WARTA NASIONAL – Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Pemalang resmi melantik Badan Semi Otonom (Basnom) dalam sebuah rangkaian kegiatan yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama, pada Minggu 1 Maret 2026.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat struktur organisasi sekaligus meningkatkan sinergitas antara pelaku ekonomi, khususnya pengusaha muda, dengan pemerintah daerah.
Ketua BPC HIPMI Kabupaten Pemalang, Meta Agulegistin, menyampaikan bahwa pembentukan dan pelantikan Basnom merupakan langkah strategis untuk mengoptimalkan peran organisasi dalam menjawab kebutuhan anggota di berbagai sektor.
Adapun Basnom yang resmi dilantik meliputi:

HIPMI Peduli, yang berfokus pada kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
HIPMI UMKM, yang bertujuan memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah agar semakin naik kelas dan berdaya saing.
HIPMI Sport Culture, yang mendorong pengembangan jejaring usaha melalui kegiatan olahraga dan budaya.
Menurut Meta, kehadiran Basnom ini diharapkan mampu menjadi wadah pengembangan potensi anggota sesuai minat dan bidangnya, sekaligus memperkuat kontribusi HIPMI dalam pembangunan daerah.
“Melalui pelantikan badan semi otonom ini, kami ingin meningkatkan sinergi dengan pemerintah daerah serta menjalin silaturahmi yang lebih erat antara pelaku ekonomi dan para pemangku kepentingan,” ujarnya.
Selain itu, Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro dalam sambutannya mengajak para pengusaha muda untuk terus menggelorakan semangat kewirausahaan, membuka peluang-peluang usaha baru, serta memperkuat sinergi dengan Pemerintah Daerah.
Menurutnya, kolaborasi yang solid antara pelaku usaha dan Pemda menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Pemerintah daerah membuka ruang seluas-luasnya bagi para pengusaha muda untuk berinovasi dan bersinergi dalam pembangunan daerah,” ujarnya.
Setelah prosesi pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa bersama dalam suasana penuh keakraban. Momentum Ramadan tersebut dimanfaatkan sebagai ajang silaturahmi, konsolidasi organisasi, serta memperkuat kolaborasi demi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.***















