WARTA NASIONAL – Terpilihnya Prasetyo Widyatmoko sebagai Ketua Umum KONI Pemalang periode 2026–2030 secara aklamasi menunjukkan kuatnya dukungan dari cabang olahraga (cabor).
Dukungan dominan tersebut mencerminkan besarnya harapan dari cabor sebagai ujung tombak pembinaan atlet di daerah.
Mereka menaruh ekspektasi agar kepemimpinan baru mampu membawa perubahan nyata dalam peningkatan prestasi olahraga di Kabupaten Pemalang.
Ketua terpilih dituntut memiliki energi besar untuk mendorong kemajuan atlet melalui pembinaan yang terstruktur di masing-masing cabor.
Pasalnya, hingga kini masih banyak keluhan dari atlet terkait keterbatasan sarana dan prasarana, serta minimnya dukungan anggaran.
Persoalan tersebut dinilai harus menjadi prioritas utama dalam upaya meningkatkan prestasi olahraga daerah. Tanpa dukungan fasilitas dan pendanaan yang memadai, sulit bagi atlet untuk bersaing di level yang lebih tinggi.
Selain itu, kekuatan organisasi KONI juga sangat ditentukan oleh soliditas kepengurusan ke depan.
Pengurus yang terbentuk diharapkan mampu menerjemahkan program kerja secara konkret dan selaras dengan kebutuhan masing-masing cabor.
Sinergi antara KONI dan cabor menjadi kunci agar setiap program berjalan efektif dan berorientasi pada pencapaian prestasi.
Tata kelola organisasi yang baik, transparan, dan berbasis kinerja juga menjadi faktor penting dalam mewujudkan target tersebut.
Di sisi lain, potensi atlet Pemalang dinilai cukup besar untuk bersaing di tingkat lokal maupun nasional.
Namun, potensi tersebut hanya bisa berkembang optimal jika didukung oleh semua pihak, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat.
Tantangan besar pun muncul, yakni apakah KONI Pemalang mampu melaju dan meraih prestasi tanpa ketergantungan penuh pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Hal ini menjadi wacana penting untuk didiskusikan bersama masyarakat Pemalang, guna mencari solusi alternatif dalam pembiayaan olahraga yang berkelanjutan.***
*) Mantan Kabid Organisasi KONI JATENG















