Menu

Mode Gelap
Harpelnas 2026, Dirut Perumda Tirta Mulia Pemalang Turun Langsung Temui Pelanggan dari Rumah ke Rumah Sekda Pemalang Soroti Anggaran Perubahan 2026, OPD Diminta Utamakan Program Berdampak Menjaga Denyut Ekonomi Pesisir Pemalang, BRILink Dekatkan Layanan Keuangan di TPI Tanjungsari Semarak Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Unit Taman Hadirkan Pelayanan Bernuansa Budaya Masa Pengabdian Berakhir, KKN MIT Ke-22 Posko 103 Resmi Ditarik dari Desa Karangrowo POPDA Jateng 2026 Cabor Tenis Meja Resmi Dibuka, PTMSI Dorong Lahirnya Atlet Muda Berprestasi

Daerah

Produksi Ikan Jateng Berlimpah, Mohammad Saleh Usulkan Olahan Ikan Masuk Menu MBG

badge-check


					Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh Perbesar

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh

WARTA NASIONAL – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, mendorong pemanfaatan hasil perikanan daerah untuk diolah menjadi bagian dari menu program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Langkah ini dinilai strategis untuk meningkatkan konsumsi protein masyarakat sekaligus menyerap hasil produksi nelayan dan pembudidaya ikan.

Menurut Saleh, Jawa Tengah memiliki potensi besar di sektor perikanan yang perlu dioptimalkan, tidak hanya dari sisi produksi, tetapi juga pengolahan dan distribusi agar memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

“Produksi ikan kita melimpah. Ini harus dimanfaatkan, salah satunya dengan memasukkan olahan ikan ke dalam menu MBG agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas,” ujarnya.

Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Perikanan, Jawa Tengah mencatat capaian signifikan di sektor perikanan dengan total produksi ikan mencapai 965.555 ton pada tahun 2024. Dari jumlah tersebut, perikanan budidaya menyumbang 554.810 ton, sementara perikanan tangkap mencapai 410.745 ton.

Selain itu, nilai ekonomi dari hasil perikanan tangkap tercatat mencapai Rp6,19 triliun. Nilai tersebut berasal dari aktivitas pelabuhan perikanan di berbagai daerah, baik milik Kementerian Kelautan dan Perikanan, Pemerintah Provinsi, maupun pemerintah kabupaten/kota.

Saleh menilai, tingginya produksi tersebut perlu diimbangi dengan penguatan sektor hilir, termasuk pengolahan hasil perikanan menjadi produk siap konsumsi dan bernilai tambah. Ia juga mendorong keterlibatan pelaku UMKM dalam pengolahan ikan.

“Tidak hanya dijual dalam bentuk mentah, tetapi harus diolah menjadi produk yang lebih variatif dan bernilai ekonomi tinggi,” tegasnya.

Ia menambahkan, pemanfaatan olahan ikan dalam program MBG dapat menjadi solusi untuk meningkatkan gizi masyarakat, khususnya anak-anak, mengingat kandungan protein ikan yang tinggi dan penting bagi pertumbuhan.

Selain itu, kebijakan ini juga berpotensi membantu menjaga stabilitas harga ikan di tingkat nelayan karena adanya kepastian pasar dari program pemerintah. Menurutnya, hal ini menjadi peluang besar untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan sekaligus memperbaiki kualitas gizi masyarakat.

Saleh berharap pemerintah daerah dapat mendorong sinergi antara sektor perikanan, pelaku usaha, dan penyelenggara program MBG agar pemanfaatan hasil perikanan dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.

“Jika dikelola dengan baik, sektor perikanan tidak hanya kuat secara produksi, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi dan sosial yang besar,” pungkasnya.***

Baca Lainnya

Sekda Pemalang Soroti Anggaran Perubahan 2026, OPD Diminta Utamakan Program Berdampak

7 September 2026 - 12:37 WIB

Semarak Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Unit Taman Hadirkan Pelayanan Bernuansa Budaya

4 September 2026 - 15:02 WIB

Semarak Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Unit Taman Hadirkan Pelayanan Bernuansa Budaya

Wakil Ketua DPRD Pemalang Aris Ismail Soroti Keluhan Atlet POPDA, Minta Hak Peserta Dipastikan

2 September 2026 - 14:44 WIB

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pemalang H. Aris Ismail, SAP

Pilkades Danasari 2026: Lima Bakal Calon Sudah Serahkan Berkas Pendaftaran

1 September 2026 - 20:05 WIB

Ratusan Warga Wanarejan Selatan Ikuti Jalan Sehat HUT ke-81 RI, Ini Pesan Plt Bupati Pemalang

30 Agustus 2026 - 15:10 WIB

Trending di Daerah