Menu

Mode Gelap
PLN Pemalang Umumkan Pemadaman Listrik Terencana di Widuri dan Danasari, Kamis 25 Juni 2026 Bupati Anom: Tata Kelola Pokir DPRD Harus Transparan, Akuntabel, dan Berbasis Kebutuhan Masyarakat Mohammad Saleh Dukung Wisata Berbasis Aglomerasi untuk Dongkrak Ekonomi Daerah di Jateng Pegadaian Kanwil XI Semarang Gelar Khitan Massal Gratis 2 Juli 2026, Terbuka untuk Semua Usia Fahmidh Dhuha Usulkan Pembangunan SPBN di Danasari, Permudah Nelayan Dapatkan BBM Fahmidh Dhuha Usulkan Pembangunan SPBN di Danasari, Permudah Nelayan Dapatkan BBM

Daerah

Pegadaian Kanwil XI Semarang Gandeng Mahasiswa Lewat Business Case Competition 2026, Dorong Inovasi Finansial dan Digitalisasi

badge-check


					Pegadaian Kanwil XI Semarang Gandeng Mahasiswa Lewat Business Case Competition 2026, Dorong Inovasi Finansial dan Digitalisasi Perbesar

WARTA NASIONAL –  PT Pegadaian Kantor Wilayah (Kanwil) XI Semarang menggelar talkshow bertajuk MengEmaskan Indonesia: Golden Idea for Gold Generation di Auditorium Prof. Wuryanto, Universitas Negeri Semarang, pada Kamis (7/5/2026).

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum peluncuran Pegadaian Business Case Competition (BCC) 2026 yang ditujukan bagi mahasiswa di wilayah Jawa Tengah.

Antusiasme peserta terlihat tinggi dengan kehadiran lebih dari 1.000 mahasiswa yang mengikuti rangkaian acara.

Acara dibuka secara resmi oleh Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil XI Semarang, M. Aries Aviani Nugroho.

Dalam sambutannya, Aries menegaskan komitmen Pegadaian untuk terus memperkuat kolaborasi dengan dunia pendidikan dalam menghadirkan inovasi dan solusi finansial yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Pegadaian ingin terus hadir bersama dunia akademik untuk mendorong lahirnya ide-ide kreatif yang dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya di bidang keuangan dan investasi,” ujar Aries.

Melalui Business Case Competition 2026, Pegadaian ingin mendorong mahasiswa menghadirkan gagasan inovatif terkait solusi finansial, investasi, hingga digitalisasi layanan keuangan yang aplikatif dan sesuai perkembangan zaman.

Kepala Divisi Bisnis Bullion PT Pegadaian, Kadek Eva Suputra, mengatakan mahasiswa memiliki kemampuan analisis dan pemikiran kritis yang dapat menjadi sumber solusi baru bagi perkembangan industri keuangan nasional.

“Kami melihat mahasiswa memiliki perspektif akademis yang kuat. Melalui business case competition ini, kami ingin ide-ide tersebut dapat diterjemahkan menjadi solusi yang benar-benar bisa diterapkan di masyarakat,” kata Kadek.

Ia menambahkan, Pegadaian ingin membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara dunia industri dan akademik agar tercipta inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Harapannya nanti muncul solusi finansial, investasi, maupun digitalisasi layanan yang memudahkan masyarakat dalam bertransaksi dan mengakses layanan keuangan,” lanjutnya.

UNNES dipilih sebagai lokasi kick off pertama karena dinilai memiliki lingkungan akademik yang kuat serta telah menjalin kerja sama dengan Pegadaian melalui program The Gade Creative Lounge (TGCL).

“Kami melihat UNNES sebagai kampus yang memiliki kultur disiplin dan terstruktur. Kami ingin meningkatkan level kompetisi ini hingga nantinya dapat menjadi ajang nasional,” jelas Kadek.

Selain UNNES, Pegadaian juga akan menggandeng sejumlah perguruan tinggi lain yang telah memiliki fasilitas TGCL, di antaranya Universitas Diponegoro, Universitas Gadjah Mada, Universitas Jenderal Soedirman, serta Universitas Sebelas Maret.

Sementara itu, Aries menjelaskan bahwa kompetisi tersebut terbuka bagi mahasiswa di wilayah Semarang Raya. Pendaftaran dijadwalkan mulai dibuka pada 18 Mei 2026.

