Menu ✖

Mode Gelap
Kemarau 5 Bulan, Warga Tamansari Rela Antre Berjam-jam Demi Air Bersih Dari Pemalang ke Malaysia, Dosen USIP Jadi Guest Speaker Konferensi Internasional ICFS 2026 Doni Akbar Soroti Kasus Perundungan Anak di Pemalang: Jangan Tunggu Korban Berikutnya KPAI Soroti Perundungan Berujung Maut di Pemalang, Pengawasan Sekolah Didesak Dievaluasi Pemda Pemalang Diminta Bertanggung Jawab terhadap Perundungan di Sekolah Siswa SDN 01 Kebondalem Meninggal, Mendikdasmen Abdul Mu’ti Pastikan Kasus Ditindaklanjuti

Nasional

Doni Akbar Soroti Kasus Perundungan Anak di Pemalang: Jangan Tunggu Korban Berikutnya

badge-check


					Doni Akbar Perbesar

Doni Akbar

WARTA NASIONAL – Kasus perundungan terhadap anak di Kabupaten Pemalang mendapat perhatian Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Doni Akbar, S.E., M.M.

Doni menegaskan, tidak ada alasan yang dapat membenarkan tindakan perundungan, terlebih ketika korbannya adalah anak yang seharusnya mendapatkan perlindungan dan rasa aman.

“Tidak ada alasan yang membenarkan perundungan, terlebih ketika korbannya adalah seorang anak yang seharusnya mendapatkan perlindungan dan rasa aman,” tegas Doni Akbar kepada awak media pada Minggu 4 Oktober 2026.

Menurutnya, kejadian tersebut harus menjadi pengingat bahwa bullying bukan sekadar kenakalan anak-anak.

Jika dibiarkan, perundungan dapat memberikan dampak serius terhadap masa depan, kondisi psikologis, bahkan keselamatan korban.

Doni Akbar juga meminta pihak-pihak terkait untuk benar-benar serius dalam menangani persoalan tersebut.

Menurutnya, kasus yang menyangkut keselamatan dan perlindungan anak tidak boleh dianggap sepele atau dibiarkan berlarut-larut.

Ia mendorong sekolah, pemerintah daerah, aparat terkait, orang tua, serta seluruh pihak yang memiliki kewenangan agar mengambil langkah nyata dalam penanganan kasus, sekaligus memastikan korban mendapatkan perlindungan dan pendampingan yang diperlukan.

“Jangan sampai persoalan seperti ini dianggap sebagai kenakalan biasa. Harus ditangani secara serius, agar kejadian serupa tidak kembali terjadi dan tidak ada lagi anak yang menjadi korban,” ujarnya.

Doni menegaskan, perlindungan terhadap anak merupakan tanggung jawab bersama.

Sekolah, orang tua, masyarakat, dan pemerintah harus memastikan setiap anak dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman, manusiawi, dan bebas dari kekerasan.

“Jangan menunggu korban berikutnya. Jangan menunggu tragedi berikutnya,” tegasnya.

Ia juga mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap kondisi anak di lingkungan masing-masing.

Pencegahan harus dilakukan sejak dini, termasuk melalui lingkungan sekolah yang aman serta perhatian orang tua terhadap pergaulan dan kondisi anak.

“Lindungi anak-anak kita hari ini, karena mereka adalah masa depan bangsa yang harus kita jaga,” pungkasnya.***

Baca Lainnya

Video Call Sambil Julurkan Lidah saat Rapat DPR Viral, Moreno Soeprapto Akhirnya Buka Suara

20 September 2026 - 12:43 WIB

Anggaran BKKBN 2027 Naik Jadi Rp4,099 Triliun, Muh Haris Minta Dampaknya Dirasakan Keluarga

18 September 2026 - 10:53 WIB

Anggota Komisi IX DPR RI, Muh Haris

Kasus Anom Widiyantoro, KPK Panggil Mantan Kadisdikpora Supa’at dan Eks Dirut Perumda Tirta Mulia Slamet Efendi

11 September 2026 - 21:25 WIB

KPK Periksa Sekda dan Kadis PUPR Pemalang sebagai Saksi Kasus Anom Widiyantoro

21 Agustus 2026 - 20:21 WIB

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pemalang Bagus Sutopo

KPK Beberkan Peran Gus Haris, Orang Kepercayaan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro

30 Juli 2026 - 21:45 WIB

Kolase - Mohamad Haris alias Gus Haris, Orang Kepercayaan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro yang Jadi Tersangka KPK
Trending di Nasional