WARTA NASIONAL – Polemik surat berkop resmi dari Kelurahan Mulyoharjo Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang yang berisi permintaan bantuan bingkisan Lebaran akhirnya berujung klarifikasi dan permintaan maaf dari pihak kelurahan.
Lurah Mulyoharjo Sigit Dwi Pamungkas, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat dan kepada semua pihak yang merasa kurang nyaman atas beredarnya surat tersebut.
Ia mengakui bahwa penggunaan kop dan stempel resmi kelurahan dalam permintaan partisipasi itu menimbulkan persepsi yang berbeda dan menimbulkan kegaduhan di masyarakat.
“Kami memohon maaf atas kegaduhan yang terjadi di masyarakat dan surat tersebut sudah ditarik dan dibatalkan,” ujar Lurah Sigit kepada wartanasional.com pada Rabu (25/2/2026) malam.

Surat Ditarik dan Dibatalkan
Sebagai bentuk tanggung jawab, pihak kelurahan memutuskan menarik dan membatalkan surat permintaan bantuan tersebut.
Dengan mengeluarkan surat dengan perihal Pemberitahuan Pembatalan Surat yang isinya perihal permohonan bantuan bingkisan lebaran tertanggal 23 Februari 2026, karena lain dan sesuatu hal, maka menarik kembali surat tersebut (dibatalkan).
Sebagai informasi, Lurah Sigit juga menjelaskan bahwa surat itu tidak ditujukan kepada pertokoan, melainkan kepada lembaga seperti BAZNAS, Kantor Pos, serta perbankan di wilayah Mulyoharjo.
Lurah Sigit menyebut, permintaan bantuan paket Lebaran tersebut juga tidak bersifat memaksa.
Ditambahkan, Ia tidak menyangka surat tersebut menimbulkan kegaduhan di masyarakat.
Sekali lagi ditegaskan, bahwa saat ini surat permohonan bantuan paket Lebaran tersebut telah ditarik dan dibatalkan.
“Ya ini sebagai evaluasi kami, surat-surat sudah kami tarik.” pungkas Sigit Dwi Pamungkas. ***















