WARTA NASIONAL – Mantan Bupati Pemalang periode 2021–2022, Mukti Agung Wibowo, telah menghirup udara bebas setelah mendapatkan pembebasan bersyarat.
Agung tiba di kediaman orang tuanya di Pesurungan Lor, Kecamatan Margadana, Kota Tegal, pada Jumat (24/4/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Kedatangannya disambut hangat oleh keluarga besar dan kerabat.
Sejumlah tokoh turut terlihat mendampingi, di antaranya mantan Bupati Brebes dua periode, Idza Priyanti, bersama keluarga.
Kepada awak media, Agung mengungkapkan rasa syukur atas kebebasan yang diperolehnya. Ia menyebut momen ini sebagai kesempatan untuk kembali berkumpul dengan keluarga.
“Alhamdulillah, saya bersyukur kepada Allah SWT atas berkah dan rahmat-Nya. Saat ini saya kembali ke rumah ibu untuk lebih mendekatkan diri. Mohon doa agar diberikan kesehatan dan umur panjang,” ujarnya.
Agung menjelaskan, dirinya bebas melalui mekanisme pembebasan bersyarat setelah menjalani dua per tiga masa hukuman serta dinilai berkelakuan baik selama menjalani masa pidana di Lapas Kedungpane.
Ke depan, ia mengaku akan fokus pada keluarga dan berencana membantu menjalankan bisnis keluarga. Saat disinggung mengenai kemungkinan kembali ke dunia politik, Agung memilih untuk menepi sementara.
“Yang jelas kami akan cooling down dulu,” ucapnya singkat.
Riwayat Kasus
Sebagai informasi, Mukti Agung Wibowo terjaring operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 11 Agustus 2022. Ia diduga terlibat dalam praktik suap terkait jual beli jabatan dan pengadaan barang/jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang.
Dalam putusannya, Pengadilan Tipikor Semarang menjatuhkan vonis 6,5 tahun penjara serta denda Rp500 juta.
Ia juga terbukti menerima suap sekitar Rp6,1 miliar yang diduga digunakan untuk kepentingan pribadi, termasuk pembiayaan politik.
Mukti Agung Wibowo sendiri lahir pada 2 Oktober 1976 dan merupakan anak dari pemilik perusahaan otobus PO Dewi Sri.
Ia menjabat sebagai Bupati Pemalang sejak 26 Februari 2021, berpasangan dengan Wakil Bupati Mansur Hidayat, yang diusung oleh Partai Persatuan Pembangunan dan Partai Gerindra.***















