Menu ✖

Mode Gelap
Ketua DPD Golkar Jateng Mohammad Saleh Dorong AMPG Rangkul Seluruh Elemen Pemuda dan Bentuk Satgas Bencana Pegadaian Kanwil XI Semarang Hidupkan Semangat Berbagi Lewat Program Mengetuk Pintu Langit BRI Peduli TJSL Dukung Pembangunan Talud Saluran Irigasi Desa Banjarsari Pemalang BRI Pemalang Salurkan Program TJSL untuk Perbaikan Jalan Desa Danasari BRI Peduli TJSL Bangun Sarana Ibadah di Rutan Kelas IIB Pemalang, Dukung Pembinaan Spiritual Warga Binaan Rosi Alfon Nugroho hingga Novi Lailatul Faroh Dilantik, Ini Jabatan Barunya

Daerah

Festival Literasi Pemalang 2026 Ditutup dengan Bedah Buku tentang Sarajevo

badge-check


					Festival Literasi Pemalang 2026 Ditutup dengan Bedah Buku tentang Sarajevo Perbesar

Festival Literasi Pemalang 2026 Ditutup dengan Bedah Buku tentang Sarajevo

WARTA NASIONAL — Festival Literasi Kabupaten Pemalang Tahun 2026 resmi ditutup melalui kegiatan bedah buku Simfoni Tiga Peradaban di Eropa karya Dr. Mahendra di GOR Kridanggo Pemalang, Selasa (4/8/2026).

Kegiatan tersebut diikuti para siswa SMP dan SMA dari berbagai sekolah di Kabupaten Pemalang.

Bedah buku menjadi penutup rangkaian festival sekaligus sarana mendorong minat baca, wawasan dan budaya literasi generasi muda.

Mewakili Kepala Dinperpuska Pemalang, Kepala Bidang Perpustakaan Edi Sutriyono mengatakan Festival Literasi digelar untuk mendorong pelajar gemar membaca, berpikir kritis dan memperluas wawasan sebagai bekal menghadapi masa depan.

Dalam kegiatan tersebut, Edi menyoroti Sarajevo, ibu kota Bosnia dan Herzegovina, yang memiliki sejarah panjang serta kehidupan masyarakat dengan keberagaman agama dan budaya.

Menurutnya, pengalaman Sarajevo memiliki relevansi dengan Indonesia yang juga dikenal sebagai negara multikultural.

“Melalui buku ini kita bisa belajar dari bangsa lain sekaligus melihat besarnya potensi bangsa kita. Festival Literasi juga kami selenggarakan agar adik-adik semakin gemar membaca dan memiliki daya kritis terhadap berbagai bacaan,” ujarnya.

Bedah buku dipandu Eri Maritim dengan Mahendra sebagai narasumber. Mahendra menceritakan bahwa buku tersebut berawal dari tulisan-tulisannya di berbagai platform digital, seperti blog, Facebook, Instagram dan YouTube.

Tulisan mengenai Sarajevo yang dibuatnya sejak 2019 hingga 2022 kemudian menarik perhatian editor dan penerbit hingga berkembang menjadi sebuah buku.

Mahendra menjelaskan Sarajevo menjadi salah satu simbol penting dalam sejarah Perang Bosnia 1992–1995. Menurutnya, peristiwa tersebut memberikan pelajaran bahwa perbedaan yang tidak dikelola dengan baik dapat berkembang menjadi konflik.

Ia mengajak generasi muda Indonesia untuk menjaga persatuan, menghargai keberagaman dan memperkuat toleransi.

“Mulailah menulis dari apa yang kalian lihat dan alami. Media digital bisa menjadi ruang awal untuk menuangkan gagasan hingga suatu saat berkembang menjadi sebuah karya,” pesannya.

Festival Literasi Kabupaten Pemalang 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi mampu membangun kebiasaan membaca dan menulis serta membentuk generasi muda yang kritis, kreatif dan terbuka terhadap keberagaman.**

Baca Lainnya

Ketua DPD Golkar Jateng Mohammad Saleh Dorong AMPG Rangkul Seluruh Elemen Pemuda dan Bentuk Satgas Bencana

23 Oktober 2026 - 14:54 WIB

BRI Peduli TJSL Dukung Pembangunan Talud Saluran Irigasi Desa Banjarsari Pemalang

22 Oktober 2026 - 22:30 WIB

BRI Pemalang Salurkan Program TJSL untuk Perbaikan Jalan Desa Danasari

22 Oktober 2026 - 21:48 WIB

BRI Peduli TJSL Bangun Sarana Ibadah di Rutan Kelas IIB Pemalang, Dukung Pembinaan Spiritual Warga Binaan

22 Oktober 2026 - 20:05 WIB

Rosi Alfon Nugroho hingga Novi Lailatul Faroh Dilantik, Ini Jabatan Barunya

21 Oktober 2026 - 22:41 WIB

Trending di Daerah