WARTA NASIONAL – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pemalang, Aris Ismail, menyoroti proses seleksi Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Mulia Kabupaten Pemalang untuk masa jabatan 2026–2031.
Sorotan tersebut disampaikan menyusul diumumkannya hasil Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) yang telah dilaksanakan oleh tim profesional dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro pada 27–28 Maret 2026.
Menurut Aris, proses seleksi harus dilakukan secara transparan, objektif, dan akuntabel agar menghasilkan sosok pemimpin yang benar-benar kompeten serta mampu membawa kemajuan bagi perusahaan daerah.
“Kami berharap seluruh tahapan seleksi dilakukan secara terbuka dan profesional. Dirut yang terpilih nantinya harus memiliki integritas, kapasitas manajerial, serta mampu menjawab tantangan pelayanan air bersih kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya panitia seleksi untuk mempertimbangkan rekam jejak para kandidat secara menyeluruh, termasuk pengalaman, kinerja, serta visi dalam pengembangan perusahaan ke depan.
Selain itu, DPRD sebagai lembaga pengawas, kata Aris, akan terus mencermati proses seleksi hingga tahap akhir guna memastikan tidak ada penyimpangan dalam penentuan calon Direktur Utama.
“Perumda Air Minum memiliki peran strategis dalam pelayanan dasar masyarakat. Karena itu, proses seleksi harus benar-benar menghasilkan figur terbaik,” tegasnya.
Diketahui, dari hasil UKK, sejumlah kandidat dinyatakan lolos dan akan melanjutkan ke tahap wawancara akhir yang dijadwalkan berlangsung di Kota Semarang pada 2 April 2026.
Panitia seleksi menegaskan bahwa keputusan akhir akan ditentukan berdasarkan seluruh rangkaian tahapan seleksi yang telah dilaksanakan, dan bersifat final.***
















