Menu

Mode Gelap
Terpuruk! IPM Pemalang Peringkat Buncit, Pemerataan Pembangunan Dipertanyakan Mohammad Saleh: NU Harus Konsisten Kawal Pembangunan Jateng INSIP Siap Jadi Universitas Islam Pemalang Pasca Bencana Tanah Bergerak di Desa Padasari, LPBI NU MWC Jatinegara Bantu Air Bersih 24.000 liter Kunjungan Perpustakaan Jateng Capai 4,3 Juta Orang, Mohammad Saleh Minta Aktivitas Literasi Digeliatkan FTIK USM Perkuat Literasi Digital Berbasis Gender bagi Perempuan Pesisir Tambakrejo

Daerah

Terpuruk! IPM Pemalang Peringkat Buncit, Pemerataan Pembangunan Dipertanyakan

badge-check


					IPM Jawa Tengah 2025 Capai 74,77, Pemalang Terendah di Posisi 35 Perbesar

IPM Jawa Tengah 2025 Capai 74,77, Pemalang Terendah di Posisi 35

WARTA NASIONAL – Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Jawa Tengah pada tahun 2025 tercatat sebesar 74,77.

Angka ini menunjukkan capaian pembangunan manusia dari aspek pendidikan, kesehatan, dan standar hidup layak yang terus mengalami peningkatan.

Namun demikian, capaian tersebut belum merata di seluruh daerah. Data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan masih adanya kesenjangan antar kabupaten/kota di wilayah tersebut.

Di posisi teratas, Kota Salatiga mencatat IPM tertinggi dengan angka 86,23, disusul Kota Semarang (85,80) dan Kota Surakarta (84,92).

Kota-kota ini dinilai berhasil menjaga kualitas pembangunan manusia melalui akses pendidikan yang baik, layanan kesehatan memadai, serta tingkat kesejahteraan masyarakat yang relatif tinggi.

Sebaliknya, Pemalang berada di posisi paling bawah dari total 35 kabupaten/kota dengan IPM 69,47. Angka ini berada jauh di bawah rata-rata provinsi, sehingga menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah.

IPM Jawa Tengah 2025 Capai 74,77, Pemalang Terendah di Posisi 35

IPM Jawa Tengah 2025 Capai 74,77, Pemalang Terendah di Posisi 35

Selain Pemalang, beberapa daerah lain dengan IPM relatif rendah antara lain Banjarnegara (70,61), Brebes (71,18), dan Wonosobo (71,50). Kondisi ini mengindikasikan masih adanya tantangan dalam pemerataan pembangunan, terutama di sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.

IPM sendiri merupakan indikator penting untuk mengukur kualitas hidup masyarakat. Semakin tinggi IPM, semakin baik pula tingkat kesejahteraan suatu daerah.

Dengan posisi tersebut, Pemalang menghadapi pekerjaan rumah besar untuk mengejar ketertinggalan dari daerah lain di Jawa Tengah.

Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui akses pendidikan yang merata, peningkatan layanan kesehatan, serta penguatan ekonomi masyarakat menjadi kunci utama dalam mendorong kenaikan IPM di masa mendatang.***

Baca Lainnya

Mohammad Saleh: NU Harus Konsisten Kawal Pembangunan Jateng

21 April 2026 - 08:10 WIB

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah Mohammad Saleh menghadiri acara “Halalbihalal Ngumpulke Balung Pisah Warga NU se-Jateng” yang digelar di Hotel Pandanaran, Kota Semarang pada Minggu, 19 April 2026 malam.

Pasca Bencana Tanah Bergerak di Desa Padasari, LPBI NU MWC Jatinegara Bantu Air Bersih 24.000 liter

19 April 2026 - 10:42 WIB

Ketua Lembaga Penanggulan Bencana dan Iklim Nahdatu Ulama (LPBI NU) MWC NU Jatinegara Rereb Kanthi Pangestu saat Menyalurkan air bersih

Kunjungan Perpustakaan Jateng Capai 4,3 Juta Orang, Mohammad Saleh Minta Aktivitas Literasi Digeliatkan

19 April 2026 - 09:16 WIB

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh,

FTIK USM Perkuat Literasi Digital Berbasis Gender bagi Perempuan Pesisir Tambakrejo

18 April 2026 - 16:08 WIB

FTIK USM Perkuat Literasi Digital Berbasis Gender bagi Perempuan Pesisir Tambakrejo

Produksi Ikan Jateng Berlimpah, Mohammad Saleh Usulkan Olahan Ikan Masuk Menu MBG

18 April 2026 - 09:20 WIB

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh
Trending di Daerah