WARTA NASIONAL – Senator DPD RI daerah pemilihan Jawa Tengah, Dr. H. Abdul Kholik, S.H., M.Si., menggelar kegiatan DPD RI Goes to School di Universitas IVET Semarang, pada Selasa (14/10/2026).
Kegiatan ini menjadi sarana pengenalan fungsi kelembagaan DPD RI sekaligus menyerap aspirasi mahasiswa terkait pembangunan daerah.
Abdul Kholik mengatakan, kegiatan tersebut merupakan upaya mendekatkan DPD RI dengan generasi muda, khususnya kalangan mahasiswa, sekaligus memperkenalkan hasil kerja lembaga perwakilan daerah, terutama yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat Jawa Tengah.
“Hari ini kita DPD goes to kampus dalam rangka mengenalkan kelembagaan DPD sekaligus juga hasil kerja-kerja DPD, terutama tentu untuk konteks Jawa Tengah. Di kampus Universitas IVET Semarang ini banyak mahasiswa yang juga memberikan respons,” ujarnya.
Menurutnya, mahasiswa Universitas IVET memiliki perhatian besar terhadap berbagai persoalan kedaerahan, mulai dari pembangunan wilayah, pertanian, hingga sektor kemaritiman.
Aspirasi tersebut dinilai penting sebagai masukan bagi DPD RI dalam memperjuangkan kepentingan daerah di tingkat nasional.
Ia pun mendorong mahasiswa, khususnya yang menempuh pendidikan di bidang maritim, untuk berkontribusi dalam mengembangkan potensi kelautan Jawa Tengah serta membangun kolaborasi dengan DPD RI melalui saluran penyampaian aspirasi.
“Kita dorong juga untuk bisa terus mengembangkan potensi maritim di Jawa Tengah. Tentu kepada para mahasiswa yang belajar di ilmu maritim maupun ilmu yang lain juga kita dorong untuk bisa memberikan kontribusi kepada daerah,” katanya.
Menanggapi aspirasi mahasiswa yang banyak berasal dari wilayah pertanian, Abdul Kholik menegaskan bahwa penguatan sektor pertanian menjadi salah satu perhatian DPD RI.
Menurutnya, sektor tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah.
“Kami DPD terus memberi perhatian kepada sektor pertanian. Salah satunya kita mendorong penguatan sektor ini, bahkan kami sudah mengajukan kepada pemerintah untuk menjadi program directive langsung presiden, sektor pertanian menjadi kawasan swasembada pangan,” tegasnya.
Selain pertanian, Abdul Kholik menyoroti pentingnya pengembangan sektor maritim melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), penguatan infrastruktur, serta pemanfaatan teknologi.
Langkah tersebut diperlukan untuk mendukung produktivitas nelayan dan meningkatkan daya saing industri maritim.
Dalam kesempatan itu, Abdul Kholik juga memaparkan perkembangan Rancangan Undang-Undang (RUU) Daerah Kepulauan yang merupakan inisiatif DPD RI.
Saat ini, RUU tersebut telah memasuki pembahasan tingkat pertama di Panitia Khusus (Pansus) DPR RI.
“RUU Daerah Kepulauan adalah RUU inisiatifnya DPD RI yang saat ini masuk dalam pembahasan tingkat satu di DPR di Pansus. Kami bersama DPR dan pemerintah sedang mengupayakan penyelesaian RUU ini,” jelasnya.
RUU tersebut diharapkan dapat menghadirkan kebijakan afirmatif bagi wilayah kepulauan, termasuk melalui skema Dana Khusus Kepulauan (DKK). Dukungan tersebut ditujukan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan peningkatan layanan publik di daerah yang menghadapi tantangan geografis.
Abdul Kholik menyebutkan, DPD RI bersama DPR dan pemerintah terus mengupayakan percepatan pembahasan regulasi tersebut. Ia berharap pemerintah dapat segera terlibat dalam pembahasan sehingga penyelesaiannya dapat didorong pada akhir tahun 2026.
“Sudah sampai pembahasan tingkat satu. Kami bersepakat dengan pemerintah paling lambat awal November pemerintah masuk. Kalau pemerintah masuk, mungkin kita bisa dorong akhir tahun bisa diselesaikan dan Presiden sudah memberi atensi khusus RUU ini untuk bisa segera diselesaikan,” pungkasnya.
Melalui kegiatan DPD RI Goes to School di Universitas IVET Semarang, Abdul Kholik berharap mahasiswa semakin memahami peran DPD RI sekaligus berani menyampaikan gagasan dan aspirasi untuk mendorong pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat daerah.***
















