Menu

Mode Gelap
Terpuruk! IPM Pemalang Peringkat Buncit, Pemerataan Pembangunan Dipertanyakan Mohammad Saleh: NU Harus Konsisten Kawal Pembangunan Jateng INSIP Siap Jadi Universitas Islam Pemalang Pasca Bencana Tanah Bergerak di Desa Padasari, LPBI NU MWC Jatinegara Bantu Air Bersih 24.000 liter Kunjungan Perpustakaan Jateng Capai 4,3 Juta Orang, Mohammad Saleh Minta Aktivitas Literasi Digeliatkan FTIK USM Perkuat Literasi Digital Berbasis Gender bagi Perempuan Pesisir Tambakrejo

Daerah

NasDem Pemalang Setuju Pilkada Lewat DPRD, Nurul Huda: Sejalan dengan Nilai Pancasila

badge-check


					Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Pemalang, Nurul Huda dan Anggota DPR Yoyok Riyo Sudibyo Perbesar

Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Pemalang, Nurul Huda dan Anggota DPR Yoyok Riyo Sudibyo

WARTA NASIONAL – Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Pemalang, Nurul Huda menilai pilkada melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) tidak bertentangan dengan UUD 1945 serta nilai Pancasila.

“Konstitusi Indonesia tak mengunci demokrasi pada satu model tertentu. Konstitusi kita tidak mengunci demokrasi pada satu model,” katanya dalam rilis yang diterima WartaNasional.com pada Minggu 4 Januari 2025.

Dikatakan Huda, Pilkada melalui DPRD memiliki dasar konstitusional yang sah dan tetap berada dalam koridor demokrasi.

Wacana pilkada lewat DPRD juga sejalan dengan nilai Pancasila. Khususnya sila keempat tentang permusyawaratan dan perwakilan.

“DPRD merupakan lembaga yang lahir dari mandat rakyat,” ujarnya.

DPRD adalah lembaga perwakilan yang lahir dari mandat rakyat. Mekanisme pilkada melalui DPRD dapat menjadi ruang untuk menghadirkan kepemimpinan daerah yang lahir dari proses permusyawaratan, kebijaksanaan, dan tanggung jawab kolektif.

Perubahan mekanisme pilkada bukan untuk mematikan demokrasi. Namun untuk menjaga agar demokrasi tetap sehat dan tidak sekadar menjadi ritual elektoral lima tahunan.

Ditambahkan Huda, Demokrasi yang hidup adalah demokrasi yang mampu beradaptasi, memperbaiki diri, dan tetap menjamin keterwakilan rakyat. Selama prinsip partisipasi, akuntabilitas, dan kontrol publik dijaga, demokrasi tidak sedang dimatikan, tetapi justru diperkuat.

“Demokrasi tidak boleh dimaknai semata sebagai prosedur memilih. Melainkan juga sebagai instrumen untuk melahirkan kepemimpinan daerah yang berintegritas dan efektif,” pungkasnya.***

Baca Lainnya

Terpuruk! IPM Pemalang Peringkat Buncit, Pemerataan Pembangunan Dipertanyakan

21 April 2026 - 21:51 WIB

IPM Jawa Tengah 2025 Capai 74,77, Pemalang Terendah di Posisi 35

Mohammad Saleh: NU Harus Konsisten Kawal Pembangunan Jateng

21 April 2026 - 08:10 WIB

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah Mohammad Saleh menghadiri acara “Halalbihalal Ngumpulke Balung Pisah Warga NU se-Jateng” yang digelar di Hotel Pandanaran, Kota Semarang pada Minggu, 19 April 2026 malam.

Pasca Bencana Tanah Bergerak di Desa Padasari, LPBI NU MWC Jatinegara Bantu Air Bersih 24.000 liter

19 April 2026 - 10:42 WIB

Ketua Lembaga Penanggulan Bencana dan Iklim Nahdatu Ulama (LPBI NU) MWC NU Jatinegara Rereb Kanthi Pangestu saat Menyalurkan air bersih

Kunjungan Perpustakaan Jateng Capai 4,3 Juta Orang, Mohammad Saleh Minta Aktivitas Literasi Digeliatkan

19 April 2026 - 09:16 WIB

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh,

FTIK USM Perkuat Literasi Digital Berbasis Gender bagi Perempuan Pesisir Tambakrejo

18 April 2026 - 16:08 WIB

FTIK USM Perkuat Literasi Digital Berbasis Gender bagi Perempuan Pesisir Tambakrejo
Trending di Daerah