Menu

Mode Gelap
Resmi Dilantik Jadi Ketua IDI Cabang Pemalang, dr. Aris Munandar: Komitmen Tingkatkan Solidaritas Organisasi Perkuat Profesionalisme Refleksi Pasca Rajaban: Berapa Jumlah Muslimin yang Shalat 5 Waktu Ini yang Dilakukan Pemprov Jateng untuk Menghapus Duka Bagi Penyintas Bencana Jadwal Acara TV RCTI, MNCTV dan GTV, Sabtu 31 Januari 2026: Ada Tayangan Cinta Sepenuh Jiwa, Dunia Maya dan Amazing Entertainment Kemensos RI Salurkan Bantuan Rp1,4 Miliar untuk Warga Terdampak Banjir di Pemalang Jadwal Acara TV SCTV dan Indosiar, Kamis 29 Januari 2026: Ada Tayangan Beri Cinta Waktu dan D’ Academy 7 Mega Konser: Bangkit Sumatra

Opini

Refleksi Pasca Rajaban: Berapa Jumlah Muslimin yang Shalat 5 Waktu

badge-check


					Masrifan Djamil Perbesar

Masrifan Djamil

Oleh: Masrifan Djamil*

WARTA NASIONAL – Bagi seorang muslim shalat adalah ibadah utama. Ditetapkan sangat khusus, melalui Isra’ Mi’roj Nabi Muhammad ﷺ. Disebut dalam Al-Qur’an hampir selalau dengan perintah mengeluarkan zakat. Tanda mukmin yang nomor 1 adalah shalatnya khusyu’, dijanjikan surga Firdaus oleh Allah ﷻ (SWT). Maka pengajian-pengajian, banyak yang membahas shalat dan shalat khusyu’ diulang-ulang.

Indonesia merupakan negara dengan populasi muslim yang besar, yaitu 87% dari 284.438,800 jiwa yaitu 247.461.756 jiwa. Namun tidak ada angka pasti nasional yang menyebutkan berapa orang Muslim di Indonesia yag melakukan shalat 5 waktu secara konsisten (istiqomah). Demikian juga belum ada angka atu persentase hal itu secara global (dunia) yang benar-benar menunaikan shalat 5 waktu secara konsisten, namun bisa kita sampaikan berbagai temuan yang dipaparkan di bawah ini.

GAMBARAN PELAKSANAAN SHALAT BAGI MUSLIM SECARA GLOBAL

Banyak survei menunjukkan bahwa mayoritas Muslim di beberapa negara mayoritas Islam mengatakan mereka melaksanakan shalat lima waktu, meskipun tidak selalu 100% setiap hari. Misalnya, survei di beberapa negara mayoritas Muslim menunjukkan angka tinggi seperti 84% di Indonesia dan Sri Lanka yang melaporkan mereka shalat lima kali sehari (dalam survei tertentu).

Di negara-negara lain, angka tersebut jauh lebih rendah. Misalnya di Turki, hanya sekitar 31% Muslim yang mengatakan mereka shalat lima kali sehari. Turki yang dulunya mempunyai kekhalifahan atau kerajaan Turki Utsmani, dengan capaian spektakuler selama 800an tahun, di akhirnya pihak kerajaan semakin lemah dalam memimpin umatnya dan koloninya yang hampir separo dunia. Rakyatnya kuat melaksanakan agama demikian juga kerajaan yang menjadi koloninya. Tidak ada penjajahan tetapi justru dimajukan dengan azas-azas Islam.

Negara koloni tidak membayar pajak atau kontribusi harta benda ke Turki Utsmani, tetapi diikat dengan agama Islam sebagai kepentingan bersama. Maka mereka didorong mengamalkan agama dan konsep infaq, zakat, wakaf serta dihimpun di baitul mal untuk pembiayaan negara untuk rakyatnya serta pertahanan negara. Seiring kelemahan leadership Turki Utsmani, semakin lemah memimpin seluruh kekuasaanya.

