WARTA NASIONAL – Wakil Seketaris Pengurus Besar Ikatan Kekeluargaan Mahasiswa Indonesia Sulawesi Selatan (PB IKAMI Sulsel) Muhammad Tahir mendesak pihak Aparat Penegak Hukum (APH) mengusut tuntas atas kasus penyiraman air keras yang terjadi pada Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.
“Saya mendorong pihak APH yang terkait mengusut tuntas kasus tersebut karena ini menyangkut eksistensi aktivis di Indonesia, kita tidak ingin adanya tindakan yang mencederai hukum dan tentunya kami pun mendorong tranparansi dalam menangani kasus tersebut,” katanya kepada awak media malalui siaran persnya pada Minggu 29 Maret 2026.
Muhammad Tahir yang juga alumni Aktivis HMI ini pun meminta kasus ini segera mungkin menemukan titik terang agar semua pihak dan publik tercerahkan atas kasus ini, terutama para aktivis akan merasa aman dan nyaman serta dilindungi negara.
“Kami pun meminta pihak yang bersangkutan segera menemukan titik terang dari penyelidikan terutama kepada terduga sebagai pelaku jika tebukti bersalah dapat ditindak sesuai hukum yang berlaku,” ungkapnya.
Diketahui, sebagaimana disampaikan Muhammad Tahir bahwa dirinya mendapatkan informasi dari media ternama bahwa pihak Danpuspom TNI Mayjen Yusri Nuryanto akan memastikan penanganan kasus akan berjalan transparan dan tuntas.
“Kami percaya kasus ini akan tuntas dengan penyedikan secara profesional dan transparan sehingga kami pun berharap setiap tahap-tahap penyidikan disampaikan ke publik” kata Muhammad Tahir yang juga Ketua IKAMI Sulsel Babel Cabang Bangka Belitung Periode 2023-2024.
“Kami pun minta setiap tahap-tahap mulai dari proses penyelidikan, kemudian pada saat penyerahan berkas pada Odmil (Oditurat Militer Tinggi) terus disampaikan dimata publik sampai dengan pada proses persidangan,” katanya
Muhammad Tahir agar kasus ini berjalan lanjar sesuai dengan hukun yang berlaku dan pihaknya akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas.
“Kami pun akan mengawal kasus ini hingga tuntas dan kami berharap kasus ini tidak lagi terulang jika ada aktivis di indonesai mendapatkan intiminasi dan tidakan kekerasan serta semoga kasus ini segera terungkap dan lancar,” pungkasnya.***
















