkuat Peran Keluarga Fahmidh Dhuha Tinjau Pembangunan Bendungan Irigasi di Dusun Bungin Danasari, Solusi Atasi Air Laut Masuk Sawah Pegadaian Kanwil XI Semarang dan TP PKK Jateng Teken MoU, Dorong Literasi Keuangan dan Sampah Jadi Emas

Daerah

Kafe Buzz KTV Pemalang di Demo Aliansi Ormas, Ini Tuntutannya!

badge-check


					Kafe Buzz KTV Pemalang di Demo Aliansi Ormas, Ini Tuntutannya! Perbesar

Kafe Buzz KTV Pemalang di Demo Aliansi Ormas, Ini Tuntutannya!

WARTANASIONAL.COM – Gabungan ormas berunjuk rasa menuntut dibongkarnya tower ilegal hingga penutupan tempat karaoke yang tak kantongi izin penjualan minuman beralkohol di Kabupaten Pemalang.

Ormas-ormas yang tergabung dalam ‘Aliansi Pantura Bersatu’ itu berunjuk rasa di depan Kantor Bupati Pemalang, Kamis (13/2/2025). Mereka diantaranya 234 SC, LMPI, WPSP, СМІ, serta Gerakan Buruh dan Pekerja Indonesia Raya.

“Kami minta Pak Bupati memberantas mafia tower yang sudah mendirikan tower di Pemalang tanpa izin resmi.” kata Yogo Darminto, Ketua Aliansi Pantura Bersatu dalam orasinya.

Kita juga minta agar tempat karaoke yang tak punya izin menjual minol (minuman beralkohol) ditutup!.” imbuhnya.

Dalam aksinya ini, Aliansi Pantura Bersatu menyoroti berdirinya tower di Desa Saradan, Pemalang, Kabupaten Pemalang yang diduga tak mengantongi izin, bahkan berdiri di atas lahan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

Tuntutan lainnya adalah menutup Kafe dan Karaoke BUZZ Pemalang yang diduga tak memiliki izin untuk menjual minuman beralkohol. Dua hal itu, mereka sebut-sebut melanggar Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Pemalang.

Setelah sempat berorasi di depan gerbang Pendopo Kantor Bupati Pemalang, perwakilan Aliansi Pantura Bersatu kemudian beraudiensi dengan Asisten Pemerintahan dan Kesra, Tutuko Raharjo dan jajaran OPD Pemkab Pemalang.

Tutuko Rahardjo mengakui selama ini pemerintah abai dengan adanya tower ilegal di Saradan itu. Pendirian oleh PT Tower Bersama tersebut, diketahui tidak mengantongi izin dan berdiri di atas lahan LP2B.

“Sejauh ini untuk Tower Saradan memang kita belum pernah mengeluarkan izin. Tower itu sudah pernah mengajukan izin, tapi Pemkab tidak memberikan izin, sampai hari ini.” terangnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Pemalang, Achmad Hidayat, meminta agar para pengunjuk rasa bersabar dalam upaya penindakan tower ini. Pasalnya, harus ada tahapan dan prosedur yang dilalui. Pihaknya tak bisa sekonyong-konyong menyegel atau menutup tower.

“Kami minta panjenengan memberikan kepercayaan kepada kami, kami harus konfirmasi dulu, apalagi sampai tahap pembongkaran. Termasuk yang karaoke BUZZ akan kami tindak.” jelasnya.

Aliansi Pantura Bersatu tak puas dengan jawaban dari Pemerintah Kabupaten Pemalang. Mereka meminta agar hari ini ada tindakan dari Pemerintah Kabupaten Pemalang terhadap tower ilegal tersebut. Setidaknya, pencabutan listrik tower.

Tak hanya itu, mereka juga minta Kafe Karaoke BUZZ ditutup.

“Kalau memang ilegal, jelas-jelas tidak punya izin, kenapa harus pakai prosedur. Ini sebetulnya ada apa?” teriak salah satu perwakilan aliansi.

“Kami minta panjenengan memberikan kepercayaan kepada kami, kami harus konfirmasi dulu, apalagi sampai tahap pembongkaran. Termasuk yang karaoke BUZZ akan kami tindak.” jelasnya.

Aliansi Pantura Bersatu tak puas dengan jawaban dari Pemerintah Kabupaten Pemalang. Mereka meminta agar hari ini ada tindakan dari Pemerintah Kabupaten Pemalang terhadap tower ilegal tersebut. Setidaknya, pencabutan listrik tower.

Tak hanya itu, mereka juga minta Kafe Karaoke BUZZ ditutup.

“Kalau memang ilegal, jelas-jelas tidak punya izin, kenapa harus pakai prosedur. Ini sebetulnya ada apa?” teriak salah satu perwakilan aliansi.

Merasa kecewa dengan ketidaktegasan Pemerintah Kabupaten Pemalang, Aliansi Pantura Bersatu kemudian memilih keluar dari ruang audiensi dan menegaskan akan terus berorasi. Hingga berita ini diunggah, aksi unjuk rasa pun masih berlangsung.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dr. Sudaryono Resmi Jadi Kepala BGN, Fahmidh Dhuha: Program MBG Harus Berlanjut Demi Generasi Emas Indonesia

23 Juli 2026 - 16:47 WIB

Budi Harsudiono Seto Aji Lolos Seleksi, Segera Dilantik Jadi Direktur Utama Perumda Tirta Mulia Pemalang

23 Juli 2026 - 15:54 WIB

Baliho ‘Sedulure Mas ADI7’ Bermunculan di Pemalang, Ada Apa?

23 Juli 2026 - 13:24 WIB

Anggota DPRD Pemalang Fahmidh Dhuha: Hari Anak Nasional 2026 Jadi Momentum Perkuat Peran Keluarga

23 Juli 2026 - 10:27 WIB

Fahmidh Dhuha Tinjau Pembangunan Bendungan Irigasi di Dusun Bungin Danasari, Solusi Atasi Air Laut Masuk Sawah

20 Juli 2026 - 15:04 WIB

Anggota DPRD Kabupaten Pemalang, Fahmidh Dhuha, SM., MM., meninjau langsung pembangunan bendungan untuk irigasi di Dusun Bungin, Desa Danasari, Kabupaten Pemalang, pada Senin (20/7/2026).
Trending di Daerah