Menu

Mode Gelap
BRI Cabang Pemalang Serahkan 4 Mesin Perahu dan Bantuan Rp23 Juta untuk Nelayan Tanjungsari BRI Peduli Hadir di MDA Rodliyatul Uqul, Pavingisasi Halaman Beri Manfaat bagi Santri dan Warga Ruang Kelas Baru MDA Walisongo Kebongede, BRI Peduli Hadirkan Tempat Belajar Lebih Nyaman BRI Peduli Aspal Jalan Dusun Benteng, Beragam Manfaat Langsung Dirasakan Warga Desa Wanarata Pemalang Percasi dan Kodim 0711/Pemalang Bakal Gelar Turnamen Catur Dandim Cup 2026, Catat Tanggalnya! Haflah Maulidurrasul 1448 H di MAJT, Ribuan Jemaah Larut dalam Lantunan Salawat

Khazanah

7 Fakta menarik tentang Kunir Asem, Nomor 5 Wajib Tahu Buat Pejuang Kesehatan Alami

badge-check


					Minuman Kunir Asem (Canva Pro) Perbesar

Minuman Kunir Asem (Canva Pro)

WARTA NASIONAL – Di balik kesederhanaannya, kunir asem atau jamu kunyit asam menyimpan warisan budaya, kesehatan, dan filosofi hidup masyarakat Nusantara.

Minuman tradisional ini bukan cuma menyegarkan, tapi juga simbol kearifan lokal yang diwariskan lintas generasi.

Kabar baiknya, kunir asem makin mudah ditemukan di pasar tradisional, warung jamu keliling, hingga UMKM lokal yang menjual secara daring.

Berikut tujuh fakta menarik tentang kunir asem yang patut Anda ketahui:

1. Warisan Leluhur Sejak Zaman Kerajaan
Kunir asem sudah dikenal sejak era Majapahit dan Mataram. Konon, para putri keraton rutin meminumnya untuk menjaga kebugaran dan kecantikan.

Ramuan ini menjadi bagian dari tradisi jamu yang diakui sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO.

2. Perpaduan Dua Rasa: Segar dan Sehat
Campuran kunyit yang hangat dan asam jawa yang menyegarkan menciptakan rasa unik. Cocok diminum dingin di siang hari atau hangat saat pagi. Rasanya bukan hanya nikmat, tapi juga menyegarkan tubuh.

3. Ampuh Meredakan Nyeri Haid dan Detoks Alami
Kandungan kurkumin dalam kunyit dikenal sebagai anti-inflamasi alami, sementara asam jawa membantu melancarkan pencernaan dan membersihkan racun tubuh.

Banyak perempuan mengandalkan jamu ini untuk mengurangi nyeri haid secara alami.

4. Simbol Perlawanan terhadap Modernisasi Instan
Di tengah gempuran minuman instan dan minuman kekinian, kunir asem hadir sebagai bentuk perlawanan halus—mengajak kita kembali ke yang alami, sehat, dan tradisional. Ini bukan sekadar jamu, tapi juga pernyataan gaya hidup.

5. Ikon Gerakan Hidup Sehat ala Lokal
Banyak komunitas dan influencer kesehatan mulai mengampanyekan kembali jamu kunir asem sebagai alternatif alami untuk gaya hidup sehat.

Mulai dari urban farming hingga workshop meracik jamu, kunir asem jadi bintang utamanya.

6. Sering Disuguhkan di Acara Adat dan Ruwahan
Di berbagai daerah, kunir asem tak absen dari sajian saat ruwahan, mitoni, hingga selametan.

Kehadirannya bukan hanya simbol kesehatan, tapi juga penghormatan terhadap tradisi leluhur.

7. Kini Hadir dalam Kemasan Kekinian
Jangan bayangkan kunir asem cuma ada di botol kaca warung jamu. Kini, banyak UMKM lokal yang memproduksinya dalam bentuk serbuk instan, cold brew, atau bahkan ready-to-drink dengan kemasan modern tanpa mengurangi khasiatnya.

Dengan mengenal kunir asem lebih dekat, kita bukan hanya menjaga kesehatan, tapi juga ikut melestarikan kearifan lokal.

Temukan kunir asem di pasar tradisional, warung jamu, atau dukung UMKM yang menjualnya secara daring—sehatnya dapat, budayanya terjaga.(Rifqi Ma’arif)***

Baca Lainnya

Haflah Maulidurrasul 1448 H di MAJT, Ribuan Jemaah Larut dalam Lantunan Salawat

26 Agustus 2026 - 09:42 WIB

Haflah Maulidurrasul 1448 H di MAJT, Ribuan Jemaah Larut dalam Lantunan Salawat

​Aditya Padmanaba Ziarah ke Pusara Bung Karno, Teguhkan Semangat Persatuan dan Gotong Royong

13 Juli 2026 - 21:29 WIB

​Aditya Padmanaba Ziarah ke Pusara Bung Karno, Teguhkan Semangat Persatuan dan Gotong Royong

Bacaan Niat Sholat Idul Adha 2026 Lengkap Arab, Latin dan Artinya

26 Mei 2026 - 22:47 WIB

Orang sedang Sholat Berjamaah

Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah 1447 Hijriah: Lengkap Arab, Latin, dan Keutamaannya

24 Mei 2026 - 20:52 WIB

Ilustrasi Hari Idul Adha (Freepik)

Tausiyah Bareng Ustadz Yusuf Mansur Iringi Pelepasan Jamaah Haji RSI Sultan Agung Semarang

23 April 2026 - 20:44 WIB

RSI Sultan Agung Semarang Gelar Doa Pagi dan Pelepasan Jamaah Haji Bersama Yusuf Mansur
Trending di Khazanah