Menu

Mode Gelap
Gowes Sareng Gus Dlowi 2026, 6.000 Peserta Susuri Jejak Wali dan Semarakkan HUT ke-81 RI BRI Cabang Pemalang Serahkan 4 Mesin Perahu dan Bantuan Rp23 Juta untuk Nelayan Tanjungsari BRI Peduli Hadir di MDA Rodliyatul Uqul, Pavingisasi Halaman Beri Manfaat bagi Santri dan Warga Ruang Kelas Baru MDA Walisongo Kebongede, BRI Peduli Hadirkan Tempat Belajar Lebih Nyaman BRI Peduli Aspal Jalan Dusun Benteng, Beragam Manfaat Langsung Dirasakan Warga Desa Wanarata Pemalang Percasi dan Kodim 0711/Pemalang Bakal Gelar Turnamen Catur Dandim Cup 2026, Catat Tanggalnya!

Daerah

Terpuruk! IPM Pemalang Peringkat Buncit, Pemerataan Pembangunan Dipertanyakan

badge-check


					IPM Jawa Tengah 2025 Capai 74,77, Pemalang Terendah di Posisi 35 Perbesar

IPM Jawa Tengah 2025 Capai 74,77, Pemalang Terendah di Posisi 35

WARTA NASIONAL – Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Jawa Tengah pada tahun 2025 tercatat sebesar 74,77.

Angka ini menunjukkan capaian pembangunan manusia dari aspek pendidikan, kesehatan, dan standar hidup layak yang terus mengalami peningkatan.

Namun demikian, capaian tersebut belum merata di seluruh daerah. Data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan masih adanya kesenjangan antar kabupaten/kota di wilayah tersebut.

Di posisi teratas, Kota Salatiga mencatat IPM tertinggi dengan angka 86,23, disusul Kota Semarang (85,80) dan Kota Surakarta (84,92).

Kota-kota ini dinilai berhasil menjaga kualitas pembangunan manusia melalui akses pendidikan yang baik, layanan kesehatan memadai, serta tingkat kesejahteraan masyarakat yang relatif tinggi.

Sebaliknya, Pemalang berada di posisi paling bawah dari total 35 kabupaten/kota dengan IPM 69,47. Angka ini berada jauh di bawah rata-rata provinsi, sehingga menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah.

IPM Jawa Tengah 2025 Capai 74,77, Pemalang Terendah di Posisi 35

IPM Jawa Tengah 2025 Capai 74,77, Pemalang Terendah di Posisi 35

Selain Pemalang, beberapa daerah lain dengan IPM relatif rendah antara lain Banjarnegara (70,61), Brebes (71,18), dan Wonosobo (71,50). Kondisi ini mengindikasikan masih adanya tantangan dalam pemerataan pembangunan, terutama di sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.

IPM sendiri merupakan indikator penting untuk mengukur kualitas hidup masyarakat. Semakin tinggi IPM, semakin baik pula tingkat kesejahteraan suatu daerah.

Dengan posisi tersebut, Pemalang menghadapi pekerjaan rumah besar untuk mengejar ketertinggalan dari daerah lain di Jawa Tengah.

Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui akses pendidikan yang merata, peningkatan layanan kesehatan, serta penguatan ekonomi masyarakat menjadi kunci utama dalam mendorong kenaikan IPM di masa mendatang.***

Baca Lainnya

Gowes Sareng Gus Dlowi 2026, 6.000 Peserta Susuri Jejak Wali dan Semarakkan HUT ke-81 RI

27 Agustus 2026 - 08:18 WIB

BRI Cabang Pemalang Serahkan 4 Mesin Perahu dan Bantuan Rp23 Juta untuk Nelayan Tanjungsari

27 Agustus 2026 - 00:23 WIB

BRI Cabang Pemalang Serahkan 4 Mesin Perahu dan Bantuan Rp23 Juta untuk Nelayan Tanjungsari

BRI Peduli Hadir di MDA Rodliyatul Uqul, Pavingisasi Halaman Beri Manfaat bagi Santri dan Warga

26 Agustus 2026 - 23:37 WIB

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Rahman Hakim selaku Supervisor Penunjang Operasional (SPO) BRI Branch Office Pemalang kepada Kepala MDA Rodliyatul Uqul, Sokhekhudin, pada Senin (29/6/2026).

Ruang Kelas Baru MDA Walisongo Kebongede, BRI Peduli Hadirkan Tempat Belajar Lebih Nyaman

26 Agustus 2026 - 22:08 WIB

Penyerahan secara simbolis bantuan program tersebut dilakukan oleh Rahman Hakim selaku Supervisor Penunjang Operasional (SPO) BRI Cabang Pemalang kepada Kepala MDA Walisongo Desa Kebongede, Mustofa pada Senin (29/6/2026).

BRI Peduli Aspal Jalan Dusun Benteng, Beragam Manfaat Langsung Dirasakan Warga Desa Wanarata Pemalang

26 Agustus 2026 - 21:18 WIB

penyerahan simbolis yang dilakukan oleh Rahman Hakim selaku Supervisor Penunjang Operasional (SPO) BRI Cabang Pemalang kepada Kepala Desa Wanarata, Elok Rakhmawati, SE pada Senin (29/6/2026).
Trending di Daerah