“Nantinya peserta mengajukan proposal ide bisnis atau inovasi yang berkaitan dengan Pegadaian dan solusi finansial,” ujarnya.

Ia menerangkan bahwa setiap tim dapat terdiri atas maksimal tiga mahasiswa. Setelah tahap seleksi proposal, peserta akan mengikuti workshop dan proses inkubasi untuk mengembangkan ide sebelum masuk ke tahap penjurian.

“Kami ingin mahasiswa melihat Pegadaian dari sudut pandang mereka. Bisa terkait financial planning, digitalisasi, maupun inovasi layanan lain yang mungkin belum terpikirkan sebelumnya,” jelas Aries.

Pegadaian menargetkan sedikitnya 100 hingga 150 tim mengikuti tahap awal kompetisi di UNNES. Meski pelaksanaan dipusatkan di kampus tersebut, peserta tidak hanya berasal dari mahasiswa UNNES, melainkan terbuka untuk seluruh mahasiswa di Semarang Raya.

“Kami membuka kesempatan bagi seluruh mahasiswa di Semarang Raya. Informasi lengkap nantinya akan kami sebarkan melalui flyer dan media sosial,” katanya.

Aries berharap ide-ide terbaik yang lahir dari kompetisi ini tidak berhenti pada tahap proposal, melainkan dapat direalisasikan menjadi program nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Harapan kami, ide-ide mahasiswa ini bisa menjadi solusi yang benar-benar diterapkan, khususnya untuk masyarakat Jawa Tengah,” tambahnya.

Selain mendapatkan pengalaman, pembinaan, dan mentoring, para pemenang juga akan memperoleh hadiah berupa uang pembinaan, tabungan emas, hingga peluang mendapatkan Beasiswa Pegadaian.

“Untuk mendapatkan hadiah Business Case Competition, peserta harus melalui beberapa tahapan. Misalnya, pemenang di tingkat UNNES akan memperoleh uang pembinaan dan tabungan emas. Selanjutnya, para pemenang akan dipertandingkan dengan pemenang dari kampus lainnya. Setelah itu, pemenang terbaik berkesempatan mendapatkan Beasiswa Pegadaian,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNNES, Prof. Dr. Zaenuri, turut menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang dibangun Pegadaian bersama dunia pendidikan melalui kompetisi tersebut.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi wadah positif bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, inovasi, serta kemampuan berpikir kritis dalam menjawab tantangan di bidang ekonomi dan keuangan.

“Kami menyambut baik kegiatan ini karena memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berkolaborasi, berinovasi, dan menghasilkan gagasan yang berdampak bagi masyarakat. Harapannya, mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata bagi dunia industri dan masyarakat,” ujar Prof. Zaenuri.

Kegiatan tersebut turut dihadiri para pimpinan fakultas dan lembaga di lingkungan UNNES, di antaranya Dekan FIPP, FBS, FISIP, FMIPA, FT, FIK, FEB, FH, dan FK, Ketua LPPM, Ketua LPPP, serta Direktur Direktorat Akademik, Kemahasiswaan, dan Konservasi.***

Baca Lainnya

Bupati Anom: Tata Kelola Pokir DPRD Harus Transparan, Akuntabel, dan Berbasis Kebutuhan Masyarakat

24 Juni 2026 - 19:55 WIB

Mohammad Saleh Dukung Wisata Berbasis Aglomerasi untuk Dongkrak Ekonomi Daerah di Jateng

23 Juni 2026 - 16:41 WIB

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh,

Gubernur Ahmad Luthfi Tegaskan Perizinan Kapal Nelayan Gratis, Minta Laporkan Jika Ada Pungutan

22 Juni 2026 - 14:10 WIB

Gubernur Ahmad Luthfi Tegaskan Perizinan Kapal Nelayan Gratis, Minta Laporkan Jika Ada Pungutan

368 Warga Baru PSHT Pemalang Resmi Disahkan, Bupati Anom Tekankan Persaudaraan dan Kedamaian

21 Juni 2026 - 13:30 WIB

Sebanyak 368 calon warga Tingkat I Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Pemalang Pusat Madiun resmi disahkan dalam prosesi yang berlangsung di Gedung Serbaguna Pemalang, Sabtu (20/6/2026).

Mohammad Saleh Gandeng Kosgoro 1957 Pemalang Gelar Kegiatan Peningkatan Kualitas Kebijakan Publik Melalui Media Tradisonal

20 Juni 2026 - 15:12 WIB

Trending di Daerah