Menu

Mode Gelap
Golkar Jateng Salurkan Hewan Kurban Idul Adha 1447 H, Wujud Kepedulian untuk Masyarakat Doni Akbar Salurkan 126 Hewan Kurban untuk Warga Dapil Jateng X IKMAL JAYA Ajak Masyarakat Pemalang Perkuat Nilai Keikhlasan di Hari Raya Idul Adha 1447 H Kapolres Bengkulu Utara Ajak Masyarakat Maknai Idul Adha dengan Keikhlasan dan Kepedulian Fahmidh Dhuha Ajak Masyarakat Maknai Idul Adha dengan Semangat Pengorbanan dan Kepedulian Bacaan Niat Sholat Idul Adha 2026 Lengkap Arab, Latin dan Artinya

Daerah

Miris! Korban Dugaan Pelecehan Seksual Bocah SD di Bodeh Pemalang Bertambah, Ini Modusnya

badge-check


					Ilustrasi pelecehan seksual (Freepik.com) Perbesar

Ilustrasi pelecehan seksual (Freepik.com)

WARTA NASIONAL – Kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan seorang oknum guru Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemalang, semakin mengerucut sekaligus membuka tabir di masyarakat yang awalnya bungkam.

Pasca pemberitaan di berbagai media daring, keluarga korban lain mulai memberanikan diri mengungkapkan kejadian serupa yang menimpa anak mereka. Hal ini menunjukkan dugaan korban tidak hanya satu orang.

Menurut pengakuan keluarga korban yang dihimpun media, modus yang dilakukan pelaku diduga serupa. Korban, yang masih belia dan duduk di bangku SD, dikisahkan dibawa ke sebuah ruangan di lingkungan sekolah.

“Matanya ditutup dengan hasduk (selendang pramuka). Setelah itu, korban disuruh melepas celana panjang dan celana dalamnya. Pelaku kemudian diduga meraba dan melakukan tindakan tidak senonoh terhadap alat kelamin korban,” kata keluarga korban, Senin, 23 Juni 2025.

Kasus ini awalnya terungkap saat seorang anak korban menunjukkan penolakan keras untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler drumband di sekolahnya.

Trauma akibat perlakuan seorang oknum pendidik berinisial RHS yang berstatus Guru Wiyata Bakti disebut-sebut sebagai penyebabnya.

Setelah korban pertama bercerita kepada orang tuanya, terkuaklah bahwa ada teman-teman sebayanya yang mengalami perlakuan serupa oleh guru bujangan tersebut.

Masyarakat pun mendesak agar kasus yang diduga melibatkan beberapa anak korban ini segera ditindaklanjuti secara tegas.

“Masa depan anak dirusak oleh seorang pendidik yang semestinya mengemban amanah masyarakat,” ungkap salah satu warga yang menyayangkan insiden ini.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, beberapa pemuda desa setempat merasa geram atas perbuatan yang dilakukan oknum guru tersebut.

Kegeraman ini tidak hanya karena tindakan keji pelaku, tetapi juga karena dirasa lambannya penanganan kasus usai keluarga korban mengadu ke pihak Polres Pemalang.

Ada kekhawatiran di masyarakat bahwa status keluarga pelaku yang disebut-sebut berasal dari kalangan terpandang dan memiliki saudara yang bekerja di salah satu lembaga hukum di Kabupaten Pemalang, mempengaruhi proses hukum.

Merespons berkembangnya kasus, Pemerintah Desa dan pihak sekolah setempat dikabarkan telah membuka posko pengaduan untuk memfasilitasi keluarga korban lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, Kepolisian Resor (Polres) Pemalang masih melakukan proses pemeriksaan saksi-saksi dan pengumpulan barang bukti guna penyelidikan lebih lanjut.

Masyarakat diharapkan bersabar menunggu hasil proses hukum yang sedang berjalan. Kasus ini sedang dalam penanganan serius Polres Pemalang.

Baca Lainnya

Golkar Jateng Salurkan Hewan Kurban Idul Adha 1447 H, Wujud Kepedulian untuk Masyarakat

28 Mei 2026 - 15:41 WIB

Doni Akbar Salurkan 126 Hewan Kurban untuk Warga Dapil Jateng X

28 Mei 2026 - 13:19 WIB

IKMAL JAYA Ajak Masyarakat Pemalang Perkuat Nilai Keikhlasan di Hari Raya Idul Adha 1447 H

27 Mei 2026 - 23:06 WIB

Ketua Umum IKMAL JAYA, Abdul Khalim

Kapolres Bengkulu Utara Ajak Masyarakat Maknai Idul Adha dengan Keikhlasan dan Kepedulian

27 Mei 2026 - 13:53 WIB

Kapolres Bengkulu Utara Ajak Masyarakat Maknai Idul Adha dengan Keikhlasan dan Kepedulian

Fahmidh Dhuha Ajak Masyarakat Maknai Idul Adha dengan Semangat Pengorbanan dan Kepedulian

27 Mei 2026 - 11:04 WIB

Trending di Daerah