WARTA NASIONAL – Anggota DPRD Kabupaten Pemalang dari Fraksi Golkar, H. Aris Ismail, SAP, melaksanakan kegiatan reses masa sidang 2024-2025 di wilayah Widuri, kecamatan Pemalang, pada Sabtu 29 November 2025.
Dalam kegiatan tersebut, warga menyampaikan sejumlah persoalan yang masih dirasakan, terutama terkait penyaluran bantuan sosial (bansos) yang belum merata serta kondisi infrastruktur jalan yang rusak di berbagai titik.
Dalam dialog terbuka, warga mengeluhkan bahwa pendataan penerima bansos dinilai tidak tepat sasaran. Ada warga yang seharusnya layak menerima bantuan tetapi belum terdaftar, sementara di sisi lain terdapat penerima yang dinilai tidak memenuhi kriteria.
“Kami berharap ada pemeriksaan ulang terhadap data bansos. Banyak warga yang benar-benar membutuhkan tetapi tidak mendapat bantuan,” kata salah seorang warga.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pemalang itu menegaskan komitmennya untuk mendorong perbaikan sistem pendataan dan distribusi bantuan sosial agar lebih transparan dan tepat sasaran.
Ia juga berjanji akan menyampaikan aspirasi ini kepada dinas terkait dan pemerintah kabupaten (Pemkab) Pemalang.
Selain itu, warga juga menyoroti kerusakan jalan lingkungan dan akses antar-desa yang semakin parah, terutama saat musim hujan. Jalan berlubang dan kurangnya drainase menjadi keluhan utama yang menghambat aktivitas ekonomi warga.
“Infrastruktur jalan adalah kebutuhan dasar. Jika jalan rusak, ekonomi warga ikut terhambat,” ujarnya.
Politisi Golkar itu menambahkan bahwa pihaknya akan memperjuangkan peningkatan anggaran untuk perbaikan jalan pada pembahasan APBD mendatang.
Ia menekankan bahwa pembangunan infrastruktur yang merata adalah salah satu fokus Fraksi Golkar dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat.
Kegiatan reses yang berlangsung tersebut dihadiri oleh tokoh masyarakat, RT/RW, serta ratusan warga. Suasana dialog berlangsung aktif dan penuh harapan.
Ditambahkan Aris, bahwa masukan masyarakat akan menjadi dasar dalam penyusunan rekomendasi kebijakan agar program pemerintah dapat lebih efektif dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat.***













