Menu

Mode Gelap
HMI Cabang Pekalongan Advokasi Korban Pelecehan Seksual Online, Diduga Foto Dimanipulasi dengan AI Perang Timur Tengah: Momentum Strategis Percepatan Legalisasi Sumur Rakyat di Jateng, Jatim, dan Sumatera Sambut Angkutan Lebaran 2026, Bandara Ahmad Yani Semarang Perkuat Fasilitas dan Layanan Penghubung Komisi Yudisial: Tulang Punggung Pengawasan Etik Hakim di Daerah Ramadan Berkah, Anggota DPRD Pemalang Fahmidh Dhuha Berbagi Takjil Es Buah kepada Anak-anak dan Warga di Dusun Kamulyan Andi Rustono Soroti Pencalonan Pejabat dalam Bursa Ketua Umum KONI Pemalang, Ingatkan Pentingnya Independensi

Daerah

Mohammad Saleh Apresiasi Setahun Kepemimpinan Luthfi–Yasin, Ingatkan Pemerataan Pembangunan

badge-check


					Mohammad Saleh Apresiasi Setahun Kepemimpinan Luthfi–Yasin, Ingatkan Pemerataan Pembangunan Perbesar

Mohammad Saleh Apresiasi Setahun Kepemimpinan Luthfi–Yasin, Ingatkan Pemerataan Pembangunan

WARTA NASIONAL – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Mohammad Saleh, mengapresiasi capaian kinerja pemerintahan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Maimoen, selama satu tahun terakhir masa kepemimpinan mereka.

Menurut Saleh, secara umum kinerja pemerintahan menunjukkan hasil positif jika mengacu pada indikator dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah. Meski demikian, ia menekankan pentingnya pemerataan pembangunan serta optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Secara indikator, mayoritas target terpenuhi. Tantangan berikutnya adalah memastikan pemerataan capaian pembangunan di seluruh wilayah. Ini yang akan kami dalami lewat rapat komisi bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD),” ujar Saleh saat menjadi pembicara dalam Forum Group Discussion (FGD) bertajuk Satu Tahun Kepemimpinan Luthfi–Yasin di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (23/2/2026).

Dalam forum tersebut, Saleh hadir bersama sejumlah narasumber lain, di antaranya Ketua Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TPPD) Jawa Tengah, Zulkifli, serta akademisi sekaligus Ketua Departemen Politik dan Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Diponegoro, Nur Hidayat Sardini.

Selain menyoroti pemerataan pembangunan, Saleh juga menekankan pentingnya kreativitas birokrasi dalam meningkatkan PAD. Menurutnya, strategi peningkatan pendapatan daerah tidak bisa hanya mengandalkan pajak daerah, melainkan juga harus memaksimalkan pemanfaatan aset pemerintah daerah dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

“Kita tidak bisa hanya bertumpu pada pajak. Aset daerah dan BUMD perlu dimaksimalkan agar bisa memberi kontribusi nyata terhadap pendapatan daerah,” katanya.

Ia juga menyinggung polemik penerapan opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang sempat menuai keberatan dari masyarakat. Saleh menilai respons Gubernur Ahmad Luthfi cukup cepat dengan menerbitkan kebijakan diskon pajak melalui surat keputusan gubernur.

Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan kepemimpinan yang responsif terhadap aspirasi masyarakat, meski di sisi lain berpotensi berdampak pada indikator pendapatan daerah dalam RPJMD.

“Artinya Pak Luthfi cukup demokratis terkait dengan aspirasi masyarakat yang muncul. Walaupun nanti itu berdampak terhadap indikator dalam RPJMD yaitu pendapatan asli daerah,” terangnya.

Dari perspektif kebijakan publik, lanjut Saleh, diskon pajak dapat menjadi strategi fiskal yang efektif. Selain meringankan beban masyarakat di tengah tekanan ekonomi, kebijakan itu juga berpotensi meningkatkan kepatuhan wajib pajak sehingga penerimaan daerah dapat tetap optimal.

“Bagi masyarakat, diskon memberikan rasa keuntungan. Ada pengurangan beban yang terasa signifikan, sehingga mendorong mereka untuk segera menyelesaikan kewajibannya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Saleh juga memberikan catatan terkait pentingnya penguatan komunikasi publik dari kepemimpinan Luthfi–Yasin. Ia mencontohkan kehadiran Gubernur saat meninjau perbaikan jalan maupun penanganan bencana sebagai bentuk kepemimpinan yang langsung dirasakan masyarakat.

“Kriteria dalam menilai kepemimpinan itu bukan hanya berbasis data, tapi juga ada aspek humanisme. Saya usul, aktivitas yang seperti itu walaupun tidak suka harus tetap disampaikan,” kata Saleh.

Menurutnya, publikasi kegiatan melalui media sosial penting agar masyarakat mengetahui berbagai upaya pemerintah yang telah dilakukan.

“Karena sesuatu yang baik jika disampaikan dengan baik akan menjadi baik. Tapi sesuatu yang baik karena tidak pernah disampaikan, orang tahunya tidak baik. Jadi menurut saya ini penting, media sosial itu suatu sunatullah,” pungkasnya.***

Baca Lainnya

HMI Cabang Pekalongan Advokasi Korban Pelecehan Seksual Online, Diduga Foto Dimanipulasi dengan AI

11 Maret 2026 - 23:34 WIB

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pekalongan melakukan advokasi dan pengawalan terhadap korban dugaan pelecehan seksual online yang terjadi melalui media sosial.

Ramadan Berkah, Anggota DPRD Pemalang Fahmidh Dhuha Berbagi Takjil Es Buah kepada Anak-anak dan Warga di Dusun Kamulyan

11 Maret 2026 - 12:09 WIB

Ramadan Berkah, Anggota DPRD Pemalang Fahmidh Dhuha Berbagi Takjil Es Buah kepada Anak-anak dan Warga di Dusun Kamulyan

Andi Rustono Soroti Pencalonan Pejabat dalam Bursa Ketua Umum KONI Pemalang, Ingatkan Pentingnya Independensi

10 Maret 2026 - 15:12 WIB

Andi Rustono Soroti Pencalonan Pejabat dalam Bursa Ketum KONI Pemalang

Selamat! Tiga Nama Masuk Dewan Pengawas RSUD dr. M. Ashari, Termasuk Istri Bupati Pemalang

10 Maret 2026 - 14:09 WIB

Selamat! Tiga Nama Masuk Dewan Pengawas RSUD dr. M. Ashari, Termasuk Istri Bupati Pemalang

Seleksi Dirut Perumda Air Minum Tirta Mulia Pemalang Resmi Dibuka, Pendaftaran Ditutup 14 Maret 2026

10 Maret 2026 - 12:15 WIB

Seleksi Dirut Perumda Air Minum Tirta Mulia Pemalang Resmi Dibuka, Pendaftaran Ditutup 14 Maret 2026
Trending di Daerah