Menu

Mode Gelap
Terpuruk! IPM Pemalang Peringkat Buncit, Pemerataan Pembangunan Dipertanyakan Mohammad Saleh: NU Harus Konsisten Kawal Pembangunan Jateng INSIP Siap Jadi Universitas Islam Pemalang Pasca Bencana Tanah Bergerak di Desa Padasari, LPBI NU MWC Jatinegara Bantu Air Bersih 24.000 liter Kunjungan Perpustakaan Jateng Capai 4,3 Juta Orang, Mohammad Saleh Minta Aktivitas Literasi Digeliatkan FTIK USM Perkuat Literasi Digital Berbasis Gender bagi Perempuan Pesisir Tambakrejo

Daerah

HPSN 2026, Bupati Pemalang Soroti Pentingnya Pengelolaan Sampah dari Lingkungan Terkecil

badge-check


					HPSN 2026, Bupati Pemalang Soroti Pentingnya Pengelolaan Sampah dari Lingkungan Terkecil Perbesar

HPSN 2026, Bupati Pemalang Soroti Pentingnya Pengelolaan Sampah dari Lingkungan Terkecil

WARTA NASIONAL – Pemerintah Kabupaten Pemalang mengikuti peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 bersama 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah melalui zoom meeting, Selasa (24/2/2026).

Kegiatan tersebut dipusatkan secara luring di Pantai Jodo, Kabupaten Batang, dan dipimpin oleh Gubernur Jawa Tengah.

Usai kegiatan, Bupati Pemalang Anom Widiyantoro menegaskan bahwa persoalan sampah merupakan isu nasional yang harus ditangani secara sistematis dan berkelanjutan, dimulai dari lingkungan terkecil.

“Hari Peduli Sampah Nasional ini mengingatkan kita bahwa sampah adalah masalah nasional, tetapi penyelesaiannya harus dimulai dari diri sendiri, dari keluarga, RT, RW, hingga masyarakat luas,” ujarnya.

Dalam upaya memperkuat pengelolaan sampah, Pemkab Pemalang telah menjalin kerja sama regional dengan Kota dan Kabupaten Pekalongan. Selain itu, konsep pemilahan sampah dari sumbernya akan terus dimaksimalkan sebagai langkah awal pengurangan volume sampah.

Tak hanya itu, Pemalang juga menginisiasi pembangunan sumur resapan dan biopori untuk mereduksi sampah organik. Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) telah diminta membuat minimal 5 hingga 10 sumur resapan di masing-masing kantor. Program tersebut akan dilanjutkan ke sekolah-sekolah hingga rumah tangga.

“Kita masifkan gerakan ini. OPD sudah mulai, nanti sekolah-sekolah dan masyarakat juga kita dorong agar membuat sumur resapan dan biopori di rumah masing-masing. Jika ini dilakukan bersama, beban pengelolaan sampah akan jauh lebih ringan,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam arahannya menyampaikan bahwa produksi sampah di Jawa Tengah mencapai hampir 6,4 juta ton per tahun, namun baru sekitar 60 persen yang dapat diproses. Ia meminta para bupati dan wali kota tidak berhenti pada penandatanganan MoU pengelolaan sampah, tetapi segera menindaklanjuti dengan aksi nyata serta penyampaian data yang akurat.

Menurutnya, target pemerintah pusat pada 2029 adalah tercapainya zero sampah, sehingga diperlukan sinergi kuat antara pemerintah daerah, instansi vertikal, serta partisipasi aktif masyarakat.

Dalam momentum tersebut juga dilakukan launching Gerakan Jawa Tengah ASRI yang melibatkan 35 kabupaten/kota. Gerakan ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam membangun budaya bersih dan peduli lingkungan, bukan sekadar kegiatan seremonial.

Selain penanganan sampah, Gubernur juga menekankan pentingnya penghijauan di wilayah pesisir. Dengan panjang garis pantai Jawa Tengah mencapai 920 kilometer yang rawan rob, program penanaman mangrove dan tanaman pantai lainnya terus digencarkan sebagai langkah preventif mencegah bencana.

Launching Gerakan Jawa Tengah ASRI ditandai dengan pemukulan kentongan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah bersama Forkopimda, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, serta Bupati Batang sebagai simbol dimulainya gerakan kolektif menuju Jawa Tengah yang bersih, hijau, dan berkelanjutan.***

Baca Lainnya

Terpuruk! IPM Pemalang Peringkat Buncit, Pemerataan Pembangunan Dipertanyakan

21 April 2026 - 21:51 WIB

IPM Jawa Tengah 2025 Capai 74,77, Pemalang Terendah di Posisi 35

Mohammad Saleh: NU Harus Konsisten Kawal Pembangunan Jateng

21 April 2026 - 08:10 WIB

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah Mohammad Saleh menghadiri acara “Halalbihalal Ngumpulke Balung Pisah Warga NU se-Jateng” yang digelar di Hotel Pandanaran, Kota Semarang pada Minggu, 19 April 2026 malam.

Pasca Bencana Tanah Bergerak di Desa Padasari, LPBI NU MWC Jatinegara Bantu Air Bersih 24.000 liter

19 April 2026 - 10:42 WIB

Ketua Lembaga Penanggulan Bencana dan Iklim Nahdatu Ulama (LPBI NU) MWC NU Jatinegara Rereb Kanthi Pangestu saat Menyalurkan air bersih

Kunjungan Perpustakaan Jateng Capai 4,3 Juta Orang, Mohammad Saleh Minta Aktivitas Literasi Digeliatkan

19 April 2026 - 09:16 WIB

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh,

FTIK USM Perkuat Literasi Digital Berbasis Gender bagi Perempuan Pesisir Tambakrejo

18 April 2026 - 16:08 WIB

FTIK USM Perkuat Literasi Digital Berbasis Gender bagi Perempuan Pesisir Tambakrejo
Trending di Daerah