WARTA NASIONAL – Bulan Ramadan bukan sekadar momentum menahan lapar dan dahaga, tetapi juga ruang transformasi spiritual dan sosial bagi setiap Muslim. Dalam tradisi Islam, Ramadan dipandang sebagai bulan yang penuh rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka.
Di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu Lailatul Qadar. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amalan sebagai bentuk peningkatan kualitas keimanan dan ketakwaan.
Berikut adalah sepuluh amalan utama yang dapat dioptimalkan selama bulan suci ini.
1. Salat Tarawih
Salat Tarawih adalah salat sunnah yang dikerjakan pada malam hari selama Ramadan. Ibadah ini menjadi ciri khas bulan puasa karena hanya dilakukan pada bulan ini. Selain bernilai pahala besar, Tarawih juga menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah, terutama ketika dilakukan secara berjamaah di masjid. Momentum ini menghadirkan atmosfer spiritual yang khas—masjid menjadi lebih hidup, interaksi sosial meningkat, dan semangat kebersamaan semakin terasa.

2. Membaca dan Mengkhatamkan Al-Qur’an
Ramadan dikenal sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an (Syahrul Qur’an). Oleh karena itu, memperbanyak tilawah menjadi amalan yang sangat dianjurkan. Banyak umat Islam menargetkan khatam Al-Qur’an minimal satu kali selama Ramadan. Aktivitas ini bukan hanya membaca, tetapi juga memahami dan merenungkan makna ayat-ayatnya (tadabbur). Secara spiritual, tilawah menghadirkan ketenangan batin dan memperdalam hubungan vertikal dengan Allah.
3. Bersedekah
Sedekah di bulan Ramadan memiliki keutamaan yang berlipat ganda. Rasulullah SAW dikenal sebagai sosok yang paling dermawan, dan kedermawanannya semakin meningkat saat Ramadan. Sedekah dapat berupa materi, makanan berbuka, bantuan sosial, maupun bentuk kebaikan lainnya. Tradisi berbagi takjil, santunan anak yatim, dan zakat fitrah menjadi bagian penting dari praktik sosial Ramadan yang memperkuat solidaritas sosial.
4. I’tikaf di Masjid
I’tikaf adalah berdiam diri di masjid dengan niat beribadah, khususnya pada sepuluh hari terakhir Ramadan. Amalan ini bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan memperbanyak salat, zikir, dan doa. I’tikaf juga menjadi sarana refleksi diri, menjauhkan diri dari distraksi duniawi, dan fokus pada pembenahan spiritual.
5. Memperbanyak Doa
Ramadan adalah bulan mustajabnya doa. Dalam suasana spiritual yang lebih intens, doa menjadi sarana komunikasi personal antara hamba dan Tuhannya. Waktu-waktu yang dianjurkan untuk berdoa antara lain saat berbuka puasa dan pada sepertiga malam terakhir. Doa tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan duniawi, tetapi juga memohon ampunan dan keteguhan iman.
6. Menjaga Lisan dan Akhlak
Esensi puasa terletak pada pengendalian diri. Menjaga lisan dari ghibah, fitnah, dan perkataan sia-sia merupakan bagian penting dari kesempurnaan puasa. Ramadan menjadi momentum latihan etika komunikasi—menjaga tutur kata, menghindari konflik, dan memperbanyak ucapan yang baik. Dalam perspektif sosial, ini menciptakan ruang komunikasi yang lebih harmonis dan produktif.
7. Memberi Makan Orang yang Berbuka
Memberi makan kepada orang yang berpuasa saat berbuka memiliki pahala yang besar, bahkan disebutkan setara dengan pahala orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahalanya sedikit pun. Tradisi buka bersama, pembagian takjil, dan dapur umum Ramadan mencerminkan nilai gotong royong dan solidaritas sosial yang tinggi.
Itulah tujuh amalan di bulan ramadhan yang pahalanya berlipat ganda.****
(Siti Rohmah)
















