WARTA NASIONAL – Anggota Komisi VII DPR RI, Yoyok Riyo Sudibyo, menggelar kegiatan reses di Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang, pada Jumat 28 November 2025. Dalam pertemuan yang dihadiri ratusan pemuda, pelaku UMKM, serta tokoh masyarakat.
Politisi dari Partai NasDem itu menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menggerakkan ekonomi daerah melalui kewirausahaan.
Dalam dialog tersebut, Yoyok menjelaskan bahwa anak muda memiliki potensi besar untuk berinovasi dan menciptakan lapangan kerja kedepannya.
“Indonesia membutuhkan lebih banyak wirausaha muda. Kreativitas dan keberanian anak-anak muda hari ini adalah kunci untuk memperkuat perekonomian lokal khusunya di Pemalang. Tugas kami di DPR adalah memastikan ekosistem usaha mereka didukung lewat regulasi dan program pemerintah,” ujar Eks Bupati Batang itu.
Pada kesempatan itu, Yoyok juga menyerap sejumlah aspirasi, termasuk kebutuhan akses permodalan, pelatihan digital marketing, hingga pendampingan manajemen usaha kedepannya.
Ia berjanji akan mengawal dan mendampingi melalui kegiatan yang ada di kantor DPD NasDem Kabupaten Pemalang kedepan, terkait program dan master plan bisa didiskusikan terutamanya yang dapat lebih menyasar anak muda.
Salah satu peserta reses, Hidayat, menyampaikan bahwa banyak pemuda lokal ingin berusaha atau starup rintisan usaha, namun terkendala modal dan kurangnya pelatihan.
“Kami sangat terbantu dengan adanya kunjungan anggota DPR. Harapannya, ke depan ada lebih banyak program pelatihan dan akses pinjaman usaha untuk anak muda,” ujarnya.
Selain itu, Yoyok juga mendorong pelaku industri untuk memperbesar investasi dan memperluas penyerapan tenaga kerja di daerah.
“Bahwa dunia industri memiliki peran penting dalam mengurangi angka pengangguran, terutama di wilayah yang memiliki potensi sumber daya manusia yang tinggi,” katanya.
Ditambahkan, Yoyok bahwa beberapa perusahaan menyampaikan kendala terkait perizinan, ketersediaan infrastruktur, hingga kebutuhan tenaga kerja terampil.
Menanggapi hal itu, ia berjanji untuk memperjuangkan percepatan pembangunan infrastruktur industri serta peningkatan program vokasi.
“Kami ingin memastikan bahwa regulasi yang ada benar-benar memfasilitasi dunia usaha. Di sisi lain, pemerintah juga harus memperkuat pelatihan vokasional agar tenaga kerja lokal siap terserap,” pungkasnya.***













