Menu ✖

Mode Gelap
RTH Bumiayu Mangkrak, Di Mana Keseriusan Pemkab dan DPRD Brebes? Fraksi Golkar DPRD Pemalang Ikuti Rakornis Nasional 2026 di Bandung, Perkuat Konsolidasi Pemenangan Pemilu Datangi Keluarga Korban Bullying di Pemalang, MY Esti Wijayati Dorong RUU Sisdiknas Bakal Diperkuat Tring! Pegadaian Tembus 7,5 Juta Pengguna, Aries Aviani Dorong Literasi Digital Kasus Dugaan Perundungan Siswa SD di Pemalang, DP3AKB Jateng Langsung Bergerak Doni Akbar Sambangi Rumah Korban Perundungan di Pemalang, Desak Penanganan Serius

Daerah

Bupati Anom Ingin Bersahabat dengan Alam Melalui Gerakan Selamatkan Pesisir Jawa Tengah

badge-check


					Bupati Anom Ingin Bersahabat dengan Alam Melalui Gerakan Selamatkan Pesisir Jawa Tengah Perbesar

Bupati Anom Ingin Bersahabat dengan Alam Melalui Gerakan Selamatkan Pesisir Jawa Tengah

WARTA NASIONAL – Program gerakan menanam dan merawat mangrove pada tahun 2025 – 2030 merupakan program Selamatkan Pesisir Jawa Tengah, yang digagas oleh Yayasan Kelola Lingkungan Pesisir Nusantara. Hal itu menginspirasi Bupati Pemalang Anom Widiyantoro hingga ingin bersahabat dengan alam.

Itu dikatakannya dalam acara Launching Gerakan Selamatkan Pesisir Jawa Tengah yang dihadiri oleh Ketua MPR RI Ahmad Muzani dan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Pantai Kertosari, Jumat (27/6/2025).

“Melalui gerakan ini kami ingin bersahabat dengan alam dan kami sudah membuat gerakan resik, hijau dan apik ini menjadi modal kami bersama-sama masyarakat menggerakkan kepedulian terhadap lingkungan hidup,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyampaikan, gerakan merawat dan menanam mangrove merupakan cara sederhana untuk menyelamatkan lingkungan khususnya di wilayah pesisir.

“Kepada pegiat lingkungan saya berterima kasih, karena ini bentuk kesadaran yang dilakukan oleh masyarakat untuk menyelamatkan masa depan lingkungan,” kata Ahmad Muzani.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa program ini bukan sekedar penanaman, melainkan penekanan kuat pada aspek perawatan mangrove dan cemara laut yang telah ditanam.

“Jangan hanya gagah kita menanam tapi tidak merawat,” kata Luthfi.

Luthfi meminta kepada seluruh masyarakat dan stakeholder untuk sering mengecek dan merawat mangrove dan cemara laut yang sudah ditanam.

“Sudah seringkali dilakukan kegiatan penanaman mangrove, namun banyak yang tidak tumbuh atau hilang karena kurang perawatan,” ungkapnya.

Selanjutnya, Ketua Kelola Yayasan Pesisir Nusantara, Ardas Patra selaku penyelenggara melaporkan, kegiatan yang dilaksanakan di Pantai Kertosari adalah gerakan selamatkan pesisir Jawa Tengah.

“Gerakan menanam 5 ribu pohon mangrove, dan gerakan ini akan diperlebar menjadi Kabupaten Pemalang, Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Batang,” katanya.

Ardas menjelaskan, total wilayah yang akan digarap ada 132 hektar, untuk kebutuhan mangrovenya 500 ribu batang.

“Kegiatan ini akan dilakukan mulai tahun 2025 sampai tahun 2030 dalam perencanaan kami untuk mengurusi seluruh pesisir utara Jawa Tengah,” tutupnya.***

Baca Lainnya

Fraksi Golkar DPRD Pemalang Ikuti Rakornis Nasional 2026 di Bandung, Perkuat Konsolidasi Pemenangan Pemilu

12 Oktober 2026 - 15:41 WIB

Datangi Keluarga Korban Bullying di Pemalang, MY Esti Wijayati Dorong RUU Sisdiknas Bakal Diperkuat

10 Oktober 2026 - 21:23 WIB

Kasus Dugaan Perundungan Siswa SD di Pemalang, DP3AKB Jateng Langsung Bergerak

8 Oktober 2026 - 08:07 WIB

Doni Akbar Sambangi Rumah Korban Perundungan di Pemalang, Desak Penanganan Serius

6 Oktober 2026 - 09:40 WIB

Hadiri Upacara HUT ke-81 TNI di Makodim Pemalang, Aris Ismail: Bersatu, Berjuang, dan Mengabdi untuk Indonesia

5 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Trending di Daerah