WARTA NASIONAL – Ketua DPD Partai Golkar Jawa Tengah, Dr. Mohammad Saleh, S.T., S.H., M.En., mendorong Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) untuk menjadi wadah yang mampu merangkul berbagai kelompok pemuda dan remaja dari beragam organisasi kemasyarakatan (ormas) maupun elemen kepemudaan lainnya.
Menurut Mohammad Saleh, AMPG tidak hanya menjadi ruang bagi kader muda Partai Golkar, tetapi juga perlu membangun komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai kelompok pemuda di tengah masyarakat.
Ia menyebutkan, elemen yang perlu dirangkul antara lain Pemuda Nahdlatul Ulama (NU), Pemuda Muhammadiyah, organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP), serta kelompok kepemudaan lainnya.
“AMPG sebagai sayap pemuda Partai Golkar harus mampu menampung semua kelompok pemuda dan remaja yang ada di ormas-ormas Golkar maupun kelompok pemuda lainnya. Baik Pemuda NU, Pemuda Muhammadiyah, OKP kepemudaan, dan elemen lainnya,” ujar Mohammad Saleh.
Menurutnya, keterlibatan berbagai kelompok pemuda tersebut penting untuk memperluas ruang komunikasi, memperkuat kebersamaan, serta mendorong kontribusi generasi muda dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat.
Selain penguatan peran kepemudaan, Mohammad Saleh juga menekankan pentingnya pembentukan satuan tugas (satgas) penanggulangan bencana alam di setiap kabupaten di Jawa Tengah.
Gagasan tersebut diharapkan dapat mendorong kesiapsiagaan pemuda dalam menghadapi potensi bencana alam di daerah masing-masing.
Dengan adanya satgas, para pemuda diharapkan dapat terlibat dalam kegiatan sosial, edukasi kebencanaan, serta membantu masyarakat ketika terjadi bencana sesuai dengan kemampuan dan koordinasi bersama pihak terkait.
Lebih lanjut, Mohammad Saleh berharap semakin banyak generasi muda yang mengambil peran strategis di berbagai sektor, mulai dari politik dan pemerintahan hingga dunia usaha dan bidang profesional lainnya.
“Ke depan, harus semakin banyak anak muda yang aktif di legislatif, eksekutif, menjadi pengusaha, dan berkiprah di sektor lainnya,” tegasnya.
Ia mendorong generasi muda untuk tidak hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan, tetapi juga berani mengambil peran, meningkatkan kapasitas diri, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Melalui penguatan AMPG, kolaborasi lintas organisasi kepemudaan, pembentukan satgas bencana di tingkat kabupaten, dan peningkatan partisipasi anak muda di berbagai sektor, diharapkan generasi muda memiliki ruang yang lebih luas untuk berkembang sekaligus berkontribusi bagi kemajuan daerah dan bangsa.















