WARTA NASIONAL – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, mengajak para santri di Jawa Tengah memanfaatkan Program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren Tahun 2026 yang dibuka Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Program tersebut dinilai menjadi peluang besar untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus memperluas akses pendidikan tinggi bagi kalangan pesantren.
Menurut Saleh, beasiswa yang disediakan Pemprov Jateng merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan kesempatan lebih luas bagi santri dan pengasuh pesantren untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi.
“Program ini sangat baik untuk mendukung peningkatan kualitas SDM santri. Kesempatan seperti ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin,” ujar Saleh di Semarang.
Ketua DPD Partai Golkar Jawa Tengah itu menilai, keberadaan program beasiswa tersebut dapat menjadi motivasi bagi para santri untuk terus meningkatkan kapasitas akademik sekaligus memperkuat kontribusi pesantren dalam pembangunan daerah.
“Santri memiliki potensi besar. Dengan dukungan pendidikan yang baik, mereka dapat menjadi generasi yang unggul dan berdaya saing,” katanya.
Ia menambahkan, semakin terbukanya akses pendidikan bagi kalangan pesantren merupakan langkah penting dalam mewujudkan pemerataan kesempatan belajar dan peningkatan kualitas SDM di Jawa Tengah.
Pemprov Jateng sendiri telah membuka pendaftaran Program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren Tahun 2026 yang mencakup bantuan pendidikan mulai jenjang vokasi, sarjana (S1), magister (S2), hingga doktoral (S3), baik di dalam maupun luar negeri.
Untuk program beasiswa santri vokasi dan S1 dalam negeri, pendaftaran dibuka mulai 18 Februari hingga 10 Juli 2026. Tahapan seleksi berlangsung pada 13 Juli hingga 1 Agustus 2026, dengan pengumuman hasil pada 3 Agustus 2026.
Sementara itu, pendaftaran program luar negeri dibuka mulai 18 Februari hingga 13 Juni 2026. Program tersebut mencakup beasiswa S1 luar negeri, program double degree, serta studi keislaman di Al Azhar Mesir, Al Ahqof Yaman, dan Imam Syafi’i Yaman.
Saleh menilai fasilitas yang diberikan dalam program tersebut sangat membantu para penerima manfaat. Untuk beasiswa dalam negeri, Pemprov Jateng menanggung penuh Uang Kuliah Tunggal (UKT) hingga delapan semester.
Adapun penerima beasiswa luar negeri akan mendapatkan pembiayaan yang mencakup biaya kuliah, biaya hidup, pengurusan visa, asuransi, hingga tiket pesawat pulang-pergi dari Semarang menuju negara tujuan.
“Karena santri yang memiliki pendidikan dan kompetensi yang baik akan menjadi kekuatan penting bagi kemajuan daerah dan bangsa,” tegas Saleh.
Ia berharap program tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para santri di Jawa Tengah sehingga semakin banyak generasi pesantren yang mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Sebagai informasi, pendaftaran dilakukan melalui aplikasi JNN (Jateng Ngopeni Nglakoni) yang dapat diunduh melalui Playstore maupun Appstore. Setelah masuk ke aplikasi, peserta dapat memilih banner “Beasiswa Santri” pada halaman utama untuk mengakses petunjuk teknis dan formulir pendaftaran.
Selain melalui aplikasi, dokumen petunjuk teknis juga dapat diunduh melalui situs resmi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Peserta diwajibkan membaca seluruh persyaratan dan mengunggah dokumen yang diperlukan sebelum batas waktu pendaftaran berakhir.***














