WARTA NASIONAL – Ketua Umum Pengurus Provinsi Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Jawa Tengah, Brigjen Pol (Purn.) Drs. Lukas Arry Dwiko Utomo, melakukan survei venue cabang olahraga (cabor) tenis meja yang akan digunakan pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Jawa Tengah 2026.
Kegiatan tersebut berlangsung di GOR Satria Udinus, Semarang, pada Rabu (5/8/2026).
Survei dilakukan sebagai bagian dari persiapan penyelenggaraan POPDA Jawa Tengah yang dijadwalkan berlangsung pada 1–6 September 2026 di Kota Semarang.
Pada ajang tersebut, cabang olahraga tenis meja akan mempertandingkan nomor dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP), hingga Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA).
Dalam kesempatan tersebut, Lukas Arry Dwiko Utomo menegaskan bahwa survei venue merupakan langkah awal yang sangat penting untuk memastikan seluruh aspek penyelenggaraan pertandingan berjalan optimal.
“Survei ini dilakukan untuk memastikan kesiapan venue, sarana dan prasarana pertandingan, serta berbagai kelengkapan pendukung lainnya agar pelaksanaan pertandingan tenis meja pada POPDA Jawa Tengah 2026 dapat berjalan lancar, aman, dan sukses,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Pengurus Provinsi PTMSI Jawa Tengah mendapat kepercayaan dari Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jawa Tengah sebagai pelaksana teknis pertandingan cabang olahraga tenis meja pada POPDA tahun ini.
Karena itu, seluruh persiapan harus dilakukan secara matang, mulai dari kesiapan lapangan pertandingan, perlengkapan teknis, perangkat pertandingan, hingga sistem pelaksanaan pertandingan.
Survei venue tersebut juga dihadiri jajaran Dispora Provinsi Jawa Tengah, perwakilan Bank Jateng, serta seluruh pengurus Pengprov PTMSI Jawa Tengah yang terlibat dalam kepanitiaan dan persiapan penyelenggaraan pertandingan.
Masih di hari yang sama, usai melakukan survei di GOR Satria Udinus, Ketua Umum PTMSI Jawa Tengah melanjutkan agenda dengan meninjau Pusat Latihan Atlet Pelajar Tenis Meja yang berada di kompleks Stadion Jatidiri, Semarang.
Peninjauan tersebut bertujuan untuk melihat secara langsung sistem pembinaan atlet pelajar yang selama ini diterapkan, sekaligus mengevaluasi kondisi sarana dan prasarana latihan yang tersedia sebagai penunjang peningkatan prestasi atlet muda Jawa Tengah.
Menurut Lukas, pembinaan atlet usia pelajar menjadi fondasi penting dalam mencetak regenerasi atlet tenis meja berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Seluruh hasil survei venue, kesiapan fasilitas pertandingan, kebutuhan perlengkapan, hingga mekanisme dan sistem pertandingan kemudian dibahas secara mendalam dalam rapat persiapan bersama bidang-bidang terkait di lingkungan Pengprov PTMSI Jawa Tengah.
Rapat tersebut dilaksanakan pada Kamis (6/8) di ruang rapat SPJT Semarang sebagai tindak lanjut untuk mematangkan seluruh persiapan menjelang bergulirnya POPDA Jawa Tengah 2026.
Dengan rangkaian persiapan yang terus dimatangkan, Pengprov PTMSI Jawa Tengah optimistis pelaksanaan cabang olahraga tenis meja pada POPDA Jawa Tengah 2026 akan berlangsung sukses, sekaligus menjadi ajang pembinaan dan pencarian bibit-bibit atlet tenis meja terbaik dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah.***















