Menu ✖

Mode Gelap
Doni Akbar Sambangi Rumah Korban Perundungan di Pemalang, Desak Penanganan Serius Bangga! Ikna Rania Azzahra Bersinar di Kejuaraan Renang Kecamatan Pemalang, Borong Tiga Gelar Juara Info Loker! RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan Buka Rekrutmen, Tujuh Formasi Dibuka Hadiri Upacara HUT ke-81 TNI di Makodim Pemalang, Aris Ismail: Bersatu, Berjuang, dan Mengabdi untuk Indonesia Pertamina dan IKA UNAIR Hadirkan ‘Senyum Sehat untuk Anak Istimewa’ bagi Anak Berkebutuhan Khusus di Semarang Kasus Perundungan Anak di Pemalang, Fraksi PKS Desak Penanganan Serius dan Pendidikan Karakter

Daerah

Pegadaian Kanwil XI Semarang Gandeng Mahasiswa Lewat Business Case Competition 2026, Dorong Inovasi Finansial dan Digitalisasi

badge-check


					Pegadaian Kanwil XI Semarang Gandeng Mahasiswa Lewat Business Case Competition 2026, Dorong Inovasi Finansial dan Digitalisasi Perbesar

WARTA NASIONAL –  PT Pegadaian Kantor Wilayah (Kanwil) XI Semarang menggelar talkshow bertajuk MengEmaskan Indonesia: Golden Idea for Gold Generation di Auditorium Prof. Wuryanto, Universitas Negeri Semarang, pada Kamis (7/5/2026).

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum peluncuran Pegadaian Business Case Competition (BCC) 2026 yang ditujukan bagi mahasiswa di wilayah Jawa Tengah.

Antusiasme peserta terlihat tinggi dengan kehadiran lebih dari 1.000 mahasiswa yang mengikuti rangkaian acara.

Acara dibuka secara resmi oleh Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil XI Semarang, M. Aries Aviani Nugroho.

Dalam sambutannya, Aries menegaskan komitmen Pegadaian untuk terus memperkuat kolaborasi dengan dunia pendidikan dalam menghadirkan inovasi dan solusi finansial yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Pegadaian ingin terus hadir bersama dunia akademik untuk mendorong lahirnya ide-ide kreatif yang dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya di bidang keuangan dan investasi,” ujar Aries.

Melalui Business Case Competition 2026, Pegadaian ingin mendorong mahasiswa menghadirkan gagasan inovatif terkait solusi finansial, investasi, hingga digitalisasi layanan keuangan yang aplikatif dan sesuai perkembangan zaman.

Kepala Divisi Bisnis Bullion PT Pegadaian, Kadek Eva Suputra, mengatakan mahasiswa memiliki kemampuan analisis dan pemikiran kritis yang dapat menjadi sumber solusi baru bagi perkembangan industri keuangan nasional.

“Kami melihat mahasiswa memiliki perspektif akademis yang kuat. Melalui business case competition ini, kami ingin ide-ide tersebut dapat diterjemahkan menjadi solusi yang benar-benar bisa diterapkan di masyarakat,” kata Kadek.

Ia menambahkan, Pegadaian ingin membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara dunia industri dan akademik agar tercipta inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Harapannya nanti muncul solusi finansial, investasi, maupun digitalisasi layanan yang memudahkan masyarakat dalam bertransaksi dan mengakses layanan keuangan,” lanjutnya.

UNNES dipilih sebagai lokasi kick off pertama karena dinilai memiliki lingkungan akademik yang kuat serta telah menjalin kerja sama dengan Pegadaian melalui program The Gade Creative Lounge (TGCL).

“Kami melihat UNNES sebagai kampus yang memiliki kultur disiplin dan terstruktur. Kami ingin meningkatkan level kompetisi ini hingga nantinya dapat menjadi ajang nasional,” jelas Kadek.

Selain UNNES, Pegadaian juga akan menggandeng sejumlah perguruan tinggi lain yang telah memiliki fasilitas TGCL, di antaranya Universitas Diponegoro, Universitas Gadjah Mada, Universitas Jenderal Soedirman, serta Universitas Sebelas Maret.