Kelemahan itu terpantau oleh kelompok yang dipimpin oleh Kemal Pasya Ataturk yang menghendaki negara Republik dan dengan demokrasi Barat. Dia didukung militer dan sebagian rakyat. Pada tanggal 3 Maret 1924 kekhalifahan Turki Utsmani jatuh, Turki dideklarasikan menjadi Republik. Semua pranata Islam dicabut dalam kehidupan negara dan rakyat. Bahkan adzanpun dilarang, harus diterjemahkan dalam bahasa Turki. Maka Turki memasuki era liberalisasi dan pendangkalan agama.

Jadi masih untung tersisa sekarang ini 31% rakyat Turki shalat 5 waktu. Kondisi Turki tentu bisa terjadi secara global. Filipina yang dulu mayoritas Islam, tinggal tersisa di Pulau Mindanau, Thailang tersisa di Pattani. Singapura berganti polupasi total.

CONTOH HASIL RISET DARI BEBERAPA NEGARA TENTANG PENGANUT AGAMA ISLAM (MUSLIM) YANG MELAKUKAN SHALAT 5 WAKTU:

Indonesia

  • Hasil Survei lokal menemukan bahwa sekitar 38,9% umat Muslim di Indonesia senantiasa menunaikan shalat 5 waktu secara rutin (istilah umumnya: tidak bolong-bolong).
  • Survei yang mendalam perlu dilakukan untuk menemukan indikator lainnya, apakah shalat di rumah ataukah di masjid berjamaah, kalau bolong-bolong, berapa rata-rata per harinya.

Filipina

  • Berdasarkan survei SWS, sekitar 26% Muslim di Filipina shalat lima kali sehari, sedangkan sebagian besar yang lain hanya beberapa kali atau kadang-kadang shalat, kadang-kadang tidak.

Analisis Hasil Survey ini:

  • Ibadah shalat lima waktu adalah kewajiban dalam Islam, tapi realitas praktik di lapangan berbeda antar negara dan komunitas.
  • Risiko bias survei (seperti definisi “sering” vs “sempurna 5 waktu”) dan hasil yang dilaporkan sendiri bisa membuat angka berbeda dari kondisi sebenarnya di lapangan.
  • Riset luas seperti dari Pew Research menunjukkan variasi besar di seluruh dunia — di beberapa negara mayoritas Muslim, mayoritas melaksanakan lima salat; di negara lain, persentasenya lebih rendah.

Kesimpulan

Tidak ada angka global tunggal, tentang pelaksanaan shalat pada orang muslin tetapi menurut berbagai survei bisa dianalisis dari temuan riset di bawah ini:

  • Di beberapa negara mayoritas berpenduduk Muslim, temuan survey adalah lebih dari separuh hingga mayoritasmenjawab pertanyaan bahwa mereka mengerjakan shalat 5 waktu sehari.
  • Di negara lain yang penduduknya bukan mayoritas muslim, angkanya bisa lebih rendah (misal berkisar ~30–40%).

GAMBARAN SHALAT 5 WAKTU DI NEGARA-NEGARA BERPENDUDUK MAYORITAS MUSLIM

Berikut ini beberapa data yang lebih terperinci tentang praktik shalat 5 waktu di beberapa negara. Kita fokus pada beberapa negara dengan populasi Muslim besar, untuk memberikan gambaran yang lebih jelas:

