WARTA NASIONAL – Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menilai pengelolaan sumur minyak masyarakat di Desa Sojomerto, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, berjalan baik dan tidak mencemari lingkungan.
Penilaian tersebut disampaikan usai Djoko meninjau langsung lokasi sumur minyak rakyat. Dari hasil pemantauan, tidak ditemukan indikasi pencemaran di sekitar area sumur. Bahkan, lahan pertanian di sekitarnya tetap produktif, dengan tanaman jagung yang tumbuh subur.
Menurut Djoko, kondisi ini menunjukkan bahwa kegiatan produksi minyak dan gas bumi dapat berjalan berdampingan dengan kelestarian lingkungan.
“Ini bisa menjadi acuan atau benchmark bahwa produksi migas oleh masyarakat tetap bisa menjaga lingkungan,” ujarnya.
Hasil kunjungan tersebut kemudian dilaporkan kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral sebagai bahan evaluasi dan pengembangan kebijakan sektor energi.
Dalam laporan itu juga disebutkan, pada Jumat (27/3/2026) telah dilakukan penandatanganan berita acara produksi antara Koperasi Karya Energi Nusantara (KEN) Kendal, perwakilan penambang sumur rakyat, serta pemerintah desa setempat.
Kegiatan tersebut turut disaksikan oleh perwakilan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Tim Satgas Sumur Minyak Rakyat, dan Pertamina.
Penandatanganan ini menjadi langkah awal dalam proses legalisasi sekaligus optimalisasi produksi minyak dari sumur masyarakat.
Dari sisi teknis, pengelolaan sumur minyak di Sojomerto menggunakan teknologi sederhana berupa pompa listrik. Meski demikian, kualitas minyak yang dihasilkan dinilai cukup baik, dengan kandungan air yang sangat rendah.
Untuk memastikan standar kualitas, Pertamina telah mengambil sampel minyak guna dilakukan pengujian di laboratorium. Hasil uji tersebut nantinya menjadi dasar rekomendasi bagi SKK Migas dan Kementerian ESDM dalam menyusun regulasi lanjutan.
Setelah regulasi ditetapkan, tahap berikutnya adalah penandatanganan kontrak antara pengelola sumur minyak masyarakat dengan Pertamina.
Selain itu, koperasi pengelola juga diminta menyiapkan aspek pendukung seperti armada mobil tangki berstandar Euro-4 dengan usia maksimal lima tahun, serta memastikan pengemudi memiliki sertifikasi yang sesuai dengan standar keselamatan.
Berdasarkan data yang dihimpun, potensi produksi sumur minyak masyarakat di Sojomerto mencapai sekitar 800 barel minyak per hari (BOPD).
Saat ini, sebanyak 203 sumur telah diverifikasi dari total 273 sumur yang diajukan, dan diharapkan dapat berkontribusi terhadap peningkatan lifting minyak nasional.***
















