Menu ✖

Mode Gelap
Duka Mendalam atas Kepergian MH, Ketua IKMAL JAYA Sampaikan Belasungkawa dan Soroti Dugaan Bullying Ketua Golkar Jateng Meyakini Pengangkatan Bahlil Lahadalia Percepat Kemandirian Energi Kekerasan Anak di Pemalang, Titien Dorong Penguatan Sekolah dan Ketahanan Keluarga Yayasan Baitul Mal BRI Pemalang Salurkan Bantuan Perlengkapan Sekolah untuk 40 Siswa Kurang Mampu Hari Kesaktian Pancasila 2026, Aris Ismail Ajak Masyarakat Perkuat Nilai Pancasila untuk Dukung Pembangunan Berkelanjutan Ketua Cabang SH Terate Pemalang Bantah Kewajiban Bayar Rp5 Juta per Tahun

Daerah

Duka Mendalam atas Kepergian MH, Ketua IKMAL JAYA Sampaikan Belasungkawa dan Soroti Dugaan Bullying

badge-check


					Ketua Umum IKMAL JAYA, Abdul Khalim Perbesar

Ketua Umum IKMAL JAYA, Abdul Khalim

WARTA NASIONAL — Kepergian MH (7), siswa kelas 2 SD asal Kelurahan Kebondalem, Kabupaten Pemalang, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat.

MH meninggal dunia pada Kamis (1/10/2026) setelah diduga menjadi korban kekerasan atau perundungan (bullying) oleh kakak kelasnya.

Ketua Umum Ikatan Masyarakat Pemalang (IKMAL JAYA), H. Abdul Khalim, turut menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya MH.

Ia menyebut peristiwa tersebut menjadi keprihatinan bersama, terlebih korban masih berusia tujuh tahun.

“Atas nama pribadi dan keluarga besar IKMAL JAYA, saya menyampaikan turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya ananda MH. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” ujar Abdul Khalim.

Ia berharap dugaan peristiwa kekerasan atau perundungan yang dialami korban dapat ditangani secara serius dan objektif.

Menurutnya, setiap anak berhak mendapatkan perlindungan dan rasa aman, khususnya ketika berada di lingkungan pendidikan.

“Anak-anak harus mendapatkan rasa aman, baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan tempat tinggalnya. Kita tentu sangat prihatin jika ada anak yang harus kehilangan nyawa akibat dugaan tindakan kekerasan,” katanya.

Abdul Khalim juga mendorong agar seluruh pihak terkait dapat melakukan evaluasi terhadap upaya pencegahan kekerasan dan perundungan di lingkungan sekolah.

Peran orang tua, guru, sekolah, masyarakat dan pemerintah dinilai penting dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak.

Ia menegaskan, penanganan kasus tersebut harus berdasarkan fakta dan ketentuan yang berlaku. Masyarakat juga diharapkan tidak mengambil kesimpulan sebelum proses pendalaman dilakukan oleh pihak berwenang.

“Harapan kami persoalan ini dapat diusut secara objektif dan transparan sesuai fakta. Yang terpenting, kepentingan terbaik bagi anak harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.

Abdul Khalim berharap tragedi yang menimpa MH menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian dan perlindungan terhadap anak di Kabupaten Pemalang.

“Semoga ananda MH mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Untuk keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan ketabahan dan kekuatan. Dan semoga kejadian seperti ini tidak kembali terjadi,” pungkasnya.***

Baca Lainnya

Ketua Golkar Jateng Meyakini Pengangkatan Bahlil Lahadalia Percepat Kemandirian Energi

2 Oktober 2026 - 06:37 WIB

Kekerasan Anak di Pemalang, Titien Dorong Penguatan Sekolah dan Ketahanan Keluarga

1 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Hari Kesaktian Pancasila 2026, Aris Ismail Ajak Masyarakat Perkuat Nilai Pancasila untuk Dukung Pembangunan Berkelanjutan

1 Oktober 2026 - 07:11 WIB

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pemalang, Aris Ismail, S.AP.,

Ketua Cabang SH Terate Pemalang Bantah Kewajiban Bayar Rp5 Juta per Tahun

30 September 2026 - 14:32 WIB

Slamet Efendi

Anggota DPRD Pemalang Fahmidh Dhuha Salurkan Bantuan MCK ke Wisata Susukan

30 September 2026 - 10:24 WIB

Trending di Daerah