WARTA NASIONAL – Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Pemalang masih menjadi sorotan setelah tercatat berada di posisi paling bawah dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Berdasarkan data terbaru, IPM Pemalang berada di angka 69,47.
Capaian tersebut menempatkan Pemalang sebagai daerah dengan tingkat pembangunan manusia terendah di provinsi, sekaligus menunjukkan masih adanya kesenjangan dibandingkan daerah lain di Jawa Tengah yang memiliki rata-rata IPM lebih tinggi.
Ketua Umum Ikatan Masyarakat Pemalang (IKMAL JAYA), Abdul Khalim, menyikapi kondisi ini sebagai peringatan serius yang tidak boleh diabaikan.
“Capaian tersebut harus menjadi alarm serius bagi semua pihak, baik pemerintah daerah maupun elemen masyarakat,” kata Abdul Khalim kepada wartanasional.com, pada Rabu 22 April 2026.
Ia menilai, posisi tersebut menjadi indikator bahwa kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Pemalang masih perlu ditingkatkan secara signifikan.
“Peringkat terakhir ini harus menjadi alarm bagi semua pihak. Kita tidak bisa menganggap ini hal biasa, karena menyangkut kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan,” ujar Abdul Khalim.
Menurutnya, rendahnya IPM tidak lepas dari tiga komponen utama, yakni pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat.
Ketiganya dinilai masih menjadi pekerjaan rumah besar yang harus segera dibenahi secara menyeluruh dan berkelanjutan.
“Kita tidak bisa menutup mata. Peringkat terakhir ini menjadi tanda bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan,” ujarnya.
Evaluasi Total
Abdul Khalim mendorong Pemerintah Kabupaten Pemalang untuk melakukan evaluasi total terhadap program pembangunan yang telah berjalan.
Selain itu, perlu adanya inovasi kebijakan yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.
Ia juga menekankan pentingnya kebijakan yang lebih tepat sasaran, terutama dalam meningkatkan akses pendidikan, pelayanan kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Selain itu, ia menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam mempercepat peningkatan IPM.
Pemerintah daerah, dunia usaha, hingga masyarakat harus terlibat aktif dalam menciptakan perubahan yang nyata.
“Semua elemen harus bergerak bersama agar Pemalang bisa keluar dari posisi terbawah,” tegasnya.
Ia pun optimistis, dengan komitmen kuat dan langkah strategis yang tepat, Pemalang mampu memperbaiki peringkat IPM di masa mendatang serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara lebih merata.***















