Menu

Mode Gelap
Usai Viral Surat Berkop Kelurahan Mulyoharjo Pemalang Minta Bingkisan Lebaran, Lurah Minta Maaf dan Tarik Surat Viral! Surat Berkop Kelurahan Mulyoharjo Pemalang Minta Bantuan Bingkisan Lebaran, Ini Tanggapan Warganet 7 Amalan Utama di Bulan Ramadan, Pastikan Melakukannya agar Pahala Berlipat Ganda Insantara Sebut 14 Nama Berpeluang Pimpin PBNU Periode Berikutnya Ekonomi Jadi Isu Paling Mendesak di Tengah Tingginya Kepuasan Publik terhadap Pemerintahan Prabowo-Gibran Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa 3 Ramadan 1447 Hijriah, Sabtu 21 Februari 2026 di Kabupaten Pemalang dan Sekitarnya

Uncategorized

Cek Disini! Fakta Menarik Aphelion Fenomena Langit yang Terjadi Setahun Sekali

badge-check


					Ilustrasi - Aphelion Fenomena Langit yang Terjadi Setahun Sekali (Warta Nasional) Perbesar

Ilustrasi - Aphelion Fenomena Langit yang Terjadi Setahun Sekali (Warta Nasional)

WARTA NASIONAL – Bumi akan mencapai titik Aphelion, posisi terjauhnya dari Matahari dalam orbit elips yang dilalui setiap tahun.

Pada saat ini, jarak Bumi ke Matahari mencapai sekitar 152 juta kilometer, sekitar 5 juta kilometer lebih jauh dibanding titik terdekatnya, perihelion.

Meski perbedaan jarak ini hanya membuat Matahari tampak sedikit lebih kecil di langit sekitar 1,7% lebih kecil. Fenomena Aphelion menyimpan makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar angka astronomis.

Aphelion mengingatkan kita bahwa orbit Bumi bukan lingkaran sempurna, melainkan elips yang dinamis, memperlihatkan keseimbangan alam semesta yang rumit dan presisi.

Dilansir dari Nasa.gov pada Kamis 3 Juli 2025, Fenomena ini juga memengaruhi intensitas radiasi Matahari yang diterima Bumi, dengan perbedaan sekitar 6,9% antara Aphelion dan Perihelion.

Akibatnya, musim panas di belahan utara cenderung sedikit lebih sejuk dan lebih panjang beberapa hari, sementara musim dingin di selatan menjadi sedikit lebih dingin.

Lebih dari itu, Aphelion adalah momen refleksi tentang bagaimana perubahan kecil dalam posisi planet kita terhadap Matahari berperan dalam pola iklim global, walau dampaknya tidak langsung dan sering disalahpahami.

Misalnya, suhu pagi yang lebih dingin di beberapa daerah selama musim kemarau bukan semata karena jarak ke Matahari, melainkan interaksi kompleks antara atmosfer, radiasi, dan kondisi lokal.

Bagi para pengamat langit dan pecinta astronomi, Aphelion bukan hanya peristiwa tahunan yang bisa diamati tanpa alat khusus, tetapi juga pengingat akan keteraturan dan keindahan tata surya kita.

Fenomena ini mengajak masyarakat untuk lebih memahami sains di balik langit dan mengapresiasi betapa kecilnya perubahan yang memengaruhi kehidupan di Bumi.

Dengan demikian, Aphelion 2025 bukan sekadar titik terjauh Bumi dari Matahari, melainkan peluang untuk menyelami hubungan harmonis antara planet dan bintang yang menopang kehidupan kita. (Yuliana S)***

Baca Lainnya

Cak Imin Kembali Jadi Sorotan Usai Sentil HMI, Ini Profil Lengkapnya

17 Juli 2025 - 06:29 WIB

Tradisi Santunan Muharram: Merawat Kepedulian untuk Anak Yatim

9 Juli 2025 - 04:17 WIB

Tebar Kebaikan, UPZ MAJT Salurkan 516 Paket Zakat Fitrah dan Sembako untuk Dhuafa dan Yatama

28 Maret 2025 - 15:09 WIB

Pengurus UPZ MAJT mentasarufkan ratusan paket sembako kepada dhuafa dan yatama Semarang, Jum'at (28/3/2025).

Penuh Makna, 29 Santri Ponpes Tahfidz MAJT-Baznas Jateng Khatam 30 Juz Setiap Hari

28 Maret 2025 - 07:09 WIB

Puluhan Santri Ponpes Tahfidz MAJT-Baznas Jateng Khatam 30 Juz Setiap Hari

Ketua PWI Jateng Sebut Ramadan Jadi Momen yang Memiliki Kekuatan untuk Menggerakkan Media

28 Maret 2025 - 07:00 WIB

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Jawa Tengah Amir Machmud NS dalam Talkshow Ramadan hingga Magrib (Tarhim) di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Kamis (27/3/2025)
Trending di Uncategorized