Menu

Mode Gelap
Azka Aqila Saputra Raih Emas Kejurnas Taekwondo Piala Panglima TNI 2026, Bawa Nama Pemalang untuk Jawa Tengah Prajurit Yonzipur 4/TK Raih UN Medal dalam Misi Perdamaian PBB di Afrika Tengah Anggaran BKKBN 2027 Naik Jadi Rp4,099 Triliun, Muh Haris Minta Dampaknya Dirasakan Keluarga KPK Sita Mobil Milik Wanita yang Diamankan Bareng Anom Widiyantoro saat OTT di Jakarta Pilkades Danasari 2026: Pendataan Pemilih Dimulai 17 September 2026, Warga Diminta Siapkan KK dan KTP Komisi Yudisial Kawal Implementasi UU TPKS, Tiga Perkara di Jateng Jadi Atensi

Daerah

Anom Widiyantoro Sebut Pemalang Siap Belajar dari Soloraya Great Sale 2025

badge-check


					Bupati Pemalang Anom Widiyantoro beserta Ketua TP. PKK Kabupaten Pemalang, dr. Noor Faizah Maenofie hadir dalam acara pembukaan Soloraya Great Sale (SGS) 2025 Perbesar

Bupati Pemalang Anom Widiyantoro beserta Ketua TP. PKK Kabupaten Pemalang, dr. Noor Faizah Maenofie hadir dalam acara pembukaan Soloraya Great Sale (SGS) 2025

WARTA NASIONAL – Bupati Pemalang Anom Widiyantoro beserta Ketua TP. PKK Kabupaten Pemalang, dr. Noor Faizah Maenofie hadir dalam acara pembukaan Soloraya Great Sale (SGS) 2025 yang dibuka Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di kawasan Ngarsopuro, Kabupaten Surakarta, Minggu (29/6/2025).

Saat membuka acara tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, SGS 2025 ditargetkan mampu menghasilkan perputaran ekonomi hingga Rp.10 triliun selama pelaksanaan SGS yang digelar dari 1 sampai dengan 31 Juli 2025.

“SGS ini untuk menumbuhkan ekonomi baru. Targetnya Rp.10 triliun, dan saya yakin bisa tercapai karena banyak kegiatan yang digelar, mulai dari pesta belanja, wisata, kuliner, budaya, hingga industri kreatif,” ungkap Gubernur Luthfi.

Kegiatan serupa seperti dikatakan Gubernur akan digelar di wilayah lain di Jawa Tengah, seperti Semarang Raya, Pekalongan Raya, Pati Raya, Banyumas Raya, dan Kedu Raya.

Dalam acara itu, Gubernur juga menyampaikan arti pentingnya semangat gotong-royong dalam membangun daerah. Menurutnya, pembangunan tidak bisa hanya bergantung pada APBD, melainkan harus melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Sementara itu, Bupati Anom mengatakan, kegiatan pembukaan SGS 2025 menjadi ajang penting bagi Kabupaten Pemalang untuk belajar dan menjajaki peluang kolaborasi regional, khususnya dengan wilayah eks Karesidenan Pekalongan.

“Pada hari ini kita mengikuti kegiatan Soloraya Great Sale, nantinya akan kita jadikan pembelajaran untuk aglomerasi di Eks Karesidenan Pekalongan. Banyak hal yang bisa dipelajari dari kegiatan ini, termasuk membuka peluang perdagangan dan investasi,” papar Bupati Anom.

Lebih lanjut, Anom menyampaikan bahwa Pemalang akan mulai menginventarisasi potensi daerah, baik dari sektor kesenian, UMKM, hingga hasil bumi, yang nantinya dapat ditampilkan dalam event serupa. Ia menilai, dengan tampil bersama antar kabupaten, peluang promosi dan kerja sama akan jauh lebih besar.

“Kalau tampil bersama antar kabupaten, peluangnya akan lebih besar. Ini juga bagian dari memperkenalkan Pemalang ke wilayah lain,” jelasnya.***

Baca Lainnya

Pilkades Danasari 2026: Pendataan Pemilih Dimulai 17 September 2026, Warga Diminta Siapkan KK dan KTP

17 September 2026 - 08:47 WIB

Komisi Yudisial Kawal Implementasi UU TPKS, Tiga Perkara di Jateng Jadi Atensi

17 September 2026 - 07:19 WIB

Sekda Pemalang Soroti Anggaran Perubahan 2026, OPD Diminta Utamakan Program Berdampak

7 September 2026 - 12:37 WIB

Semarak Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Unit Taman Hadirkan Pelayanan Bernuansa Budaya

4 September 2026 - 15:02 WIB

Semarak Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Unit Taman Hadirkan Pelayanan Bernuansa Budaya

Wakil Ketua DPRD Pemalang Aris Ismail Soroti Keluhan Atlet POPDA, Minta Hak Peserta Dipastikan

2 September 2026 - 14:44 WIB

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pemalang H. Aris Ismail, SAP
Trending di Daerah