WARTA NASIONAL – Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Jawa Tengah pada tahun 2025 tercatat sebesar 74,77.
Angka ini menunjukkan capaian pembangunan manusia dari aspek pendidikan, kesehatan, dan standar hidup layak yang terus mengalami peningkatan.
Namun demikian, capaian tersebut belum merata di seluruh daerah. Data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan masih adanya kesenjangan antar kabupaten/kota di wilayah tersebut.
Di posisi teratas, Kota Salatiga mencatat IPM tertinggi dengan angka 86,23, disusul Kota Semarang (85,80) dan Kota Surakarta (84,92).
Kota-kota ini dinilai berhasil menjaga kualitas pembangunan manusia melalui akses pendidikan yang baik, layanan kesehatan memadai, serta tingkat kesejahteraan masyarakat yang relatif tinggi.
Sebaliknya, Pemalang berada di posisi paling bawah dari total 35 kabupaten/kota dengan IPM 69,47. Angka ini berada jauh di bawah rata-rata provinsi, sehingga menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah.

IPM Jawa Tengah 2025 Capai 74,77, Pemalang Terendah di Posisi 35
Selain Pemalang, beberapa daerah lain dengan IPM relatif rendah antara lain Banjarnegara (70,61), Brebes (71,18), dan Wonosobo (71,50). Kondisi ini mengindikasikan masih adanya tantangan dalam pemerataan pembangunan, terutama di sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.
IPM sendiri merupakan indikator penting untuk mengukur kualitas hidup masyarakat. Semakin tinggi IPM, semakin baik pula tingkat kesejahteraan suatu daerah.
Dengan posisi tersebut, Pemalang menghadapi pekerjaan rumah besar untuk mengejar ketertinggalan dari daerah lain di Jawa Tengah.
Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui akses pendidikan yang merata, peningkatan layanan kesehatan, serta penguatan ekonomi masyarakat menjadi kunci utama dalam mendorong kenaikan IPM di masa mendatang.***















