Menu

Mode Gelap
Bulan Dana PMI 2026 Dimulai, Bupati Anom Ajak Masyarakat Tingkatkan Kepedulian Lima Nama Lolos Uji Kelayakan Dirut BPR Pemalang, Tahap Akhir Digelar di Semarang Ketua Percasi Pemalang Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Turnamen Catur Berhadiah Jutaan Rupiah Perumda Air Minum Tirta Mulia Pemalang Sampaikan Apresiasi kepada Dua Direksi yang Purna Tugas Kolaborasi Muhammadiyah–NU di Semarang, Lelang Masjid Raup Rp 205 Juta dalam 15 Menit Jelang Muscab PKB Pemalang, Sejumlah Nama Kuat Mulai Mencuat

Daerah

Menjajal Jalur Gowes Lereng Slamet: Surga Para Pecinta Sepeda di Pemalang

badge-check


					Jalur Gowes Kabupaten Pemalang (Rifqi / Warta Nasional) Perbesar

Jalur Gowes Kabupaten Pemalang (Rifqi / Warta Nasional)

WARTA NASIONAL – Kabupaten Pemalang tak hanya terkenal dengan wisata alamnya yang memikat. Bagi para pencinta sepeda, daerah ini menyimpan jalur gowes tersembunyi dengan lanskap menawan, udara sejuk, dan suasana pedesaan yang asri. Terletak di kaki Gunung Slamet, rute-rute ini menawarkan tantangan ringan hingga menengah, cocok untuk pesepeda pemula hingga penghobi berpengalaman.

Berikut beberapa jalur gowes favorit di lereng Slamet yang layak dicoba saat akhir pekan atau libur panjang:

1. Jalur Gowes Semugih – Kebun Teh Lereng Slamet

Jalur Semugih di Kecamatan Moga menawarkan rute menanjak melewati perkebunan teh. Udara dingin dengan hamparan kebun hijau di kiri-kanan jalur jadi daya tarik utama. Biasanya pesepeda berhenti di warung-warung pinggir kebun untuk sekadar ngopi atau sarapan nasi jagung.

2. Rute Moga – Belik – Randudongkal

Jalur ini populer karena menempuh desa-desa dengan kontur jalan naik turun. Pemandangan sawah terasering, sungai kecil, dan pepohonan rindang mendampingi pesepeda sepanjang perjalanan. Banyak komunitas sepeda Pemalang memilih rute ini karena medannya bervariasi tapi masih aman untuk gowes santai.

3. Trek Tuk Sirah – Mata Air Alami di Tengah Jalur

Bagi yang ingin menyegarkan diri, jalur menuju Tuk Sirah di Desa Sikasur bisa jadi pilihan. Pesepeda akan melewati jalan desa berbatu dengan panorama kebun sayur warga. Setibanya di mata air, mereka bisa beristirahat, mencuci muka dengan air segar pegunungan, lalu melanjutkan perjalanan.

4. Rute Alternatif: Jalur Hutan Pinus

Di beberapa titik hutan pinus lereng Gunung Slamet, ada jalur sempit yang sering dipakai pesepeda trail. Jalur ini menawarkan sensasi bersepeda di bawah rindangnya pepohonan dengan suara angin berdesir. Biasanya, titik start di area Semugih atau Desa Gunungsari.

5. Spot Istirahat: Warung Kopi Tepi Jalur

Tak lengkap gowes tanpa rehat. Di sepanjang jalur, ada warung-warung kopi tradisional yang siap jadi tempat persinggahan. Duduk lesehan sambil menyeruput kopi panas, makan pisang goreng, atau menikmati view perkebunan jadi hiburan sederhana di tengah lelahnya kayuhan pedal.

Menjaga Alam, Menjaga Badan
Selain menyehatkan badan, aktivitas gowes di lereng Slamet juga jadi sarana silaturahmi antarkomunitas pesepeda.

Rute-rute ini umumnya masih alami, sehingga para pesepeda diimbau tetap menjaga kebersihan, tidak membuang sampah sembarangan, dan menghormati warga desa yang dilewati.

Kalau kamu penat dengan jalur kota yang padat, cobalah menjajal jalur gowes di Pemalang. Alamnya yang masih segar, jalur bervariasi, dan keramahan warga akan membuat perjalanan kayuhanmu tak terasa melelahkan. (Rifqi Ma’arif)***

Baca Lainnya

Bulan Dana PMI 2026 Dimulai, Bupati Anom Ajak Masyarakat Tingkatkan Kepedulian

16 April 2026 - 20:04 WIB

Bulan Dana PMI 2026 Dimulai, Bupati Anom Ajak Masyarakat Tingkatkan Kepedulian

Lima Nama Lolos Uji Kelayakan Dirut BPR Pemalang, Tahap Akhir Digelar di Semarang

15 April 2026 - 10:33 WIB

PT BPR Bank Pemalang

Ketua Percasi Pemalang Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Turnamen Catur Berhadiah Jutaan Rupiah

14 April 2026 - 11:51 WIB

Ketua Percasi Pemalang Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Turnamen Catur Berhadiah Jutaan Rupiah

Perumda Air Minum Tirta Mulia Pemalang Sampaikan Apresiasi kepada Dua Direksi yang Purna Tugas

13 April 2026 - 12:48 WIB

Perumda Tirta Mulia Beri Penghargaan Tinggi kepada Arief Setiawan dan Djulianto

Kolaborasi Muhammadiyah–NU di Semarang, Lelang Masjid Raup Rp 205 Juta dalam 15 Menit

13 April 2026 - 12:31 WIB

Kolaborasi Muhammadiyah–NU di Semarang, Lelang Masjid Raup Rp 205 Juta dalam 15 Menit
Trending di Daerah