WARTA NASIONAL – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Mulia Kabupaten Pemalang mengambil langkah cepat dalam penanganan dampak banjir bandang yang melumpuhkan Kecamatan Pulosari.
Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) ini tidak hanya fokus pada pemulihan infrastruktur, tetapi juga terjun langsung menyalurkan bantuan logistik darurat bagi ribuan penyintas di posko pengungsian.
Langkah sosial ini dilakukan seiring dengan kondisi kritis di lapangan, di mana jaringan distribusi air bersih milik PDAM mengalami kerusakan masif akibat terjangan arus. Untuk menutup celah kebutuhan dasar tersebut, bantuan diserahkan langsung oleh Plt. Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Mulia, Moch. Arief Setiawan, di Kantor Kecamatan Pulosari, Senin (26/1).
”Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita. Sembari menyalurkan logistik, kami juga memohon doa agar cuaca ekstrem ini segera mereda dan pemulihan bisa berjalan maksimal,” ujar Arief di sela penyerahan bantuan.

Berbeda dengan bantuan umum, logistik yang dikirimkan Perumda Tirta Mulia menyasar kebutuhan vital dan spesifik para pengungsi. Rincian bantuan mencakup 10 dus popok (pampers), 20 dus pembalut, peralatan mandi, hingga obat-obatan esensial seperti minyak kayu putih dan suplemen daya tahan tubuh.
Selain itu, pasokan pangan berupa beras, telur, dan mi instan turut didistribusikan guna memastikan stok dapur umum di posko pengungsian tetap terjaga bagi para penyintas yang kehilangan harta benda mereka.
Persoalan paling krusial pascabencana di Pulosari adalah matinya aliran air akibat jaringan pipa yang hancur. Merespons hal tersebut, Perumda Tirta Mulia telah mengoperasikan unit tangki air bersih sejak Sabtu lalu, sesaat setelah bencana melanda.
Langkah intervensi ini dilakukan secara kontinu untuk menjamin kebutuhan sanitasi dan konsumsi warga di pengungsian tetap terpenuhi. Hingga saat ini, tim teknis masih terus berupaya melakukan perbaikan jaringan permanen di titik-titik kerusakan, sembari memastikan suplai air melalui jalur darat tidak terputus. ***
















