WARTA NASIONAL — Ribuan santri, muhibbin, dan masyarakat umum memadati sejumlah ruas jalan di Kabupaten Demak dalam kegiatan Gowes Sareng Gus Dlowi 2026 bertajuk “Jejak Wali Mencintai Negeri”. Sekitar 6.000 peserta mengikuti kegiatan yang digelar pada Selasa (25/8/2026) malam hingga Rabu (26/8/2026) dini hari tersebut.
Kegiatan ini menjadi salah satu cara masyarakat Demak memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus menumbuhkan semangat persatuan, silaturahmi, dan kecintaan terhadap tanah air.
Gowes Sareng Gus Dlowi digagas bersama Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hidayat Krasak, Temuroso, Guntur, Demak, KH Ahmad Baidlowi Misbah atau yang akrab disapa Gus Dlowi.
Tidak sekadar bersepeda, kegiatan tersebut dikemas dengan rangkaian ziarah ke makam wali dan tokoh penyebar Islam di Demak. Konsep ini menjadi daya tarik tersendiri karena peserta dapat berolahraga sekaligus mengenang sejarah perjuangan para pendahulu.
Peserta mayoritas menggunakan sepeda ontel. Rombongan juga diikuti masyarakat yang menggunakan sepeda motor, mobil, hingga kereta odong-odong untuk mendampingi perjalanan.
Rute gowes dimulai dari kawasan Ponpes Al-Hidayat Krasak. Rombongan kemudian bergerak menuju Kadilangu, Masjid Agung Demak, Makam Nyai Ratu Lembah, dan berakhir di Alun-Alun Demak.
Sebelum keberangkatan, kegiatan diawali dengan salat Isya berjamaah bersama Gus Dlowi. Peserta kemudian melaksanakan ziarah ke Makam KH Misbachul Munir Mubarok sebelum berkumpul di titik pemberangkatan.
Dalam perjalanan, rombongan melakukan ziarah di sejumlah lokasi bersejarah, di antaranya Makam Sunan Kalijaga, Makam Sultan Fatah, serta Makam Nyai Ratu Lembah.
Setelah tiba di Alun-Alun Demak, rangkaian acara dilanjutkan dengan maulid Nabi, menyanyikan lagu Indonesia Raya, pesta kembang api, serta pembagian berbagai hadiah doorprize.
Sejumlah hadiah menarik disiapkan bagi peserta, mulai dari sepeda listrik, sepeda konvensional, kulkas, kompor hingga mesin cuci.
Gus Dlowi mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, tetapi juga menjadi momentum untuk mengenang dan meneladani perjuangan para pahlawan bangsa maupun agama.
Menurutnya, para pejuang terdahulu telah memberikan pengorbanan besar dalam mempertahankan bangsa dan agama. Mereka rela berpindah dari satu tempat ke tempat lain serta mengorbankan harta hingga jiwa dan raga.
Karena itu, Gus Dlowi mengajak masyarakat untuk melanjutkan perjuangan tersebut dengan menjaga persatuan dan keutuhan bangsa sesuai dengan peran masing-masing.
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk mendoakan para pahlawan agar memperoleh tempat yang mulia di sisi Allah SWT.
Sementara itu, antusiasme peserta terlihat dari keikutsertaan mereka yang berlangsung secara konsisten setiap tahun. Salah satunya Rofiul Huda yang mengaku telah lima kali mengikuti Gowes Sareng Gus Dlowi.
Ia menilai kegiatan tersebut semakin meriah dari tahun ke tahun. Namun, menurutnya, hal yang paling penting adalah kesempatan untuk mempererat silaturahmi sekaligus berziarah bersama Gus Dlowi.
“Alhamdulillah senang sekali, gembira sekali malam ini bisa mengikuti Gowes Sareng Gus Dlowi untuk yang kelima kalinya. Dari tahun ke tahun saya merasakan semakin meriah. Namun yang paling penting kita bisa silaturahmi dan menziarahi para wali bersama guru kami Gus Dlowi,” ujarnya.
Gowes Sareng Gus Dlowi 2026 pun diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Semangat menelusuri jejak para wali dan mengenang perjuangan para pahlawan diharapkan mampu menjadi inspirasi masyarakat untuk terus menjaga persatuan, memperkuat silaturahmi, serta menumbuhkan kecintaan terhadap bangsa dan negara.***













