WARTA NASIONAL – Warga Pemalang mengikuti kegiatan penguatan nilai bela negara dan karakter kebangsaan di Pendopo Kecamatan Pemalang, pada Sabtu 28 Februari 2026.
Kegiatan tersebut salah satunya menghadirkan Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah Harun Abdul Khafizh, yang memberikan pemahaman tentang pentingnya cinta tanah air serta menjaga persatuan, khususnya di bulan Ramadan 1447 H / 2026 M.
Dalam pemaparannya, Gus Harun sapaan akrab Harun Abdul Khafizh menekankan pentingnya menjaga dan mengkaji nilai-nilai sejarah lokal, termasuk keberadaan makam orang tua Wage Rudolf Supratman yang disebut memiliki keterkaitan dengan Pemalang.
Politisi Golkar itu mendorong adanya penelitian lebih lanjut untuk memastikan kebenaran sejarah tersebut.

“Kita perlu memastikan apakah makam ini benar terkait dengan keluarga WR Supratman. Jika terbukti, Pemalang dapat menjadi pusat edukasi sejarah yang membanggakan dan menumbuhkan semangat kebangsaan,” ujarnya.
Menurutnya, jejak sejarah tokoh nasional seperti WR Supratman menjadi bagian penting dalam memperkuat identitas daerah sekaligus memperkokoh rasa cinta terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Selain membahas sejarah, Gus Harun juga menyoroti fenomena perang sarung yang kerap terjadi saat Ramadan. Ia mengimbau para orang tua dan tokoh masyarakat agar lebih aktif melakukan pengawasan sehingga tradisi tersebut tidak menimbulkan konflik atau gangguan keamanan.
“Perang sarung bisa tetap menjadi bagian dari tradisi jika dilakukan secara tertib dan dalam pengawasan. Nilai persaudaraan dan kebersamaan harus tetap dijaga,” tegasnya.
Pemerintah daerah, lanjutnya, akan berkoordinasi dengan Kesbangpol Pemalang serta Bupati untuk merumuskan langkah preventif agar kegiatan masyarakat selama Ramadan tetap aman dan kondusif.
Tak hanya itu, Harun juga menyinggung tantangan di era digital. Ia mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi.
“Arus informasi sangat cepat. Teknologi bisa menjadi sarana edukasi, tetapi juga rawan hoaks dan paham radikal. Kita harus mampu memverifikasi informasi dan tidak mudah terprovokasi,” katanya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat, khususnya generasi muda Pemalang, semakin memahami nilai bela negara, menghargai sejarah, serta mampu memperkuat karakter kebangsaan di tengah perkembangan zaman. Harun menegaskan bahwa tanggung jawab menjaga persatuan dan nilai kebangsaan adalah tugas bersama seluruh elemen masyarakat.***















