Menu ✖

Mode Gelap
Ketua Golkar Jateng Soroti Riset CELIOS, Tegaskan Pentingnya Penilaian Berimbang Senator Abdul Kholik Serap Aspirasi Mahasiswa IVET Semarang, Dorong Penguatan Pertanian dan Maritim Aris Ismail Apresiasi Langkah KPK, Dukung Pemalang Lebih Bersih dan Berkeadilan RTH Bumiayu Mangkrak, Di Mana Keseriusan Pemkab dan DPRD Brebes? Fraksi Golkar DPRD Pemalang Ikuti Rakornis Nasional 2026 di Bandung, Perkuat Konsolidasi Pemenangan Pemilu Datangi Keluarga Korban Bullying di Pemalang, MY Esti Wijayati Dorong RUU Sisdiknas Bakal Diperkuat

Daerah

Kasus Kematian Siswa SDN 01 Kebondalem Diduga Korban Perundungan, DPRD Pemalang Desak Investigasi Tuntas

badge-check


					Anggota DPRD Kabupaten Pemalang dari Fraksi PKB, Rizaldi Rais Handayani, S.Pi, Perbesar

Anggota DPRD Kabupaten Pemalang dari Fraksi PKB, Rizaldi Rais Handayani, S.Pi,

WARTA NASIONAL — Anggota DPRD Kabupaten Pemalang dari Fraksi PKB, Rizaldi Rais Handayani, S.Pi, mendesak agar kasus kematian siswa kelas 2 SD Negeri 01 Kebondalem, Kabupaten Pemalang, yang diduga berkaitan dengan perundungan oleh kakak kelas, diusut secara menyeluruh, tuntas dan objektif.

Rizaldi mengatakan, kasus yang melibatkan anak harus mendapat perhatian serius dari seluruh pihak.

Menurutnya, proses pengusutan tidak boleh berhenti pada dugaan awal, tetapi harus mampu mengungkap secara terang kronologi kejadian, pihak-pihak yang terlibat, serta faktor yang menyebabkan korban akhirnya meninggal dunia.

“Kasus ini harus diusut secara menyeluruh dan objektif. Jangan sampai ada fakta yang terlewat. Semua informasi dan keterangan dari pihak-pihak yang mengetahui kejadian perlu diperiksa secara cermat,” kata Rizaldi.

Anggota Komisi D DPRD Pemalang itu menegaskan, investigasi perlu dilakukan berdasarkan fakta dan bukti yang ada sehingga tidak menimbulkan kesimpulan sepihak.

Apalagi, kasus tersebut menyangkut anak-anak sehingga penanganannya harus tetap memperhatikan ketentuan perlindungan anak.

Rizaldi juga mendorong adanya koordinasi antara aparat penegak hukum, pihak sekolah, keluarga korban, pemerintah daerah, serta instansi terkait.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan proses penanganan berjalan secara profesional sekaligus memberikan kepastian mengenai fakta sebenarnya dari peristiwa tersebut.

Selain pengusutan kasus, Rizaldi meminta evaluasi terhadap sistem pengawasan dan pencegahan kekerasan di lingkungan sekolah.

Menurutnya, sekolah harus menjadi ruang yang aman bagi seluruh peserta didik, sehingga potensi perundungan maupun bentuk kekerasan lainnya harus dapat dicegah sedini mungkin.

“Yang paling penting adalah bagaimana kejadian seperti ini tidak terulang. Sekolah, keluarga, pemerintah dan masyarakat memiliki tanggung jawab bersama untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi anak,” ujarnya.

Ia berharap proses investigasi dapat berjalan transparan sesuai ketentuan yang berlaku dengan tetap mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak.

Di sisi lain, keluarga korban juga diharapkan mendapatkan pendampingan dan perhatian selama proses penanganan kasus berlangsung.

Rizaldi menambahkan, DPRD Kabupaten Pemalang akan memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut, terutama berkaitan dengan aspek perlindungan anak dan upaya memastikan lingkungan pendidikan di Kabupaten Pemalang semakin aman dari praktik perundungan dan kekerasan.***

Baca Lainnya

Ketua Golkar Jateng Soroti Riset CELIOS, Tegaskan Pentingnya Penilaian Berimbang

14 Oktober 2026 - 21:47 WIB

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh.

Aris Ismail Apresiasi Langkah KPK, Dukung Pemalang Lebih Bersih dan Berkeadilan

13 Oktober 2026 - 16:59 WIB

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pemalang, H Aris Ismail, SAP

Fraksi Golkar DPRD Pemalang Ikuti Rakornis Nasional 2026 di Bandung, Perkuat Konsolidasi Pemenangan Pemilu

12 Oktober 2026 - 15:41 WIB

Datangi Keluarga Korban Bullying di Pemalang, MY Esti Wijayati Dorong RUU Sisdiknas Bakal Diperkuat

10 Oktober 2026 - 21:23 WIB

Kasus Dugaan Perundungan Siswa SD di Pemalang, DP3AKB Jateng Langsung Bergerak

8 Oktober 2026 - 08:07 WIB

Trending di Daerah