WARTA NASIONAL – Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Heru Kundhimiarso, melontarkan kritik tajam terhadap kinerja Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, dalam kurun satu tahun terakhir.
Ia menilai kinerja kepala daerah tersebut layak mendapat “rapor merah”.
Pernyataan itu disampaikan Heru usai Rapat Paripurna Pembentukan Panitia Khusus (Pansus) LKPJ Bupati Pemalang Akhir Tahun Anggaran 2025 yang digelar Jumat (27/3/2026).
Anggota Komisi A Bidang Pemerintahan DPRD Pemalang tersebut menegaskan, penilaian yang ia sampaikan merupakan bentuk evaluasi terhadap jalannya pemerintahan daerah selama setahun terakhir.
“Muncul pertanyaan: apa penilaiannya sebagai wakil rakyat atas setahun kinerja bupati? Jawabannya jelas: rapor merah!” tegasnya.
Menurut Heru, penilaian tersebut didasarkan pada berbagai persoalan krusial yang dinilai belum tertangani dengan baik di Kabupaten Pemalang. Ia menyoroti kisruh program Universal Health Coverage (UHC) serta persoalan tenaga honorer yang dinilai dipaksakan melalui skema outsourcing.
“Dari kisruh UHC, carut-marutnya honorer memaksa sistem outsourcing, dan itu berpotensi bermasalah hukum seperti yang terjadi di Pekalongan,” ujarnya.
Selain itu, ia juga mengkritik kondisi infrastruktur yang dinilai masih buruk, terutama pada sektor drainase dan sungai yang disebut menjadi salah satu penyebab banjir di sejumlah wilayah Pemalang. Permasalahan sampah yang belum terselesaikan turut menjadi perhatian serius.
Heru juga mengungkapkan bahwa berbagai rekomendasi yang telah disampaikan DPRD Pemalang kepada pihak eksekutif kerap tidak dijalankan.
“Bahkan banyak rekomendasi DPRD tidak pernah dijalankan, diabaikan, dan dianggap angin lalu. Kalau DPRD saja tidak dianggap, apalagi suara rakyatnya?” pungkasnya.***
