  1. Indonesia (🇮🇩)
  • Populasi Muslim: BPS bulan Januari merealease jumlah penduduk Indonesia tahun 2025 adalah 284.438.800 jiwa, maka jumlah umat Islam adalah 87% dari total populasi penduduk, yaitu 247.461.756 jiwa)
  • Shalat 5 Waktu: Berdasarkan survei dari Pos Dai, sekitar 38,9% umat Muslim di Indonesia rutin melaksanakan shalat 5 waktu setiap hari tanpa bolong.
  • Tren: Meskipun Indonesia adalah negara dengan jumlah Muslim terbesar di dunia, tingkat konsistensi shalat 5 waktu bervariasi, dan ada peningkatan kesadaran keagamaan di kalangan generasi muda yang mendorong praktek ini.
  1. Arab Saudi (🇸🇦)
  • Populasi Muslim: Sekitar 34 juta (seluruhnya Muslim)
  • Shalat 5 Waktu: Di negara tempat Ka’bah berada, sebagian besar Muslim melaksanakan shalat 5 waktu karena pengaruh sosial dan budaya yang kuat. Sumber internal menyatakan bahwa angka tersebut bisa mendekati 90-95%, meskipun lebih rendah di kalangan ekspatriat non-Arab.
  • Tren: Meski sangat tinggi, tingkat kekonsistenan bisa dipengaruhi oleh latar belakang sosial ekonomi dan gaya hidup.
  1. Pakistan (🇵🇰)
  • Populasi Muslim: Sekitar 220 juta (97% dari total populasi)
  • Shalat 5 Waktu: Survei menunjukkan bahwa sekitar 67% Muslim Pakistan mengaku melaksanakan shalat 5 waktu setiap hari, meskipun ada perbedaan antara kota besar dan pedesaan.
  • Tren: Konsistensi shalat sangat dipengaruhi oleh faktor pendidikan, usia, dan akses terhadap pendidikan agama.
  1. Turki (🇹🇷)
  • Populasi Muslim: Sekitar 85 juta (99% dari total populasi)
  • Shalat 5 Waktu: Survei dari Pew Research menunjukkan hanya sekitar 31% orang Muslim di Turki yang melaksanakan shalat 5 waktu secara konsisten.
  • Tren: Praktik shalat lebih rendah dibandingkan negara Muslim lainnya karena pengaruh sekularisme yang kuat, terutama di kalangan generasi muda dan perkotaan.
  1. Mesir (🇪🇬)
  • Populasi Muslim: Sekitar 104 juta (90% dari total populasi)
  • Shalat 5 Waktu: Sekitar 60-70% Muslim di Mesir melaksanakan shalat 5 waktu setiap hari, meskipun faktor kemiskinan dan budaya lokal mempengaruhi tingkat kekonsistenan.
  • Tren: Di daerah pedesaan, tingkat shalat lebih tinggi dibandingkan dengan daerah perkotaan.
  1. Bangladesh (🇧🇩)
  • Populasi Muslim: Sekitar 160 juta (90% dari total populasi)
  • Shalat 5 Waktu: Survei lokal menunjukkan sekitar 65% orang Muslim di Bangladesh menunaikan shalat 5 waktu.
  • Tren: Tingkat partisipasi tinggi di daerah pedesaan, sementara di kota besar seperti Dhaka angka ini cenderung lebih rendah karena gaya hidup urban.
  1. Filipina (🇵🇭)
  • Populasi Muslim: Sekitar 11 juta (6% dari total populasi)
  • Shalat 5 Waktu: Hanya sekitar 26% Muslim Filipina yang rutin shalat 5 waktu.
  • Tren: Banyak faktor, seperti mayoritas populasi yang non-Muslim, mempengaruhi tingkat kekonsistenan ini.
  1. India (🇮🇳)
  • Populasi Muslim: Sekitar 200 juta (14% dari total populasi)
  • Shalat 5 Waktu: Menurut survei di beberapa wilayah, sekitar 35-45% Muslim di India rutin melaksanakan shalat 5 waktu, dengan variasi tergantung pada lokasi (pedesaan vs perkotaan).
  • Tren: Kekonsistenan shalat dipengaruhi oleh urbanisasi dan aksesibilitas terhadap fasilitas agama.
  1. Nigeria (🇳🇬)
  • Populasi Muslim: Sekitar 100 juta (50% dari total populasi)
  • Shalat 5 Waktu: Di negara dengan populasi Muslim terbesar di Afrika, sekitar 70% umat Muslim dikatakan melaksanakan shalat 5 waktu.
  • Tren: Praktik ibadah sangat tergantung pada wilayah, dengan wilayah utara yang lebih dominan Muslim menunjukkan tingkat shalat lebih tinggi.
  • Catatan: Nigeria mempunyai sejarah, pernah

