WARTA NASIONAL – Suasana Simpang Lima Semarang hingga Jalan Pahlawan Semarang tampak lebih semarak dari biasanya pada Minggu (26/4).
Ratusan warga memadati kawasan Car Free Day (CFD) untuk mengikuti puncak peringatan Hari Kekayaan Intelektual Sedunia ke-26 yang digelar Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Tengah.
Mengusung tema “Kekayaan Intelektual dan Olahraga: Siap Berinovasi”, kegiatan diawali dengan senam pagi bersama yang disambut antusias masyarakat. Kehadiran Kanwil Kemenkum Jateng di ruang publik ini menjadi strategi jemput bola untuk mendekatkan layanan hukum kepada warga.
Kepala Kanwil Kemenkum Jawa Tengah, Heni Susila Wardoyo, mengatakan peringatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait perlindungan kekayaan intelektual.
“Kami hadir di tengah masyarakat agar semakin banyak yang memahami pentingnya mendaftarkan karya dan inovasi. Ini juga bagian dari upaya memperkuat posisi hukum sekaligus ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan, mulai dari pendampingan pendaftaran kekayaan intelektual, konsultasi KI, hingga informasi layanan Administrasi Hukum Umum (AHU). Tak hanya itu, tersedia pula sosialisasi Perseroan Perorangan bagi warga yang ingin memiliki badan usaha resmi.
“Hanya dengan biaya terjangkau, masyarakat sudah bisa memiliki perusahaan resmi dan menyandang status direktur. Kami membuka konsultasi langsung di sini,” tambah Heni.
Selain layanan KI, Kanwil Kemenkum Jateng juga menghadirkan layanan bantuan hukum serta informasi terkait tugas dan fungsi kementerian lainnya. Heni menjelaskan, tema yang mengaitkan olahraga dengan kekayaan intelektual dinilai relevan karena banyak produk olahraga yang memiliki nilai inovasi dan ekonomi tinggi.
“Mulai dari perlengkapan hingga merek jersey, semuanya perlu didaftarkan agar mendapat perlindungan hukum,” jelasnya.
Puncak acara ditandai dengan pelepasan balon dan pemotongan tumpeng, yang kemudian diserahkan kepada masyarakat sebagai simbol komitmen pelayanan.
Salah satu warga, Sofia, mengaku antusias dengan kehadiran layanan tersebut di CFD. Ia berharap kegiatan serupa dapat rutin digelar.
“Kami senang, semoga tiap pekan ada layanan seperti ini di CFD Simpang Lima,” ujarnya.
Rangkaian peringatan Hari KI ke-26 telah berlangsung sejak Jumat melalui kegiatan internal, dilanjutkan Urban Hiking di Kedungmundu pada Sabtu, dan mencapai puncaknya pada CFD Minggu.
Antusiasme tinggi masyarakat menunjukkan bahwa layanan publik yang hadir langsung di ruang terbuka dinilai efektif dalam mendekatkan pemerintah dengan kebutuhan warga.***















