Menu ✖

Mode Gelap
Datangi Keluarga Korban Bullying di Pemalang, MY Esti Wijayati Dorong RUU Sisdiknas Bakal Diperkuat Tring! Pegadaian Tembus 7,5 Juta Pengguna, Aries Aviani Dorong Literasi Digital Kasus Dugaan Perundungan Siswa SD di Pemalang, DP3AKB Jateng Langsung Bergerak Doni Akbar Sambangi Rumah Korban Perundungan di Pemalang, Desak Penanganan Serius Bangga! Ikna Rania Azzahra Bersinar di Kejuaraan Renang Kecamatan Pemalang, Borong Tiga Gelar Juara Info Loker! RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan Buka Rekrutmen, Tujuh Formasi Dibuka

Daerah

Preman Berkedok Wartawan di Blora dan Grobogan Ditangkap, Zainal Petir: Mereka Tak Pantas Disebut Wartawan

badge-check


					Zainal Abidin Petir, Wakil Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Tengah Perbesar

Zainal Abidin Petir, Wakil Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Tengah

WARTA NASIONAL – Zainal Abidin Petir, Wakil Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Tengah, memberikan apresiasi kepada Kapolres Blora dan Kapolres Grobogan atas keberhasilan mereka menangkap oknum yang mengaku wartawan dan melakukan intimidasi serta pemerasan di desa-desa.

“Wartawan yang sebenarnya tidak mungkin melakukan pemerasan. Meminta uang saja tidak diperbolehkan saat menjalankan tugas jurnalistik. Ada kode etik yang sangat ketat. Anggota PWI yang melanggar bisa langsung dipecat,” tegas Zainal Petir, yang baru saja terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Forum Komunikasi Komite Madrasah Aliyah Negeri (MAN, setara SMA dan SMK) dan Forum Komunikasi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTs N, setara SMP) pada acara pembinaan di Hotel Grasia, Semarang, 2-3 Juni 2025.

Zainal mengecam keras tindakan oknum yang mengaku sebagai wartawan maupun LSM yang melakukan pemerasan.

“Mereka tidak pantas disebut wartawan, tetapi lebih tepatnya preman yang menyamar,” ungkapnya.

Ia juga meminta polisi untuk tidak ragu melakukan operasi terhadap oknum tersebut, yang sering mendatangi sekolah dengan intimidasi dan ancaman pemberitaan jika tidak memberikan uang.

Lebih lanjut, Zainal Petir mengimbau masyarakat, khususnya kepala desa dan pihak sekolah, untuk melawan praktik pemerasan ini.

“Jika ada oknum wartawan atau LSM yang melakukan pemerasan, tangkap langsung dan serahkan ke polisi. Jangan beri ruang bagi mereka yang meresahkan sekolah, madrasah, dan desa,” tegas Zainal Petir yang juga penasehat forum komunikasi pondok pesantren ( FKPP) Kota Semarang.

Dengan dukungan masyarakat dan tindakan tegas dari kepolisian, diharapkan praktik pemerasan yang mencoreng nama baik wartawan dapat diberantas secara tuntas.

” Saya banyak mendapat keluhan dari komite MTs N maupun MAN di wilayah Jateng atas ulah oknum wartawan maupun LSM yang suka minta uang kalau tidak dikasih marah-marah dan mengancam akan viralkan sumbangan di madrasah yang memang diperbolehkan dan ada dasar hukumnya, PMA 16 Tahun 2020 Tentang Komite Madrasah,” terang Zainal Petir.***

Baca Lainnya

Datangi Keluarga Korban Bullying di Pemalang, MY Esti Wijayati Dorong RUU Sisdiknas Bakal Diperkuat

10 Oktober 2026 - 21:23 WIB

Kasus Dugaan Perundungan Siswa SD di Pemalang, DP3AKB Jateng Langsung Bergerak

8 Oktober 2026 - 08:07 WIB

Doni Akbar Sambangi Rumah Korban Perundungan di Pemalang, Desak Penanganan Serius

6 Oktober 2026 - 09:40 WIB

Hadiri Upacara HUT ke-81 TNI di Makodim Pemalang, Aris Ismail: Bersatu, Berjuang, dan Mengabdi untuk Indonesia

5 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Pertamina dan IKA UNAIR Hadirkan ‘Senyum Sehat untuk Anak Istimewa’ bagi Anak Berkebutuhan Khusus di Semarang

5 Oktober 2026 - 09:39 WIB

Trending di Daerah