Menu

Mode Gelap
Berbagi Berkah Ramadan, GOW dan PKK Pemalang Bagikan Takjil untuk Masyarakat Jadwal Acara TRANS7 dan TRANS TV Minggu, 8 Maret 2026: Ada Lapor Pak! hingga Bioskop Trans TV Hadiri Pengukuhan Serikat Pelaut LPS Pemalang, Aris Ismail Dorong Solidaritas Pelaut Migran Gus Harun Ucapkan Selamat atas Gelar Doktor Ketua Golkar Jateng Mohammad Saleh INFO! Perumda Air Minum Tirta Mulia Pemalang Bakal Perbaiki PVC 16 Inci, Ini Wilayah yang Terdampak Sekjen HIMANU Serukan Presiden Keluar dari BoP Jika Tak Mampu Ambil Peran Signifikan

Daerah

Gandeng Pengelola Bank Sampah, Dinsos KBPP Pemalang Bakal Selenggarakan Sekolah Perempuan

badge-check


					Gandeng Pengelola Bank Sampah, Dinsos KBPP Pemalang Bakal Selenggarakan Sekolah Perempuan Perbesar

Gandeng Pengelola Bank Sampah, Dinsos KBPP Pemalang Bakal Selenggarakan Sekolah Perempuan

WARTANASIONAL.COM – Salah satu pelaksanaan program pemberdayaan perempuan berbasis lingkungan yang dilakukan Dinas Sosial Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak (Dinsos KBPP) Kabupaten Pemalang adalah akan menyelenggarakan sekolah perempuan dengan topik pengelolaan sampah melalui bank sampah, sebagai strategi pemberdayaan ekonomi perempuan.

Kepala Bidang PPPA Dinsos KBPP Triyatno Yuliharso mengatakan, pihaknya akan menggandeng pengelola Bank Sampah Mawar Biru Kota Tegal Nur Laelatul Aqifah sebagai narasumber kegiatan itu.

“Kami melihat bahwa Bank Sampah Mawar Biru telah memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat. Kami ingin menjadikan pengalaman dan wawasan Bu Laelatul sebagai inspirasi bagi perempuan-perempuan di Pemalang, dalam mengelola sampah dan menciptakan peluang ekonomi,” ujar Triyatno saat melakukan koordinasi ke bank sampah tersebut, Selasa (11/3/2025).

Didirikan pada tahun 2014 dan resmi berbadan hukum sejak 2016, Bank Sampah Mawar Biru berlokasi di Jl. Rambutan 9 No.12, Kraton, Kota Tegal. Awalnya, bank sampah ini muncul sebagai solusi atas permasalahan banjir akibat penumpukan sampah di lingkungan sekitar.

Kini, Mawar Biru tidak hanya menjadi tempat pengelolaan sampah, tetapi juga pusat kreativitas masyarakat dalam mengolah limbah menjadi produk bernilai ekonomi. Menurut Laelatul, berbagai produk inovatif telah dihasilkan dari limbah daur ulang, seperti ecobrick, tas plastik, tempat minuman, bunga hias, tempat tisu, sepatu, meja tamu, kursi, dan baju berbahan dasar sampah. Dengan memanfaatkan limbah dari masyarakat sekitar tanpa membeli plastik baru, bank sampah ini mendorong prinsip daur ulang secara mandiri.

Laelatul bersama suaminya, yang juga terlibat dalam produksi, telah menjahit dan mengolah sampah sejak 2012. Salah satu produk unggulan mereka adalah tas berbahan plastik minyak bekas, yang dijual dengan harga Rp10.000 per unit.
“Kunci bertahan adalah niat yang lurus. Tantangan pasti ada, tetapi dengan semangat kebersamaan, kami bisa terus berjalan,” ujarnya.

Saat berdialog, Triyatno Yuliharso menanyakan kepada Laelatul mengenai alur proses pengumpulan sampah, tantangan yang dihadapi, serta bagaimana Bank Sampah Mawar Biru bisa tetap bertahan di tengah berbagai kendala.

Laelatul menjelaskan bahwa proses pengumpulan sampah dilakukan melalui beberapa cara yaitu, warga menitipkan sampah ke pengurus bank sampah, datang langsung ke bank sampah, penjemputan oleh tim bank sampah terutama bagi warga yang kesulitan mengantarnya sendiri, dan pengumpulan dalam satu RW, lalu menghubungi pengurus untuk dilakukan penjemputan massal.

