WARTA NASIONAL – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Pemalang menggelar Konferensi Kerja Kabupaten Tahun Kedua Masa Bhakti XXIII pada Senin (1/6/2026).
Forum tersebut menjadi ajang konsolidasi organisasi sekaligus membahas sejumlah persoalan strategis dunia pendidikan, mulai dari kebutuhan guru, keberlanjutan PPPK paruh waktu, hingga penguatan pendidikan karakter.
Mengusung tema “Meningkatkan Solidaritas dan Soliditas Berkelanjutan”, kegiatan dihadiri ratusan guru dan pengurus PGRI dari seluruh kecamatan di Kabupaten Pemalang.
Hadir pula Ketua PGRI Jawa Tengah, Dr. H. Muhdi, S.H., M.Hum., Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pemalang, Dr. H. Supa’at, M.Pd., serta jajaran pengurus PGRI tingkat provinsi dan kabupaten.
Konferensi berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan. Para peserta disambut dengan penampilan Tari Grombyang dan sejumlah kesenian tradisional yang menjadi identitas budaya Kabupaten Pemalang.
Ketua PGRI Jawa Tengah, Muhdi, menyampaikan bahwa konferensi kerja merupakan forum penting untuk mengevaluasi program organisasi sekaligus menyerap aspirasi para guru terkait berbagai tantangan pendidikan yang masih dihadapi saat ini.
Menurutnya, kebutuhan tenaga pendidik di sejumlah sekolah masih cukup tinggi. Kondisi tersebut perlu mendapat perhatian karena berpengaruh terhadap kualitas layanan pendidikan dan pemerataan proses pembelajaran.
Selain persoalan kekurangan guru, konferensi juga menyoroti keberadaan PPPK paruh waktu yang hingga kini masih menunggu kepastian mengenai pengembangan karier dan masa depan status kepegawaiannya.
Muhdi menilai seluruh guru, baik ASN, PPPK maupun non-ASN, memiliki peran yang sama dalam mencerdaskan generasi bangsa. Oleh karena itu, kebijakan yang memberikan kepastian dan perlindungan terhadap tenaga pendidik sangat diperlukan.
“Persoalan guru bukan hanya soal jumlah, tetapi juga bagaimana memberikan kepastian dan dukungan agar mereka dapat menjalankan tugas secara maksimal,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Muhdi juga menekankan pentingnya pendidikan karakter di tengah perkembangan teknologi dan media digital yang semakin pesat. Menurutnya, sekolah harus tetap menjadi garda terdepan dalam membentuk generasi yang berintegritas, disiplin, dan memiliki kepedulian sosial.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan karakter tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada guru dan sekolah, melainkan membutuhkan dukungan keluarga dan lingkungan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dindikpora Kabupaten Pemalang, Supa’at, menjelaskan bahwa pemerintah daerah terus melakukan berbagai langkah untuk memperkuat tata kelola pendidikan.
Salah satunya melalui pengisian 216 jabatan kepala sekolah definitif yang diharapkan mampu meningkatkan efektivitas manajemen sekolah serta kualitas pelayanan pendidikan.
Menurut Supa’at, masih terdapat beberapa sekolah yang dipimpin oleh pelaksana tugas. Namun proses penataan terus dilakukan seiring berlangsungnya tahapan rekrutmen kepala sekolah.
Melalui konferensi kerja ini, PGRI Pemalang berharap berbagai persoalan pendidikan yang menjadi perhatian para guru dapat terus diperjuangkan, sehingga kualitas pendidikan di Kabupaten Pemalang semakin baik dan mampu menjawab tantangan zaman.***