Sementara itu, Aries menjelaskan bahwa kompetisi tersebut terbuka bagi mahasiswa di wilayah Semarang Raya. Pendaftaran dijadwalkan mulai dibuka pada 18 Mei 2026.

“Nantinya peserta mengajukan proposal ide bisnis atau inovasi yang berkaitan dengan Pegadaian dan solusi finansial,” ujarnya.

Ia menerangkan bahwa setiap tim dapat terdiri atas maksimal tiga mahasiswa. Setelah tahap seleksi proposal, peserta akan mengikuti workshop dan proses inkubasi untuk mengembangkan ide sebelum masuk ke tahap penjurian.

“Kami ingin mahasiswa melihat Pegadaian dari sudut pandang mereka. Bisa terkait financial planning, digitalisasi, maupun inovasi layanan lain yang mungkin belum terpikirkan sebelumnya,” jelas Aries.

Pegadaian menargetkan sedikitnya 100 hingga 150 tim mengikuti tahap awal kompetisi di UNNES. Meski pelaksanaan dipusatkan di kampus tersebut, peserta tidak hanya berasal dari mahasiswa UNNES, melainkan terbuka untuk seluruh mahasiswa di Semarang Raya.

“Kami membuka kesempatan bagi seluruh mahasiswa di Semarang Raya. Informasi lengkap nantinya akan kami sebarkan melalui flyer dan media sosial,” katanya.

Aries berharap ide-ide terbaik yang lahir dari kompetisi ini tidak berhenti pada tahap proposal, melainkan dapat direalisasikan menjadi program nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Harapan kami, ide-ide mahasiswa ini bisa menjadi solusi yang benar-benar diterapkan, khususnya untuk masyarakat Jawa Tengah,” tambahnya.

Selain mendapatkan pengalaman, pembinaan, dan mentoring, para pemenang juga akan memperoleh hadiah berupa uang pembinaan, tabungan emas, hingga peluang mendapatkan Beasiswa Pegadaian.

“Untuk mendapatkan hadiah Business Case Competition, peserta harus melalui beberapa tahapan. Misalnya, pemenang di tingkat UNNES akan memperoleh uang pembinaan dan tabungan emas. Selanjutnya, para pemenang akan dipertandingkan dengan pemenang dari kampus lainnya. Setelah itu, pemenang terbaik berkesempatan mendapatkan Beasiswa Pegadaian,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNNES, Prof. Dr. Zaenuri, turut menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang dibangun Pegadaian bersama dunia pendidikan melalui kompetisi tersebut.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi wadah positif bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, inovasi, serta kemampuan berpikir kritis dalam menjawab tantangan di bidang ekonomi dan keuangan.

“Kami menyambut baik kegiatan ini karena memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berkolaborasi, berinovasi, dan menghasilkan gagasan yang berdampak bagi masyarakat. Harapannya, mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata bagi dunia industri dan masyarakat,” ujar Prof. Zaenuri.

Kegiatan tersebut turut dihadiri para pimpinan fakultas dan lembaga di lingkungan UNNES, di antaranya Dekan FIPP, FBS, FISIP, FMIPA, FT, FIK, FEB, FH, dan FK, Ketua LPPM, Ketua LPPP, serta Direktur Direktorat Akademik, Kemahasiswaan, dan Konservasi.***

Baca Lainnya

Doni Akbar Sambangi Rumah Korban Perundungan di Pemalang, Desak Penanganan Serius

6 Oktober 2026 - 09:40 WIB

Hadiri Upacara HUT ke-81 TNI di Makodim Pemalang, Aris Ismail: Bersatu, Berjuang, dan Mengabdi untuk Indonesia

5 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Pertamina dan IKA UNAIR Hadirkan ‘Senyum Sehat untuk Anak Istimewa’ bagi Anak Berkebutuhan Khusus di Semarang

5 Oktober 2026 - 09:39 WIB

Kasus Perundungan Anak di Pemalang, Fraksi PKS Desak Penanganan Serius dan Pendidikan Karakter

5 Oktober 2026 - 09:19 WIB

Puryanto Terpilih Secara Aklamasi Pimpin PK Golkar Bantarbolang, Target Perkuat Basis Suara

5 Oktober 2026 - 07:44 WIB

Trending di Daerah