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRAKTEK SHALAT 5 WAKTU BAGI ORANG MUSLIM 

  • Budaya dan Pendidikan Agama: Negara dengan tradisi agama yang kuat, seperti Arab Saudi dan Indonesia, cenderung memiliki tingkat pelaksanaan shalat yang lebih tinggi.
  • Sekularisme dan Urbanisasi: Negara dengan pengaruh sekularisme yang lebih besar (seperti Turki) atau tingkat urbanisasi yang tinggi, bisa menyebabkan angka shalat lebih rendah.
  • Akses terhadap Masjid dan Fasilitas Keagamaan: Di daerah dengan banyak masjid dan komunitas Muslim yang aktif, pelaksanaan shalat cenderung lebih tinggi.

INTROSPEKSI DAN TANTANGAN

Jumlah umat Islam amat besar, terbesar di suatu negara yang penduduknya mayoritas muslim. Kondisi umat yang dilaporkan kurang dari 40% adalah fakta perlunya introspeksi, karena stangnannya dakwah, umat jumlah menurun, jumlah yang shalat tidak beranjak naik, atau justru menurun?

Selain introspeksi, juga ada hikmah, peluang, lahan dakwah amat besar, 38% dari jumlah muslimin di Indonesia adalah 94.035.467 jiwa. Besar sekali potensi untuk digerakkan dakwah yang tepat untuk aspek lain selain shalat. Dalam bidang umat dan bangsa bagi NKRI berpotensi untuk membangun masyarakat yang religius dan maju (berperadaban tinggi), menjadi masyarakat madani atau khoiru ummah. Dalam potensi perdagangan dan bisnis, Pengusaha mempunyai konsumen yang bisa dibina untuk setia unutk suatu prduk dengan pendekatan agama. Dalam bidang politik, akan berkah kalau ada partai yang berhasil membentuk menjadi konstituen politik partainya.

Ormas Islam harus menciptakan atmosfir yang memperkecil sekularisme dan urbanisasi yang terbukti melemahkan umat sebagaimana di Turki. Aplikasinya, misalnya Partai baru yang pendirinya muslim mendapat tantangan dalam rangka mendapat suara, atau Perusahaan milik muslimin dg produk mirip perusahaan LN yang telah lama ada di mindset umat atau rakyat Indonesia atau perusahaan besar dalam negeri yang telah mengambil pasar besar. Bisakah Elit Muslim memanfaatkan dakwah agar umat melaksanakan shalat 5 waktu, sekaligus mau pakai produk lokal ganti dari yang lama dari negara maju (asing), lalu dibina agar cerdas memilih calon dalam PEMILU? Ya harus bisa.

Ahad 26 Januari 2026 / 7 Sya’ban 1447

*) Masrifan Djamil adalah ilmuwan dalam ilmu kedokteran, seorang dokter, dikenal sebagai muballligh yang mempunyai ciri khas mengaitkan ilmu kedokteran / kesehatan dengan prinsip-prinsip agama Islam.

Baca Lainnya

Pemilu Bukan Pesta Demokrasi

20 Januari 2026 - 13:17 WIB

Masrifan Djamil

Kritik Ekoteologi terhadap Proses Desakralisasi Alam

17 Januari 2026 - 08:39 WIB

Guru Besar Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. H. Ilyas Supena, M.Ag

Belajar, Bekerja, dan Mengajar di Tengah Dunia Maya: Untuk Apa Kita Hadir?

10 Januari 2026 - 08:48 WIB

dr. Darmanto, SH, M.Kes, SpPD, FINASIM, FISQua

Filsafat Politik Cinta

8 Januari 2026 - 14:44 WIB

Prof. Dr. Ilyas Supena, M.Ag

Ibu Profesional, Anak Fenomenal: Antara  Teks dan Konteks 

22 Desember 2025 - 10:46 WIB

Prof. Dr. Hj.Yuyun Affandi, Lc. MA
Trending di Opini