Tantangan utama yang dihadapi, menurut Laelatul adalah kesadaran masyarakat yang masih rendah dalam memilah dan mengolah sampah. “Di Paduraksa sudah dibentuk bank sampah, tetapi tidak berjalan karena masyarakat kurang peduli. Bahkan, di lingkungan kami pun banyak yang masih enggan memilah sampah sendiri,” ujarnya.

Selain itu, dampak pandemi juga menjadi tantangan tersendiri. Banyak warga yang semakin tergantung pada layanan penjemputan sampah, sehingga pengurus harus bekerja lebih keras untuk memastikan keberlanjutan operasional.

Meski menghadapi berbagai kendala, Bank Sampah Mawar Biru tetap bertahan berkat dukungan pengurus, dedikasi tim, serta adanya bantuan dari berbagai pihak, termasuk Kementerian dan Bank Indonesia (BI). “Kami juga terus berinovasi, seperti mengumpulkan pakaian bekas dan alat rumah tangga. Bahkan, antusiasme masyarakat begitu tinggi, sampai ada yang mengirimkan barang bekas dari luar kota seperti Bandung dan Pemalang,” tambahnya.

Untuk memperluas dampak positifnya, bank sampah ini tengah merintis program sub-bank sampah di 9 RW di wilayah mereka. Harapannya, semakin banyak warga yang terlibat dalam gerakan daur ulang dan pemberdayaan ekonomi berbasis lingkungan. Selain itu, pengelolaan sampah juga terus dilakukan dengan sistem harga jual yang jelas, misal kardus dihargai Rp2.200 per kg dan duplek kertas Rp1.000 per kg.

Turut mendampingi Triyatno Yuliharso mengunjungi ke Bank Sampah Mawar Biru antara lain, Analis Kebijakan Ahli Muda Riyanto, Penelaah Teknis Kebijakan Dede Nadiyanah, Pengelola Bidang PPPA Asih Budiningrum, Pekerja Sosial Anugrah Fitria Berliannanda, dan Staf Dinsos Taufik Silvianto. Mereka berdiskusi mengenai strategi penguatan bank sampah sebagai wadah pemberdayaan perempuan, khususnya dalam aspek ekonomi dan lingkungan.

Triyatno Yuliharso berharap, model pengelolaan seperti ini bisa diterapkan di berbagai wilayah di Kabupaten Pemalang guna meningkatkan kesejahteraan sosial dan kelestarian lingkungan.***

Baca Lainnya

Berbagi Berkah Ramadan, GOW dan PKK Pemalang Bagikan Takjil untuk Masyarakat

8 Maret 2026 - 21:59 WIB

Berbagi Berkah Ramadan, GOW dan PKK Pemalang Bagikan Takjil untuk Masyarakat

Hadiri Pengukuhan Serikat Pelaut LPS Pemalang, Aris Ismail Dorong Solidaritas Pelaut Migran

7 Maret 2026 - 17:22 WIB

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pemalang, H. Aris Ismail, SAP

Semarak Ramadan, Perumda Air Minum Tirta Mulia Pemalang Santuni 365 Anak Yatim Piatu dan Lansia

7 Maret 2026 - 10:44 WIB

Semarak Ramadan, Perumda Air Minum Tirta Mulia Pemalang Santuni 365 Anak Yatim Piatu dan Lansia

Ramadan Penuh Berkah, Koramil Watukumpul dan Persit Berbagi Takjil di Desa Majakerta

6 Maret 2026 - 18:56 WIB

Ramadan Penuh Berkah, Koramil Watukumpul dan Persit Berbagi Takjil di Desa Majakerta

Resmi Dibuka! Penjaringan Calon Ketua Umum KONI Kabupaten Pemalang 2026-2030, Ini Syaratnya

6 Maret 2026 - 17:41 WIB

Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan Calon Ketua Umum KONI Kabupaten Pemalang, Ir. Muzaki, (tengah) saat menyampaikan keterangan pers di Kantor KONI Pemalang, pada Jumat 6/3/2026.
Trending di Daerah