Menu ✖

Mode Gelap
Kekerasan Anak di Pemalang, Titien Dorong Penguatan Sekolah dan Ketahanan Keluarga Yayasan Baitul Mal BRI Pemalang Salurkan Bantuan Perlengkapan Sekolah untuk 40 Siswa Kurang Mampu Hari Kesaktian Pancasila 2026, Aris Ismail Ajak Masyarakat Perkuat Nilai Pancasila untuk Dukung Pembangunan Berkelanjutan Ketua Cabang SH Terate Pemalang Bantah Kewajiban Bayar Rp5 Juta per Tahun Anggota DPRD Pemalang Fahmidh Dhuha Salurkan Bantuan MCK ke Wisata Susukan Pegadaian Kanwil XI Semarang dan UIN Salatiga Teken MoU, Perkuat Literasi Keuangan dan Kompetensi Mahasiswa

Daerah

Kekerasan Anak di Pemalang, Titien Dorong Penguatan Sekolah dan Ketahanan Keluarga

badge-check


					Pakar pendidikan sekaligus Ketua GOW Kabupaten Pemalang, Dra. Titien Soewastiningsih S, M.Ed., Ph.D Perbesar

Pakar pendidikan sekaligus Ketua GOW Kabupaten Pemalang, Dra. Titien Soewastiningsih S, M.Ed., Ph.D

WARTA NASIONAL — Peristiwa kekerasan yang melibatkan anak dengan anak hingga menyebabkan korban meninggal dunia menjadi keprihatinan bersama.

Pakar pendidikan sekaligus Ketua GOW Kabupaten Pemalang, Dra. Titien Soewastiningsih Soebari, M.Ed, Ph.D, mendorong penguatan pencegahan kekerasan melalui sekolah, keluarga, masyarakat dan pemerintah.

“Kekerasan yang dilakukan anak terhadap anak hingga menyebabkan korban meninggal dunia tentu sangat kita sayangkan. Ini menjadi pengingat bahwa anak membutuhkan lingkungan yang aman, baik di sekolah maupun di keluarga,” ujar Titien.

Menurutnya, sekolah harus menjadi lingkungan belajar yang aman, nyaman dan mendukung pembentukan karakter.

Pencegahan kekerasan perlu menjadi bagian dari budaya sekolah, termasuk melalui deteksi dini terhadap perubahan perilaku, perundungan, konflik maupun tekanan yang dialami anak.

Di sisi lain, ketahanan keluarga juga menjadi kunci. Orang tua perlu membangun komunikasi terbuka, memahami kondisi emosional dan pergaulan anak, serta memberikan pendampingan dalam penggunaan teknologi dan media sosial.

Titien juga mendorong pemerintah daerah memperkuat sistem perlindungan anak, termasuk regulasi dan mekanisme Satgas Anti Kekerasan di Lingkungan Sekolah agar tidak sekadar bersifat administratif, tetapi berfungsi dalam pencegahan, edukasi, deteksi dini, penanganan dan pendampingan.

“Pencegahan harus dimulai sekarang, dari keluarga, sekolah dan lingkungan masyarakat, dengan dukungan kebijakan pemerintah yang kuat. Kita ingin anak-anak Pemalang tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, berkarakter dan memiliki masa depan,” pungkasnya.***

Baca Lainnya

Hari Kesaktian Pancasila 2026, Aris Ismail Ajak Masyarakat Perkuat Nilai Pancasila untuk Dukung Pembangunan Berkelanjutan

1 Oktober 2026 - 07:11 WIB

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pemalang, Aris Ismail, S.AP.,

Ketua Cabang SH Terate Pemalang Bantah Kewajiban Bayar Rp5 Juta per Tahun

30 September 2026 - 14:32 WIB

Slamet Efendi

Anggota DPRD Pemalang Fahmidh Dhuha Salurkan Bantuan MCK ke Wisata Susukan

30 September 2026 - 10:24 WIB

Pegadaian Kanwil XI Semarang dan UIN Salatiga Teken MoU, Perkuat Literasi Keuangan dan Kompetensi Mahasiswa

29 September 2026 - 13:56 WIB

Bapemperda DPRD Pemalang Bahas Evaluasi Produk Hukum Daerah Bersama OPD

26 September 2026 - 11:00 WIB

Trending di Daerah